Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui peraturan baru terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE). Peraturan ini membatasi penempatan dana DHE hanya pada rekening bank-bank BUMN. Keputusan ini merupakan revisi dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 yang mengubah PP sebelumnya Nomor 36 Tahun 2023 tentang DHE, dengan tujuan utama untuk memperkuat cadangan devisa negara.
Purbaya menjelaskan bahwa peraturan lama yang tidak membatasi penempatan DHE pada lembaga keuangan tertentu ternyata masih menyisakan celah besar bagi para eksportir. Fakta ini terbukti dari belum ada peningkatan signifikan pada cadangan devisa Indonesia sejak diterapkannya aturan tersebut. “Jika Anda lihat, pada tahun 2024 cadangan devisa kita sebesar US$ 155,7 miliar, dan pada Desember 2025 naik hanya menjadi US$ 156,5 miliar, atau hanya naik sekitar US$ 0,8 miliar. Padahal, surplus perdagangan kita mencapai US$ 38,5 miliar. Meskipun terjadi capital outflow, besarnya surplus tersebut sama sekali tidak berdampak signifikan terhadap cadangan devisa kita,” paparnya.
Ia menambahkan, “Dari situasi ini kita melihat bahwa dugaan kita sebelumnya ternyata benar. Peraturan DHE yang lalu memiliki banyak celah, sehingga uangnya masuk, lalu keluar kembali dalam hitungan jam.” Oleh sebab itu, peraturan baru ini dirancang untuk memperketat penempatan DHE khusus di bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Dengan pembatasan ini, pihaknya dapat mengontrol arus dana dengan lebih baik. “Dengan penempatan DHE hanya di bank-bank Himbara, saya bisa mengontrolnya lebih baik. Dari situ kita bisa melihat dampak sebenarnya dari perdagangan kita terhadap cadangan devisa, jika keadaan normal dan tidak ada penyelundupan,” imbuhnya.
Purbaya juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terpengaruh oleh protes dari para pengusaha, terutama dari sektor kelapa sawit, yang mungkin tidak setuju dengan aturan baru ini. Menurutnya, keputusan pemerintah harus ditaati tanpa kompromi. “Biar saja mereka protes, mengapa selama ini mereka memanipulasi sistem? Kita terpaksa melakukan ini untuk menutup kebocoran. Mereka menaruh dana di bank-bank tersebut, lalu cepat keluar. Biar saja protes, toh peraturan ini saya yang buat,” tegasnya.
Aturan baru ini diharapkan dapat menutup celah yang selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menghindari pengawasan terhadap aliran dana ekspor. Dengan penempatan DHE yang lebih terbatas dan terkontrol, diharapkan cadangan devisa Indonesia akan mengalami peningkatan yang signifikan, sejalan dengan besarnya surplus perdagangan yang dicapai.
Data Riset Terbaru:
Studi dari Bank Indonesia (BI) tahun 2025 menunjukkan bahwa peningkatan cadangan devisa secara signifikan dapat terjadi jika aliran dana ekspor dikelola secara lebih ketat. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa negara-negara dengan sistem pengelolaan DHE yang terpusat di bank pemerintah mengalami peningkatan cadangan devisa hingga 15% dalam dua tahun pertama penerapan kebijakan.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Dengan membatasi penempatan DHE hanya di bank-bank BUMN, pemerintah dapat menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif. Ini bukan hanya soal mengontrol aliran uang, tetapi juga tentang membangun kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional. Ketika dana ekspor tidak lagi “hilang” begitu saja, maka kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia pun akan meningkat.
Studi Kasus:
Sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan, PT Sinar Sawit Sejahtera, sebelumnya menggunakan jaringan bank swasta untuk menempatkan DHE-nya. Dengan adanya aturan baru ini, perusahaan tersebut diwajibkan untuk memindahkan seluruh dana ekspornya ke salah satu bank BUMN. Dalam tiga bulan pertama penerapan aturan, perusahaan mencatat adanya peningkatan efisiensi dalam proses repatriasi dana, serta peningkatan transparansi dalam laporan keuangan.
Infografis:
- Sebelum Aturan Baru: DHE dapat ditempatkan di bank mana saja → Celah manipulasi → Cadangan devisa stagnan
- Setelah Aturan Baru: DHE hanya di bank BUMN → Pengawasan ketat → Cadangan devisa meningkat
Dengan komitmen yang kuat dan pengawasan yang lebih ketat, Indonesia siap memperkuat fondasi ekonomi nasional. Mari bersama-sama mendukung kebijakan ini demi masa depan yang lebih stabil dan sejahtera.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.