Pemkot Tangsel Janji Berbenah Usai Kantornya Didemo hingga Dibanjiri Sampah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merespons aksi demonstrasi puluhan mahasiswa yang menumpahkan sampah di halaman kantor Wali Kota. Aksi ini merupakan bentuk protes atas penanganan sampah di wilayah tersebut yang dinilai belum tuntas. Dalam keterangan resminya, Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, menyatakan bahwa Pemkot menghargai aspirasi mahasiswa dan akan melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Asep menjelaskan, pengangkutan sampah di Kota Tangsel terus dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah, meskipun terkendala kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang sedang dalam proses penataan. Pemkot telah menambah armada pengangkut dan melakukan percepatan distribusi agar sampah tidak menumpuk di permukiman warga.

Pemkot Tangsel juga menegaskan komitmennya untuk menangani persoalan sampah bukan hanya dalam jangka pendek, tetapi juga dalam pendekatan jangka panjang. Penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir menjadi fokus utama, termasuk optimalisasi armada dan sarana prasarana pendukung. Selain itu, Pemkot mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam pengelolaan sampah dan membuka ruang komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat demi mencari solusi yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, Pemkot Tangsel mulai menjalin kerja sama dengan daerah lain, baik melalui pemerintah daerah maupun pihak swasta, untuk membantu penanganan sampah. Sementara itu, untuk jangka panjang, Pemkot sedang mengembangkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy, yang diharapkan dapat menjadi solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Aksi mahasiswa yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga 17.06 WIB tersebut melibatkan sekitar 30 orang dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Mereka menurunkan dua truk sampah di depan kantor Wali Kota dan menyampaikan orasi. Polisi menyatakan situasi kini telah kondusif, dan sampah yang ditumpahkan telah diangkut oleh petugas kebersihan.

Data Riset Terbaru: Studi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2025 menunjukkan bahwa 68% kota di Indonesia masih mengandalkan TPA terbuka, sementara 42% kota mengalami overload kapasitas. Kota-kota seperti Bandung, Surabaya, dan Palembang telah sukses menerapkan program waste to energy dengan kapasitas terpasang 10-15 MW, mengurangi volume sampah hingga 90%.

Analisis Unik dan Simplifikasi: Polemik sampah di Tangsel mencerminkan masalah sistemik yang dialami banyak kota besar di Indonesia: kurangnya integrasi antara kebijakan jangka pendek dan jangka panjang. Solusi ideal membutuhkan pendekatan 3P: Penanganan (jangka pendek), Pengolahan (menengah), dan Penghasilan (jangka panjang). Contoh sukses di Kota Surabaya dengan program “Zero Waste” berhasil mengurangi sampah 30% dalam 5 tahun melalui edukasi masyarakat dan teknologi pengolahan.

Studi Kasus: Kota Surabaya – Program “Zero Waste” Surabaya melibatkan 3.500 bank sampah aktif, mengolah 300 ton sampah organik menjadi kompos tiap hari, dan menghasilkan 1,5 MW listrik dari pengolahan sampah. Kunci suksesnya adalah kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Infografis: Jumlah Sampah di Kota Besar Indonesia (2025)

  • Jakarta: 7.500 ton/hari
  • Surabaya: 1.800 ton/hari
  • Bandung: 1.200 ton/hari
  • Medan: 1.000 ton/hari
  • Makassar: 800 ton/hari
  • Tangerang Selatan: 600 ton/hari

Solusi Masa Depan: Implementasi teknologi IoT dalam pengelolaan sampah dapat meningkatkan efisiensi pengangkutan hingga 40%. Sistem sensor kepadatan di TPS akan memberikan data real-time, memungkinkan penjadwalan pengangkutan yang lebih akurat dan mengurangi biaya operasional.

Kota-kota di Indonesia harus segera beralih dari paradigma pembuangan ke paradigma ekonomi sirkular. Dengan memanfaatkan teknologi dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, sampah bukan lagi beban, tapi sumber daya bernilai ekonomi. Mari bersama wujudkan kota bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan