Satpol PP Kota Banjar Selidiki Dugaan Jasa Sewa Pacar, Admin Dilarang Gunakan Nama Kota dan Dipantau

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Banjir laporan terkait maraknya jasa sewa pacar di Kota Banjar membuat Dinas Satpol PP turun tangan melakukan penyelidikan intensif. Pada Senin sore (5/1/2026), tim dari bidang penegakan perundang-undangan dan peraturan daerah turun ke lapangan menyusuri jejak admin akun yang kini menjadi sorotan.

Kepala Dinas Satpol PP Kota Banjar, Irwan Adhiawan, membenarkan bahwa pihaknya telah menelusuri sosok di balik layar akun tersebut. Admin yang diketahui perempuan muda berinisial DN, ternyata bukan warga asli Banjar, melainkan berasal dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Saat ditemui, wanita ini sedang melakukan siaran langsung di tempat terbuka, menawarkan layanan interaksi daring—dari obrolan santai, panggilan suara hingga video call.

Menurut Irwan, jasa ini ditujukan bagi mereka yang merasa kesepian dan butuh teman ngobrol, teman gaming, atau sekadar pendamping saat menghadiri acara sosial. Salah satu alasan utama permintaan jasa ini adalah untuk menghindari pertanyaan “kapan nikah?” atau “mana pacarnya?” yang seringkali memicu tekanan sosial, terutama di kalangan anak muda.

Target pasar utama jasa ini didominasi oleh Generasi Z, terutama laki-laki. Layanan yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari interaksi virtual seperti chat, voice call, video call, hingga pertemuan langsung dengan tarif tertentu. Namun, Satpol PP telah memberikan arahan tegas kepada admin agar tidak lagi mencantumkan nama Kota Banjar dalam promosinya dan tidak mengarah ke aktivitas negatif, apalagi prostitusi.

Jika terbukti mengarah ke praktik prostitusi, admin bisa dikenai sanksi berdasarkan Perda Kota Banjar Nomor 5 Tahun 2009 tentang Larangan Pelacuran yang mencakup sanksi pidana. Saat ini, pihak Satpol PP terus memantau aktivitas live admin tersebut guna mencegah penyebaran konten yang tidak sesuai.

Sebelumnya, laporan resmi telah diajukan oleh lembaga perempuan muslimah di Kota Banjar terhadap akun TikTok “Sewa Pacar” karena dianggap meresahkan dan berpotensi menjerumuskan generasi muda ke hal negatif. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Kota Banjar, yang menerima laporan tersebut, langsung menindaklanjutinya.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan survei Center for Southeast Asia Studies (2025), 68% remaja di kota-kota kecil Indonesia merasa tertekan dengan pertanyaan status hubungan di acara keluarga. Sementara itu, laporan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) 2025 mencatat peningkatan 120% kasus eksploitasi daring yang melibatkan remaja dalam tiga tahun terakhir, sebagian besar terkait dengan jasa teman daring yang berkedok “sewa pacar”.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Fenomena jasa sewa pacar mencerminkan dua sisi masalah sosial: tekanan sosial terhadap status pernikahan dan kesepian digital di era hiperkoneksi. Di satu sisi, layanan ini menjadi pelarian dari tuntutan budaya, namun di sisi lain, celah hukum dan kurangnya literasi digital membuatnya rentan disalahgunakan. Solusi jangka panjang membutuhkan pendekatan multidimensi: edukasi digital, ruang sosial yang inklusif, dan regulasi yang adaptif.

Studi Kasus:
Di Yogyakarta, program “Sahabat Tanpa Label” oleh komunitas lokal berhasil mengurangi permintaan jasa sewa pacar sebesar 40% dalam satu tahun dengan menyediakan ruang hangout aman dan kegiatan produktif bagi remaja yang merasa kesepian.

Infografis:

  • 68% remaja merasa tertekan dengan pertanyaan status hubungan
  • 120% peningkatan kasus eksploitasi daring (2022-2025)
  • 75% pengguna jasa sewa pacar berusia 17-25 tahun
  • 60% transaksi dilakukan melalui platform daring

Kesepian bukan aib, tapi isyarat bahwa kita butuh koneksi yang autentik. Alih-alih membeli ilusi kebersamaan, mari bangun komunitas yang saling mendukung tanpa judgment. Teknologi seharusnya mempersatukan, bukan memperdalam jurang kesepian. Mulailah dari lingkaran terdekatmu: sapa teman yang sering diam di grup, ajak ngobrol tetangga yang sendirian, atau ikut komunitas yang sesuai passion-mu. Kebahagiaan sejati lahir dari hubungan yang tulus, bukan transaksi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan