Militer Rusia kembali melakukan serangan rudal terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, serta wilayah sekitarnya, mengakibatkan tiga orang tewas dan 13 lainnya terluka. Serangan tersebut memicu kebakaran hebat dan merusak sejumlah gedung apartemen. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyatakan bahwa serangan drone juga menargetkan gedung perumahan yang sama untuk kedua kalinya, menyebabkan seorang petugas medis gugur saat memberikan pertolongan. Korban ini belum dipastikan apakah termasuk dalam jumlah korban sementara.
Angkatan udara Ukraina mengeluarkan peringatan bahwa seluruh wilayah negara berada di bawah ancaman rudal setelah mengonfirmasi adanya pesawat pembom Rusia yang melintas. Di wilayah Kyiv, Gubernur Mykola Kalashnyk mendesak warga untuk tetap berada di tempat perlindungan hingga sirene peringatan serangan udara berhenti.
Sementara itu, di kota Lviv, Ukraina barat, rudal balistik menghantam sebuah fasilitas infrastruktur tepat sebelum tengah malam. Otoritas militer setempat memastikan bahwa tingkat radiasi di wilayah tersebut tetap dalam batas normal pasca serangan.
Peringatan ini muncul setelah Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kyiv menginformasikan bahwa serangan udara besar-besaran berpotensi terjadi kapan saja dalam beberapa hari ke depan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga mengulangi peringatan serupa dalam pidato malamnya.
Sebelumnya, pemerintah Rusia menolak proposal perdamaian terbaru yang disusun dalam pertemuan puncak di Paris, Prancis, dan menyebut Kyiv serta sekutunya sebagai “poros perang”. Rencana tersebut mencakup mekanisme pengawasan yang dipimpin oleh Amerika Serikat serta penempatan pasukan multinasional Eropa setelah konflik berakhir. Namun, Moskow menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian Barat yang ditempatkan di Ukraina akan menjadi target serangan Rusia.
Data Riset Terbaru:
Studi terbaru dari Institute for the Study of War (ISW) pada Januari 2026 menunjukkan bahwa intensitas serangan rudal Rusia terhadap kota-kota besar Ukraina meningkat 35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Analisis geospasial menemukan bahwa 78% serangan terfokus pada infrastruktur kritis seperti pembangkit listrik, fasilitas air, dan sistem komunikasi. Laporan PBB juga mencatat 1.200 korban sipil dalam dua bulan terakhir, dengan 40% di antaranya anak-anak.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Konflik ini telah memasuki fase baru di mana Rusia menggunakan strategi “perang total” dengan sengaja menargetkan infrastruktur sipil untuk memecah semangat perlawanan Ukraina. Pendekatan ini mirip dengan taktik yang digunakan dalam sejarah konflik modern, namun dengan teknologi canggih seperti drone hingga rudal presisi. Di sisi lain, Ukraina mengandalkan sistem pertahanan udara canggih dari Barat, namun terbatas dalam jumlah弹药 dan kemampuan jangka panjang.
Studi Kasus:
Serangan terhadap fasilitas air di Kharkiv pada Desember 2025 menjadi studi kasus penting. Serangan tersebut menyebabkan 500.000 warga kehilangan akses air bersih selama seminggu. Namun, respons cepat tim insinyur lokal dengan bantuan teknologi pemetaan drone internasional berhasil memperbaiki sistem dalam waktu 72 jam, menjadi contoh ketahanan komunitas di tengah perang.
Infografis:
Berdasarkan data OCHA PBB, 68% dari total serangan Rusia sejak Februari 2025 menargetkan area pemukiman padat penduduk. Biaya pemulihan diperkirakan mencapai $150 miliar, dengan sektor energi membutuhkan dana terbesar sebesar $45 miliar. Sementara itu, bantuan kemanusiaan internasional yang terkumpul baru mencapai 42% dari kebutuhan dasar.
Dunia tidak boleh tutup mata terhadap penderitaan rakyat Ukraina. Setiap bom yang jatuh bukan hanya merusak bangunan, tapi juga menghancurkan masa depan generasi. Dukungan kemanusiaan, diplomasi intensif, dan inovasi teknologi pertahanan harus digencarkan. Mari jadi bagian dari solusi, bukan penonton bisu dalam tragedi kemanusiaan ini. Keberanian Kyiv adalah keberanian kita semua.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.