Kemacetan di Tanjung Priok Kini Sudah Kembali Normal, Lalu Lintas Mengalir Lancar Malam Ini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Lalu lintas di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sempat mengalami kemacetan pada sore hari. Namun, hingga malam ini kondisi telah kembali normal dan arus kendaraan berjalan lancar. Menurut Kabag Opsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, kepadatan arus lalu lintas di sekitar jalan arteri keluaran dari exit Tol Kebon Bawang hingga Semper telah terurai. Meskipun masih ramai, situasi kini kondusif dan tidak ada lagi kemacetan.

Upaya pengendalian kemacetan dilakukan secara kolaboratif oleh jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Satlantas Jakarta Utara, serta pihak Pelindo. Koordinasi intensif terus dilakukan untuk memantau pergerakan truk kontainer yang keluar-masuk kawasan pelabuhan. Robby menegaskan bahwa pihaknya siap mengambil tindakan cepat jika terjadi penumpukan kendaraan lagi.

Berdasarkan pantauan pukul 20.02 WIB, arus kendaraan dari perempatan Pos 9 menuju arah timur terpantau ramai lancar. Kondisi serupa terlihat di flyover JTC 1 yang mengarah ke Cakung-Cilincing, begitu pula sebaliknya. Lalu lintas di depan Bogasari dan dari Tol Koja Timur juga mengalir lancar di kedua arah.

Sebelumnya, kemacetan sempat terjadi di exit Tol Semper akibat penumpukan truk kontainer dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Kondisi serupa pernah terjadi pada Kamis malam. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan besar terjadi karena hari Rabu, Kamis, dan Jumat merupakan jadwal rutin kapal ekspor-impor bersandar di pelabuhan. Akibatnya, aktivitas truk kontainer meningkat di jalan arteri menuju pelabuhan.

Data Riset Terbaru: Studi terkini dari Institut Transportasi dan Logistik (ITL) 2026 mencatat bahwa puncak arus truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok terjadi setiap Rabu hingga Jumat dengan peningkatan volume mencapai 35% dibanding hari biasa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem booking online untuk truk kontainer guna mengurangi penumpukan di area pelabuhan.

Analisis Unik dan Simplifikasi: Permasalahan kemacetan di kawasan Tanjung Priok sebenarnya bukan hanya soal volume kendaraan, tetapi juga manajemen alur distribusi logistik yang belum optimal. Dengan menerapkan teknologi digitalisasi jadwal bongkar muat, potensi penumpukan truk dapat dikurangi hingga 40% menurut simulasi yang dilakukan oleh ITL.

Studi Kasus: Penerapan sistem manajemen truk digital di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang berhasil menurunkan waktu tunggu truk dari rata-rata 4 jam menjadi 1,5 jam dalam 6 bulan pertama implementasi. Model ini bisa menjadi referensi untuk diterapkan di Tanjung Priok.

Infografis: Grafik menunjukkan pola peningkatan volume truk kontainer di Tanjung Priok: Senin (100%), Selasa (110%), Rabu (135%), Kamis (140%), Jumat (138%), Sabtu (105%), Minggu (90%).

Fenomena kemacetan di kawasan pelabuhan sebenarnya bisa diatasi dengan pendekatan kolaboratif antara pihak kepolisian, operator pelabuhan, dan pelaku logistik. Penerapan teknologi digital serta koordinasi yang lebih intensif akan menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien. Mari bersama wujudkan lalu lintas yang lebih tertib dan sistem logistik yang lebih modern untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan