Ada 19 Ribu Siswa Program Magang, Baru 4.535 yang Kantongi Sertifikat Higienis

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Program makanan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah kini menerapkan syarat wajib: sertifikat laik higiene dan sanitasi (SLHS). Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko keracunan pangan. Dari total 19.188 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang terdata, baru 4.535 unit yang dinyatakan lulus uji laboratorium dan mengantongi SLHS.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan bahwa meskipun jumlah tersebut terus bertambah, masih ada kesenjangan besar yang harus ditutup. “Ada 4.535 sudah lulus pemeriksaannya di lab,” ujar Benjamin dalam keterangan resmi, Kamis (8/1/2026).

Direktur Kesehatan Lingkungan (Kesling) Kementerian Kesehatan RI, dr Then Suyanti, MM, menjelaskan bahwa proses verifikasi SLHS mencakup berbagai aspek kritis. Salah satu tantangan utama yang dihadapi SPPG adalah kewajiban menggunakan air minum dalam kemasan untuk kegiatan memasak.

Kebijakan ini bertujuan memastikan tidak ada kontaminasi bakteri E. coli dalam bahan pangan yang disajikan. “Kalau dari Dinkes-nya dinyatakan lulus baru mereka keluarin, jadi ada banyak poin-poinnya, makanya terus dijaga,” jelas dr Then. “Termasuk air yang digunakan,” tambahnya.

Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan program ini dapat menjangkau 82 juta penerima makanan bergizi gratis paling lambat Mei 2026. Cakupan penerima manfaat akan diperluas, tidak hanya terbatas pada siswa sekolah umum, tetapi juga mencakup anak-anak di pesantren, pondok pesantren, serta anak-anak yang tinggal di jalanan dan belum terdaftar dalam sistem pendidikan formal.

Studi Kasus: Penerapan SLHS di Kediri
Di Kota Kediri, program Power Rangers yang menjadi bagian dari MBG berhasil menerapkan standar higiene tinggi. Mereka menggunakan air minum kemasan berkualitas tinggi dan melakukan pemeriksaan harian terhadap kebersihan peralatan memasak. Hasilnya, tidak ada satu pun kasus keracunan yang dilaporkan sejak program dimulai. Mereka juga rutin melakukan pelatihan kepada para relawan memasak tentang pentingnya kebersihan dan sanitasi dalam proses penyediaan makanan.

Infografis: Syarat SLHS untuk SPPG

  • Air Minum: Harus menggunakan air minum dalam kemasan
  • Peralatan Masak: Harus bersih dan bebas kontaminasi
  • Tenaga Memasak: Harus menjaga kebersihan pribadi
  • Lingkungan Masak: Harus bebas dari kotoran dan hewan
  • Pemeriksaan Laboratorium: Harus lolos uji bakteri E. coli dan bakteri lainnya

Dengan penerapan standar ketat ini, diharapkan program makanan bergizi gratis dapat memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat tanpa meninggalkan risiko kesehatan. Mari bersama-sama menjaga kualitas dan keamanan pangan untuk generasi masa depan Indonesia yang lebih sehat dan cerdas.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan