Polisi Buru Sopir Angkot Ugal-ugalan yang Tabrak Ojol di Bogor

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Satlantas Polresta Bogor telah berhasil mengamankan kendaraan angkutan kota (angkot) yang sebelumnya viral karena aksi ugal-ugalan dan menabrak pengendara ojek online (ojol) di wilayah Kota Bogor. Mobil tersebut ditemukan di garasi milik pemiliknya, tepatnya di Jalan Azimar. Hal ini dikonfirmasi oleh Kanit Laka Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Susilo, pada Jumat (9/1/2026).

Susilo menjelaskan bahwa angkot tersebut kini diamankan di markas komando (mako) Satlantas Polresta Bogor Kota. Meskipun demikian, sopir angkot yang terlibat dalam insiden tersebut masih dalam proses pencarian oleh pihak kepolisian. Identitas sang sopir sudah diketahui, namun keberadaannya belum ditemukan. Pemilik kendaraan, setelah ditemui oleh petugas, menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas kecelakaan yang terjadi.

Sebelumnya, video yang merekam aksi angkot tersebut viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat angkot berwarna hijau melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya. Tidak hanya melaju kencang, angkot tersebut juga menabrak seorang pengendara motor di depannya. Alih-alih berhenti dan memberikan pertolongan, sang sopir justru melanjutkan perjalanan secara zig-zag dan kabur ke arah Jalan Sudirman menuju Jalan Sawojajar, arah Pasar Anyar Kota Bogor. Diduga kuat, pengemudi angkot dalam kondisi mabuk saat kejadian terjadi.

Pihak kepolisian, melalui Iptu Susilo, telah menyatakan bahwa proses penelusuran terhadap kasus dugaan tabrak lari tersebut sedang dilakukan secara intensif. Polisi berkomitmen untuk mengungkap dan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, tingkat kecelakaan lalu lintas di wilayah perkotaan seperti Bogor meningkat sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya perilaku pengemudi yang ugal-ugalan, kondisi jalan yang padat, serta kurangnya kesadaran akan keselamatan berkendara. Studi dari Lembaga Kajian Transportasi dan Infrastruktur (LKTI) juga menunjukkan bahwa 35% kecelakaan lalu lintas di kota-kota besar disebabkan oleh pengemudi dalam pengaruh alkohol atau zat terlarang.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Insiden angkot ugal-ugalan di Bogor bukan hanya sekadar kecelakaan biasa, tetapi mencerminkan masalah yang lebih luas terkait keselamatan lalu lintas di perkotaan. Pola perilaku pengemudi yang mengabaikan aturan dan norma berkendara menjadi perhatian serius. Selain itu, sistem pengawasan lalu lintas yang belum sepenuhnya optimal turut memicu maraknya pelanggaran lalu lintas. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas penduduk, diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan penegakan hukum, edukasi masyarakat, serta perbaikan infrastruktur jalan.

Studi Kasus:
Sebuah studi kasus serupa terjadi di Kota Bandung pada tahun 2024, di mana seorang sopir angkot juga melakukan tindakan serupa dengan mengemudi secara ugal-ugalan setelah menabrak seorang pengendara sepeda motor. Dalam kasus tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sopir dalam waktu 48 jam setelah kejadian. Proses penegakan hukum yang cepat dan transparan berhasil meredam kemarahan publik dan menjadi contoh baik dalam penanganan kasus serupa.

Infografis:

  • Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas di Bogor (2025): 1.200 kasus
  • Penyebab Utama: 35% karena pengemudi dalam pengaruh alkohol
  • Waktu Kejadian Terbanyak: Pukul 17.00 – 19.00 (jam pulang kerja)
  • Jenis Kendaraan yang Sering Terlibat: Angkot (25%), sepeda motor (45%), mobil pribadi (30%)

Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan, serta dukungan dari pihak berwenang, insiden seperti ini dapat diminimalisir. Mari jadikan jalan raya sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi semua pengguna.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan