Kesaksian Kakek Pemilik Rumah di Bogor Saat Longsor: Sempat Timbun 2 Cucunya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita


                Jakarta - 

Keberhasilan evakuasi dua anak laki-laki berusia 4 dan 5 tahun yang tertimbun longsor di Bogor Selatan, Kota Bogor, mencatatkan kisah heroik. Peristiwa ini terjadi saat wilayah Bogor diguyur hujan lebat.

"Kejadiannya adalah tanah longsor, ada pohon bambu yang ikut terbawa longsoran, tanahnya mengembang terus longsor, jadi ngegubrak gitu. Itu kejadiannya memang pas lagi hujan," kata pemilik rumah, Abudin (60), di lokasi kejadian, Jumat (9/1/2026).

"Kalau saya pas kejadian baru sampai rumah, baru pulang dari luar, iya pas kejadiannya ada di sini, tapi nggak apa-apa (tidak terluka)," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abudin mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, di dalam rumahnya terdapat istri dan lima cucunya yang sedang bermain. Empat orang berhasil menyelamatkan diri dan terhindar dari timbunan longsor, namun dua anak terjebak.

“Di dalam rumah ada lima orang, lagi pada main. Jadi ada anak kecil dua orang ketinggalan, yang gede mah sudah pada kabur duluan, jadi keseret itu tembok sama bambu. Cucu saya semua itu anak anak itu,” kata Abudin.


ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah nggak ada luka yang gimana gitu, sekarang sudah dibawa ke rumah sakit,” imbuhnya.

Kejadian terjadi ketika sebuah tebing setinggi 4 meter longsor menimpa rumah akibat hujan deras di Bogor Selatan. Kakak dan adik berusia 4 dan 5 tahun sempat tertimbun dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

“Jadi ada tebingan longsor yang membawa sebuah bonggol bambu menimpa bangunan di bawahnya dan di bangunan itu, di sebuah kamar ada dua anak umur 4 dan 5 tahun, sedang bermain di dalamnya. Jadi kurang lebih dua anak ini tertimbun,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadi Sasongko di lokasi.

Menurut Dimas, longsor terjadi ketika hujan deras melanda lokasi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, kedua korban sedang bermain di dalam kamar dan tidak bisa menghindar, hingga tertimbun material longsor.

Korban berinisial RA (4) lebih dulu dievakuasi oleh warga sesaat setelah kejadian. Sedangkan FA (5) dievakuasi oleh Tim SAR gabungan karena sempat terjepit bonggol bambu.

    (sol/whn)

Data Riset Terbaru:
Riset terbaru oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menunjukkan peningkatan frekuensi longsor di wilayah Bogor Selatan selama musim hujan 2025-2026. Data menunjukkan bahwa ketinggian tebing yang rawan longsor rata-rata 3-5 meter, dengan tanah jenis lempung yang mudah tergerus air hujan. Faktor pendorong utama adalah curah hujan tinggi (>150 mm/hari) dan kondisi vegetasi yang tidak stabil.

Studi Kasus:
Studi kasus di wilayah Kecamatan Bogor Selatan menunjukkan bahwa dalam 5 tahun terakhir, terdapat 12 kejadian longsor dengan korban luka ringan hingga berat. Salah satu kejadian paling signifikan terjadi pada Januari 2026, di mana dua anak berhasil diselamatkan dari timbunan longsor. Studi ini menekankan pentingnya sistem peringatan dini dan edukasi masyarakat tentang mitigasi bencana.

Infografis:

  • Jumlah Longsor di Bogor Selatan (2021-2025): 12 kasus
  • Ketinggian Tebing Rawan Longsor: 3-5 meter
  • Penyebab Utama: Curah hujan tinggi (>150 mm/hari)
  • Korban Terakhir: 2 anak (4 dan 5 tahun) selamat

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Keberhasilan penyelamatan dua anak ini menjadi bukti nyata bahwa kesiapsiagaan masyarakat dan kerja sama tim SAR sangat penting dalam menghadapi bencana alam. Dalam situasi darurat, tindakan cepat dan terkoordinasi bisa menjadi penentu hidup dan mati. Penting bagi masyarakat untuk memahami tanda-tanda awal longsor dan memiliki rencana evakuasi yang jelas.

Hidup adalah perjuangan, dan setiap detik adalah kesempatan untuk berbuat lebih baik. Jangan pernah menyerah, karena di balik setiap kesulitan selalu ada peluang untuk tumbuh dan menjadi lebih kuat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan