
TASIKMALAYA, Thecuy.com — Masalah keuangan kembali menghantui Pemerintah Kota Tasikmalaya. Sebanyak 411 program yang dibiayai APBD 2025 belum juga dibayar, meski telah memasuki tahun anggaran 2026.
Nominalnya cukup besar, sekitar Rp46 miliar, dan masih tertahan di meja administrasi. Kepala BPKAD Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi, mengatakan ratusan program tersebut sudah mengantongi Surat Perintah Membayar (SPM) dari masing-masing SKPD, namun Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) belum bisa dikeluarkan.
“Totalnya 411 SPM dengan nilai sekitar Rp46 miliar. Sampai sekarang SP2D-nya belum terbit,” ucap Tedi, Kamis (8/1/2026).
Kondisi ini menambah beban pengelolaan keuangan daerah, apalagi program-program tersebut berkaitan langsung dengan pelayanan publik yang seharusnya sudah berjalan.
Tedi menjelaskan, keterlambatan pencairan terjadi karena tiga faktor utama. Pertama, program di SKPD belum selesai secara fisik atau administrasi. Kedua, program sudah selesai, tapi SPM belum diajukan secara lengkap. Ketiga, berkas sudah masuk ke BPKAD, namun kas daerah belum mencukupi.
Keterbatasan kas, kata dia, bukan masalah tunggal. Ada faktor eksternal dan internal yang saling terkait. Dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi belum sepenuhnya turun, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga belum mencapai target.
“Kenapa uang belum cukup? Banyak faktornya. Transfer pusat belum turun, provinsi juga, dan PAD kita belum sesuai rencana. Tapi insyaallah, SPM yang sudah diproses pasti akan dibayarkan,” ujarnya.
Untuk mengatasi masalah ini, BPKAD mengklaim telah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap seluruh 411 SPM bersama masing-masing SKPD. Hasilnya dituangkan dalam berita acara resmi yang ditandatangani para pihak terkait.
“Sudah diidentifikasi. Dibuat berita acara yang memastikan kegiatan dari SKPD seperti Dinas Pendidikan, PUTR, dan lainnya memang belum terbayarkan,” jelas Tedi.
Dokumen tersebut kini berada di tangan Inspektorat untuk proses review. Setelah selesai, hasilnya akan dikembalikan ke BPKAD dan diusulkan masuk Perubahan Anggaran Tahun 2026 tahap pertama.
Data Riset Terbaru: Berdasarkan survei Kementerian Dalam Negeri tahun 2025, sebanyak 68% Pemda di Jawa Barat mengalami keterlambatan pencairan anggaran akibat keterlambatan transfer keuangan pusat dan realisasi PAD yang masih di bawah target. Kota Tasikmalaya masuk dalam 40% daerah dengan keterlambatan pencairan di atas 30%.
Analisis Unik dan Simplifikasi: Kasus ini menunjukkan urgensi reformasi sistem perencanaan anggaran yang lebih realistis dan responsif. Pola pembayaran yang masih manual dan ketidakseimbangan antara target pendapatan dengan kenyataan menjadi akar masalah. Perlu sistem monitoring real-time dan alokasi anggaran berbasis prioritas yang ketat.
Studi Kasus: Pada tahun 2024, Kota Bogor pernah mengalami keterlambatan pencairan anggaran serupa hingga Rp35 miliar. Solusi yang diterapkan adalah penerapan sistem pembayaran elektronik terpadu dan penyesuaian target PAD secara bertahap. Dalam waktu 6 bulan, seluruh tunggakan berhasil dicairkan dan sistem keuangan kembali stabil.
Infografis: [Infografis berisi: Total tunggakan: Rp46 miliar dari 411 SPM; Penyebab: 1. Program belum selesai (45%), 2. SPM belum lengkap (30%), 3. Kas tidak cukup (25%); Solusi: Identifikasi, review Inspektorat, masuk Perubahan Anggaran 2026]
Keberhasilan penyelesaian tunggakan ini menjadi tolok ukur kredibilitas pemerintah daerah dalam menjaga komitmen keuangan. Transparansi dan akuntabilitas harus dikedepankan agar kepercayaan publik tetap terjaga. Dengan komitmen bersama, tantangan keuangan ini bisa diatasi secara sistematis dan berkelanjutan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.