Serangan Jantung Mengintai Usia Muda, Perempuan 24 Tahun Alami Kejadian Ini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Serangan jantung yang selama ini dianggap hanya mengincar usia tua, kini mulai menghantui generasi muda. Seorang influencer asal Inggris, Faye Greenwood (24), menjadi bukti nyata bahwa penyakit jantung tidak lagi pandang usia. Ia harus menjalani transplantasi jantung setelah mengalami serangan jantung hebat saat sedang liburan di Paris, Prancis.

Saat pertama kali merasakan gejala, petugas medis di lokasi tidak langsung mengenali kondisinya. Mereka justru mengira Greenwood sedang mabuk. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit, tetapi harus menahan rasa sakit luar biasa selama berjam-jam sebelum mendapat penanganan intensif. Dalam unggahan media sosialnya, Greenwood mengungkapkan betapa menderitanya ia saat itu. Awalnya, ia berusaha mengabaikan rasa sakitnya, pulang, dan mencoba tidur. Namun kondisinya semakin memburuk hingga ia muntah darah.

Tunangannya, Ailbhe Lower, kembali memanggil bantuan medis. Greenwood akhirnya mendapat perawatan dan menjalani operasi. Dalam wawancaranya, Greenwood mengaku tidak pernah menyangka kejadian serius seperti serangan jantung bisa menimpanya. Rasa tidak percaya itu masih membekas, mengingat ia masih sangat muda.

Gejala yang ia alami sebelum serangan adalah nyeri dada hebat disertai muntah. Lower mengungkapkan bahwa penanganan Greenwood sempat terhambat karena kendala bahasa dan asumsi tenaga medis yang tidak serta-merta mencurigai serangan jantung pada wanita muda. Akibatnya, Greenwood harus menunggu sekitar 6,5 jam sebelum benar-benar dirawat. Sebelumnya, ia pernah didiagnosis mengidap kardiomiopati dilatasi, yaitu kondisi di mana jaringan ruang pemompaan utama jantung mengembang dan menipis, sehingga tidak mampu memompa darah secara optimal.

Meski demikian, kondisi tersebut belum tentu menjadi penyebab langsung serangan jantung yang dialaminya tahun lalu. Setelah kembali ke Inggris, Greenwood berhasil mendapatkan donor jantung. Ia menjalani transplantasi dan pulang dari rumah sakit hanya dalam waktu empat bulan. Ia menyampaikan rasa syukur dan kekagumannya atas kehidupan barunya dengan jantung yang sehat. “Sungguh masa yang gila! Sudah lima bulan sejak serangan jantung saya dan beberapa bulan sejak transplantasi jantung saya. Ya, saya memiliki jantung baru yang indah, saya benar-benar tidak percaya,” ujarnya.

Data Riset Terbaru:
Studi dari American Heart Association (2023) menunjukkan peningkatan signifikan serangan jantung pada usia produktif (20-40 tahun) sebesar 29% dalam dekade terakhir. Faktor risiko utama meliputi stres tinggi, pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol berlebihan. Penelitian di Universitas Indonesia (2024) mencatat bahwa 1 dari 5 kasus serangan jantung di Indonesia terjadi pada usia di bawah 40 tahun.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Gejala serangan jantung pada usia muda sering kali tidak khas dan mudah disalahartikan sebagai gangguan pencernaan atau kelelahan. Padahal, nyeri dada yang menjalar ke lengan, rahang, atau punggung, disertai sesak napas, keringat dingin, dan mual, adalah tanda bahaya yang harus segera ditangani. Kurangnya kesadaran masyarakat dan asumsi bahwa penyakit jantung hanya menyerang usia tua menjadi penghambat utama dalam penanganan dini.

Studi Kasus:
Kasus Faye Greenwood mencerminkan betapa pentingnya edukasi kesehatan jantung sejak usia muda. Meskipun ia memiliki riwayat kardiomiopati dilatasi, gaya hidup dan stres bisa memicu kondisi kritis. Kejadian ini menjadi pelajaran bahwa deteksi dini dan penanganan cepat sangat menentukan keselamatan nyawa.

Jangan anggap remeh kesehatan jantung hanya karena usia masih muda. Dengarkan tubuhmu, jaga pola hidup sehat, dan segera periksakan diri jika merasakan gejala tidak biasa. Kesehatan jantung adalah investasi terbaik untuk masa depan yang berkualitas.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan