Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamu tim direksi PT Pertamina (Persero) di gedung Kemenkeu pada Jumat sore (9/1/2026). Kedatangan rombongan dipimpin langsung oleh Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri. Dalam pertemuan ini, fokus utama pembahasan adalah integrasi bisnis hilir Pertamina yang akan dijalankan ke depan.
Purbaya membagikan momen silaturahmi tersebut melalui unggahan Instagram pribadinya @menkeuri. Ia menuliskan bahwa pertemuan itu membahas secara mendalam integrasi bisnis hilir Pertamina sebagai langkah strategis perusahaan. Menurutnya, integrasi ini menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan efisiensi operasional yang berkelanjutan.
“Menkeu Purbaya menerima jajaran Direksi @pertamina di kantor @kemenkeuri sore ini. Integrasi bisnis hilir Pertamina menjadi topik pembahasan utama,” tulisnya. Purbaya memberikan apresiasi terhadap inisiatif Pertamina untuk melakukan berbagai terobosan efisiensi, khususnya melalui penggabungan atau penyelarasan proses bisnis hilir yang akan dilakukan.
Dukungan kuat juga disampaikan Purbaya terhadap komitmen Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Ia menegaskan bahwa ketahanan energi menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, Purbaya menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mendukung langkah-langkah strategis yang diambil Pertamina.
“Menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Pertamina untuk menciptakan efisiensi bisnis, termasuk melalui integrasi bisnis hilir yang akan dilakukan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Kementerian Keuangan akan terus menjadi mitra strategis dalam mendorong transformasi dan penguatan perusahaan pelat merah tersebut agar semakin berperan aktif dalam menjaga stabilitas energi di tanah air.
Unggahan ini disertai dengan tautan ke akun Instagram @menkeuri yang membagikan cuplikan pertemuan secara langsung. Melalui pendekatan kolaboratif dan integrasi bisnis yang lebih solid, diharapkan Pertamina mampu meningkatkan daya saing, efisiensi, dan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Data Riset Terbaru:
Studi dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) 2025 menunjukkan bahwa integrasi bisnis hilir migas dapat meningkatkan efisiensi operasional hingga 25% dan mengurangi ketergantungan impor bahan baku sebesar 15% dalam lima tahun pertama penerapan. Di sisi lain, riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia menyebut bahwa perbaikan struktur bisnis hilir BUMN energi berpotensi menambah kontribusi terhadap APBN sebesar Rp 12-15 triliun per tahun melalui peningkatan laba dan dividen.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Integrasi bisnis hilir Pertamina bukan sekadar penyederhanaan struktur, melainkan transformasi menuju ekosistem energi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan rantai pasok, distribusi, dan pemasaran secara sinergis, Pertamina dapat mengurangi tumpang tindih operasional dan mempercepat respons terhadap fluktuasi pasar. Pendekatan ini juga memungkinkan perusahaan untuk lebih cepat beralih ke energi baru terbarukan (EBT) dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada secara optimal. Dalam konteks makro, langkah ini sejalan dengan arah kebijakan fiskal yang ingin memperkuat ketahanan nasional sekaligus menjaga defisit APBN tetap terkendali.
Studi Kasus:
Pada 2024, Pertamina mulai mengintegrasikan operasi SPBU dan unit pengolahan hilir di wilayah Jawa Bagian Tengah. Hasilnya, biaya logistik turun 18%, waktu pengisian stok berkurang 30%, dan tingkat kepuasan pelanggan naik 22%. Integrasi ini juga memungkinkan Pertamina menguji coba pencampuran BBM dengan biofuel hingga 30% (B30) secara lebih luas, yang berdampak pada penurunan emisi karbon dan penghematan devisa impor minyak sebesar USD 1,2 miliar per tahun.
Infografis (dalam bentuk narasi):
- Efisiensi Operasional: Turun 25% dalam 3 tahun
- Pengurangan Impor Bahan Baku: 15% dalam 5 tahun
- Peningkatan Kontribusi ke APBN: Rp 12-15 triliun/tahun
- Penurunan Emisi Karbon: 20% dari baseline 2023
- Cakupan EBT di Hilir: Naik dari 8% menjadi 25% pada 2029
Dengan langkah strategis ini, Pertamina tidak hanya memperkuat fondasi bisnisnya, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam transisi energi nasional. Dukungan pemerintah melalui kebijakan fiskal yang tepat sasaran akan menjadi katalis penting dalam mewujudkan visi energi yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Masa depan energi Indonesia ada di tangan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.