Impor Solar untuk Sektor Industri Masih Diperbolehkan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Indonesia tengah menargetkan penghentian impor solar pada tahun ini, namun masih akan terus mengimpor jenis solar tertentu yang digunakan untuk industri berat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa impor solar hanya akan dihentikan untuk jenis solar dengan cetane number (CN) 48 yang digunakan untuk kendaraan pribadi dan fasilitas publik.

Bahlil menekankan bahwa pemerintah masih perlu mengimpor solar dengan cetane number 51, yang merupakan solar berkualitas tinggi yang digunakan oleh alat-alat berat di sektor industri. Hal ini dikarenakan produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan industri yang memerlukan solar dengan spesifikasi lebih tinggi.

“Kita masih belum cukup memproduksi solar 51 dalam negeri, sehingga masih perlu melakukan impor dari luar negeri untuk mendukung industri dalam negeri,” ujar Bahlil dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Keberhasilan penghentian impor solar sangat bergantung pada dua faktor utama, yaitu penerapan biodiesel B50 secara penuh dan selesainya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek RDMP ini merupakan proyek strategis nasional dengan nilai investasi mencapai US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 120 triliun.

Pemerintah memperkirakan bahwa ketika kilang RDMP Balikpapan beroperasi secara penuh, Indonesia akan mengalami surplus produksi solar sekitar 3 hingga 4 juta kiloliter pada tahun 2026. Dengan kondisi ini, pemerintah menargetkan tidak ada lagi impor solar pada tahun tersebut.

Namun, Bahlil juga menekankan bahwa realisasi kebijakan ini masih menunggu kesiapan infrastruktur dan penyesuaian dengan jadwal operasional kilang yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero). Kementerian ESDM terus melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan.

Jika operasional penuh kilang baru dimulai pada Maret 2026, maka masih ada kemungkinan dilakukan impor dalam jumlah kecil pada awal tahun untuk menjaga ketahanan stok nasional. Bahlil menjelaskan bahwa keputusan impor pada Januari dan Februari akan dievaluasi sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Untuk jenis solar dengan cetane number 51 yang masih diimpor, pemerintah memastikan bahwa impor ini dilakukan secara selektif dan hanya untuk mendukung kelangsungan operasional industri dalam negeri yang membutuhkan kualitas solar yang lebih tinggi.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri dan mengembangkan teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan berbagai jenis solar, termasuk yang digunakan oleh industri berat. Dengan demikian, di masa depan diharapkan tidak ada lagi ketergantungan terhadap impor solar, baik untuk kebutuhan publik maupun industri.

Dalam upaya mencapai ketahanan energi nasional, pemerintah juga terus mendorong pengembangan energi terbarukan dan efisiensi penggunaan energi di berbagai sektor. Transformasi energi ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang erat antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta, Indonesia diharapkan dapat mencapai kemandirian energi dan menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam mengelola sumber daya energi secara berkelanjutan.

Data Riset Terbaru menunjukkan bahwa pengembangan kilang minyak dalam negeri, seperti RDMP Balikpapan, dapat meningkatkan ketahanan energi nasional hingga 40% dalam lima tahun ke depan. Studi kasus dari negara-negara seperti Brasil dan Argentina menunjukkan bahwa penerapan biodiesel dalam skala besar dapat mengurangi ketergantungan impor minyak hingga 60%.

Infografis menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan biodiesel, dengan luas lahan kelapa sawit mencapai 14 juta hektar. Dengan penerapan B50 secara penuh, Indonesia dapat menghemat devisa hingga USD 5 miliar per tahun.

Transformasi energi nasional bukan hanya tentang menghentikan impor, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem energi yang berkelanjutan dan mandiri. Mari bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi dan kemandirian nasional.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan