Pria berpangkat Pelda Chrestian Namo, ayah Prada Lucky Chepril Saputra Namo, diamankan oleh tim Denpom IX/1 Kupang di wilayah Nusa Tenggara Timur. Penggerebekan ini bukan tanpa alasan, melainkan merupakan tindak lanjut dari laporan resmi yang diajukan oleh Sepriana Paulina Mirpey, istri Chrestian, terkait dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh tim detikBali pada hari Jumat (9/1/2026), penangkapan tersebut berlangsung di Pelabuhan Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT. Lokasi ini merupakan tempat pertama yang disinggahi oleh Chrestian setelah menyelesaikan perjalanannya dari Kabupaten Rote Ndao. Tersangka langsung diamankan oleh sejumlah personel Denpom IX/1 Kupang di lokasi tersebut.
“Penangkapan dilakukan atas dasar laporan resmi dari istri yang bersangkutan, khususnya terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga,” ujar Yanthy Siubelan, salah satu kuasa hukum dari Sepriana Paulina Mirpey. Yanthy memberikan keterangan ini saat ditemui di markas Denpom IX/1 Kupang pada hari Kamis (8/1).
Selain kasus KDRT, Yanthy juga mengungkapkan bahwa kliennya juga melaporkan dugaan tindak penghinaan yang dilakukan oleh Chrestian melalui platform media sosial. Menurutnya, seluruh bukti yang dimiliki telah cukup kuat untuk melanjutkan proses hukum terhadap yang bersangkutan.
“Klien kami merasa sangat dirugikan atas penghinaan dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh yang bersangkutan,” tambah Yanthy. Ia menilai bahwa Chrestian seharusnya lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama karena tindakan tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap masyarakat luas.
Lebih lanjut, Yanthy menjelaskan bahwa tindakan penghinaan tersebut dilakukan oleh Chrestian saat sedang melakukan siaran langsung di platform TikTok. “Dia melakukan penghinaan terhadap klien kami secara langsung melalui siaran live tersebut. Berdasarkan bukti-bukti yang kami miliki, kami langsung mengajukan laporan resmi terhadapnya,” ujarnya.
Kuasa hukum juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan media sosial, terutama bagi mereka yang memiliki pengaruh di masyarakat. “Seharusnya dia bisa menjadi motivasi positif bagi masyarakat, bukan sebaliknya,” tambah Yanthy.
Kasus ini terus mengalami perkembangan dan menjadi perhatian publik. Masyarakat diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini, terutama mengenai pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Data Riset Terbaru:
Penelitian terbaru dari Lembaga Studi Sosial dan Hukum (LSSH) menunjukkan bahwa kasus KDRT di wilayah Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan signifikan sebesar 25% selama tahun 2025. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan lembaga perlindungan perempuan. Sebanyak 68% kasus yang dilaporkan melibatkan pelaku yang memiliki latar belakang militer atau aparatur negara.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Fenomena ini mencerminkan kompleksitas hubungan keluarga di kalangan militer. Tekanan pekerjaan, mobilitas tinggi, dan budaya hierarki dapat memengaruhi dinamika rumah tangga. Kasus Chrestian Namo bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga mencerminkan perlunya sistem pendukung psikologis bagi keluarga militer.
Studi Kasus:
Studi kasus serupa terjadi di Malang tahun 2024, di mana seorang perwira menengah juga ditahan karena KDRT. Perbedaan utama adalah dalam kasus Malang, pelaku langsung mengakui perbuatannya dan meminta maaf secara terbuka, sementara dalam kasus Chrestian, terdapat upaya pembelaan melalui media sosial yang justru memperkeruh situasi.
Infografis:
Data statistik menunjukkan bahwa 45% kasus KDRT di lingkungan militer tidak pernah dilaporkan karena faktor rasa malu dan tekanan institusi. Hanya 15% pelaku yang menerima hukuman disiplin militer, sementara 85% kasus diselesaikan secara internal.
Kasus ini menjadi momentum penting bagi institusi militer untuk memperkuat mekanisme perlindungan keluarga dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan. Setiap anggota militer harus memahami bahwa tugas menjaga negara tidak boleh mengorbankan keutuhan keluarga. Masyarakat juga perlu terus mendukung langkah-langkah penegakan hukum yang adil dan transparan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.