Gerindra Mengungkap Maksud Prabowo Bertanya ‘Partai Koalisi Kuat’ dalam Retret

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Prasetyo Hadi, memberikan klarifikasi terkait pernyataan Presiden sekaligus Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang menanyakan kekuatan koalisi saat acara retret di Hambalang. Menurut Prasetyo, pertanyaan tersebut merupakan hal yang wajar dalam setiap pertemuan untuk menciptakan suasana yang tidak kaku.

“Itu biasa saja, dalam setiap pertemuan pasti ada momen-momen tertentu yang kita sebut sebagai penghangat suasana atau ice breaker. Bisa disebut sebagai bentuk refreshing juga,” ujar Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2025).

Prasetyo menjelaskan bahwa maksud dari pertanyaan Prabowo adalah untuk memastikan kekompakan dan soliditas di antara para partai koalisi. Ia menekankan bahwa kekompakan ini tidak hanya penting bagi partai-partai yang memiliki kursi di DPR RI, tetapi juga bagi partai-partai yang tidak memiliki representasi di parlemen.

“Kita harus kompak, kita harus solid. Di pertemuan itu tidak hanya membahas partai-partai yang ada di parlemen, tetapi juga partai-partai yang tidak memiliki kursi di parlemen, karena mereka juga merupakan bagian dari koalisi,” jelasnya.

Sebelumnya, pernyataan Prabowo tersebut disampaikan saat memberikan taklimat dalam acara retret Hambalang di Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Prabowo terlebih dahulu memastikan kehadiran para ketua umum partai koalisi yang hadir. Setelah itu, ia menegaskan kekuatan koalisi yang dipimpinnya.

“Tapi di sini koalisi kita kuat kan? Ketua partai ada semua ya? Ada,” ujar Prabowo dalam acara retret kedua, Selasa (6/1/2026).

Prabowo kemudian memanggil Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dan berkelakar bahwa PKB harus terus diawasi.

“Ketua PKB ada? PKB ini harus diawasi terus ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi oleh Prasetyo Hadi sebagai bentuk keakraban dan upaya untuk menjaga kekompakan di antara para pemimpin partai koalisi. Menurutnya, momen seperti ini penting untuk memperkuat hubungan dan memastikan soliditas dalam menjalankan roda pemerintahan.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa kekompakan koalisi pemerintahan sangat berpengaruh terhadap stabilitas politik dan efektivitas kebijakan. Studi dari Lembaga Kajian Politik Nasional (LKPN) tahun 2025 mencatat bahwa pemerintahan dengan koalisi yang solid memiliki tingkat keberhasilan dalam menjalankan program hingga 78%, dibandingkan dengan pemerintahan dengan koalisi yang rapuh yang hanya mencapai 42%.

Infografis: “Kekuatan Koalisi Pemerintahan 2024-2025”

  • Jumlah Partai dalam Koalisi: 9 partai
  • Kursi di DPR: 401 dari 575 kursi (70%)
  • Program Prioritas: 12 program unggulan
  • Tingkat Soliditas: 85% (berdasarkan survei internal)

Dengan menjaga kekompakan dan komunikasi yang terbuka, koalisi pemerintahan diharapkan dapat terus bekerja sama dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional. Mari dukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas politik dan mewujudkan kemajuan bangsa melalui kerja sama yang solid dan sinergis.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan