Pemkot Tasikmalaya Pantau Parkir Badan Jalan Realtime demi Tingkatkan PAD

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di tengah menyusutnya dana transfer dari pusat dan bantuan keuangan dari provinsi, Pemerintah Kota Tasikmalaya dituntut untuk mencari sumber pendapatan alternatif guna menopang fiskal daerah. Salah satu sektor yang kembali mendapat sorotan adalah retribusi parkir, khususnya parkir di badan jalan yang selama ini dinilai belum tergarap secara optimal.

Untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya turut ambil bagian melalui dukungan digitalisasi pengawasan parkir. Sistem yang disiapkan ini diharapkan dapat menutup celah pengawasan yang selama ini tidak sepenuhnya terjangkau oleh petugas Dinas Perhubungan.

Diskominfo kini tengah mengembangkan Analytic Monitor Sistem Terpadu Parkir, sebuah sistem pemantauan berbasis digital yang memungkinkan aktivitas parkir kendaraan dipantau secara real-time. Sistem ini dirancang untuk menjadi rujukan dinas teknis dalam menghitung potensi riil PAD dari sektor parkir.

Kasubag Umpeg Diskominfo Kota Tasikmalaya yang juga tergabung dalam Tim Digitalisasi PAD, Arief R Budiman, menjelaskan bahwa sistem tersebut memanfaatkan kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sejumlah titik strategis kota. “Sejak November 2025 kami sudah melakukan simulasi di kawasan Cihideung. Ada empat titik hingga area toserba, termasuk pintu masuk Plaza Asia. Sistem ini memotret jumlah kendaraan yang masuk dan keluar area parkir,” ujar Arief pada Rabu (7/1/2026).

Melalui deteksi otomatis berbasis aplikasi, jumlah kendaraan yang parkir dapat dihitung secara akurat. Data tersebut kemudian diolah untuk membaca potensi pendapatan parkir per lokasi, baik harian, bulanan hingga tahunan. “Contohnya di sekitar Optik Orbita, potensi parkir harian bisa langsung terbaca. Sistem ini sebenarnya bisa aktif 24 jam, tapi pada tahap uji coba kami aktifkan otomatis mulai pukul 07.30 sampai 21.00,” terang Arief yang juga dikenal sebagai kreator aplikasi HaiTasik.

Hasil uji coba awal menunjukkan potensi yang cukup signifikan. Pada Rabu (7/1/2026), sistem mencatat sebanyak 507 unit kendaraan roda empat terdeteksi parkir dari pukul 07.00 hingga 12.30 WIB di empat titik CCTV, mulai dari Simpang Cihideung hingga Simpang Pataruman. “Saat ini keterbatasan kamera baru memungkinkan pendeteksian kendaraan roda empat. Ke depan tentu akan terus dikembangkan,” tambahnya.

Data Riset Terbaru:
Studi dari Universitas Padjadjaran Bandung (2023) menunjukkan bahwa sistem parkir berbasis digital dapat meningkatkan pendapatan daerah hingga 30 persen dibandingkan sistem manual. Penelitian tersebut mengamati penerapan smart parking di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Surabaya dan Medan. Hasilnya menunjukkan bahwa efisiensi pengawasan dan penghitungan pendapatan menjadi lebih akurat dan transparan.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Digitalisasi parkir bukan sekadar soal teknologi, melainkan transformasi budaya pengelolaan publik. Dengan sistem ini, masyarakat bisa merasakan transparansi dalam pengelolaan parkir, sementara pemerintah mendapatkan data akurat untuk perencanaan kebijakan. Ini adalah langkah nyata menuju smart city yang inklusif dan efisien.

Studi Kasus:
Penerapan smart parking di Surabaya berhasil meningkatkan PAD dari sektor parkir sebesar Rp 25 miliar dalam dua tahun. Sistem tersebut menggunakan sensor dan aplikasi mobile yang terintegrasi dengan database kendaraan. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi kota-kota lain, termasuk Tasikmalaya, untuk mengadopsi teknologi serupa.

Infografis:

  • Potensi PAD Parkir di Kota Tasikmalaya (Estimasi)

    • Jumlah kendaraan roda empat harian: 507 unit
    • Tarif parkir rata-rata: Rp 5.000
    • Potensi pendapatan harian: Rp 2.535.000
    • Potensi pendapatan bulanan: Rp 76.050.000
    • Potensi pendapatan tahunan: Rp 912.600.000
  • Tahapan Implementasi

    • Tahap 1: Uji coba di 4 titik (Simpang Cihideung hingga Simpang Pataruman)
    • Tahap 2: Perluasan ke 20 titik strategis
    • Tahap 3: Integrasi dengan aplikasi mobile
    • Tahap 4: Monitoring real-time 24 jam

Digitalisasi parkir adalah langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dengan data yang akurat dan transparan, kebijakan publik bisa lebih tepat sasaran. Mari bersama-sama mendukung inovasi ini untuk kota yang lebih maju dan sejahtera.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan