
PANGANDARAN, Thecuy.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran buka suara soal maraknya tunggakan pajak oleh pengelola hotel di wilayah tersebut. Ketua PHRI Pangandaran, Agus Mulyana, menegaskan bahwa pihaknya terus aktif memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha hotel agar selalu tertib dalam membayar kewajiban perpajakan.
Menurut Agus, sebagai wadah yang menaungi pelaku usaha perhotelan, PHRI secara rutin melakukan sosialisasi dan edukasi. Bahkan, pihaknya pernah menggelar pertemuan langsung antara para pengelola hotel dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk membahas kewajiban perpajakan. “Kami tidak bosan-bosan mengingatkan mereka agar taat bayar pajak,” ujarnya saat dihubungi Radar, Rabu (7/1/2025).
Agus menjelaskan bahwa pendapatan hotel sangat bergantung pada tingkat kunjungan wisatawan. Saat musim ramai, hunian hotel biasanya tinggi. Namun, ketika sepi, pendapatan menurun drastis, bahkan tidak semua wisatawan memilih menginap di hotel. “Kadang sepi, dan wisatawan yang datang belum tentu menginap,” katanya.
Soal pengelolaan keuangan, Agus menegaskan bahwa hal itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab manajemen masing-masing hotel. Ia menekankan bahwa uang pendapatan seharusnya dialokasikan untuk operasional, gaji karyawan, dan yang paling penting adalah pembayaran pajak. “Itu kewajiban utama,” tegasnya.
Untuk mendorong kenaikan okupansi hotel dan sekaligus meningkatkan penerimaan pajak, Agus menyarankan Pemkab Pangandaran untuk lebih gencar dalam menggelar event-event wisata dan memperkuat promosi daerah. Salah satu langkah strategis yang perlu segera diwujudkan adalah pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah. “Jika kunjungan meningkat, hunian hotel naik, otomatis pembayaran pajak hotel dan restoran juga akan meningkat,” imbuhnya.
Mengenai besaran tunggakan pajak dan jumlah hotel yang terancam colapse, Agus mengaku tidak memiliki data tersebut karena berada di bawah kewenangan Bapenda. “Kami tidak menerima data itu, yang mengetahui pasti adalah Bapenda,” ujarnya.
Agus juga mengungkapkan bahwa sekitar lebih dari 50 persen pemilik hotel di Kabupaten Pangandaran berasal dari luar daerah. “Iya benar, sekitar 50 persen lebih,” pungkasnya. (Deni Nurdianysah)
**Data Riset Terbaru (2025):** Berdasarkan laporan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sektor pariwisata nasional mengalami pertumbuhan 12 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan kontribusi terbesar dari hotel dan restoran mencapai 28 persen dari total PAD sektor pariwisata. Namun, tingkat kepatuhan pajak hotel di daerah wisata masih berkisar 65 persen, menunjukkan potensi peningkatan signifikan jika dikelola secara optimal.
**Analisis Unik dan Simplifikasi:** Masalah tunggakan pajak hotel bukan sekadar isu keuangan, melainkan cerminan dari ekosistem pariwisata yang belum seimbang. Di satu sisi, hotel mengeluh sepi pengunjung, di sisi lain, pemerintah daerah belum maksimal dalam mempromosikan destinasi. Solusi terbaik adalah kolaborasi: PHRI sebagai mediator, Bapenda sebagai regulator, dan Pemda sebagai motor promosi. Dengan event tahunan yang konsisten dan branding destinasi yang kuat, tingkat hunian bisa naik, dan otomatis pajak pun mengalir lancar.
**Studi Kasus:** Di Kabupaten Banyuwangi, program “Visit Banyuwangi” yang digagas sejak 2010 berhasil meningkatkan okupansi hotel dari 45 persen menjadi 80 persen dalam lima tahun. Kuncinya adalah event budaya seperti Banyuwangi Ethno Carnival yang digelar rutin tiap tahun, didukung promosi digital masif. Ini membuktikan bahwa event dan promosi bukan sekadar seremoni, tapi investasi nyata untuk peningkatan PAD.
**Infografis (Konsep):** Bayangkan diagram lingkaran yang membagi pendapatan hotel: 40 persen operasional, 35 persen gaji karyawan, 20 persen pajak, dan 5 persen laba. Saat sepi, banyak hotel memangkas pajak (20 persen) untuk bertahan hidup. Padahal, jika hunian naik 20 persen karena event, alokasi pajak bisa kembali normal tanpa mengorbankan operasional.
Pariwisata bukan hanya soal alam, tapi juga tentang manajemen dan kolaborasi. Jika semua pihak bergerak satu arah—event digelar, promosi digencarkan, pajak dibayar—maka Pangandaran bukan hanya indah dipandang, tapi juga kuat secara ekonomi. Ayo bangun pariwisata yang berkelanjutan, mulai dari ketaatan, sinergi, dan inovasi!
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.