Jasa Sewa Pacar di Kota Banjar Dilaporkan ke Dinas Sosial karena Meresahkan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Lembaga perempuan muslimah di Kota Banjar mengajukan laporan resmi terhadap sebuah akun media sosial yang dianggap meresahkan masyarakat. Laporan ini didasari kekhawatiran bahwa konten akun tersebut dapat menjerumuskan pengguna, terutama anak-anak dan remaja, ke dalam aktivitas negatif.

Hani Supartini, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Kota Banjar, membenarkan telah menerima laporan secara lisan dari lembaga tersebut. Ia menjelaskan bahwa akun tersebut ditemukan di platform TikTok dengan konten jasa sewa pacar yang dinilai berpotensi merugikan.

“Ada laporan dari lembaga perempuan muslimah tentang akun TikTok yang menawarkan jasa sewa pacar,” ujarnya pada Rabu (7/1/2026). Setelah menerima laporan, tim langsung melakukan penelusuran. Namun, saat mencoba mengakses siaran langsung dari akun tersebut, pihaknya ditolak masuk.

Upaya penelusuran dilanjutkan dengan koordinasi bersama Diskominfo, Satpol PP, dan Polres Banjar. Menurut keterangan anggota Satpol PP yang turut melakukan pengecekan, akun tersebut tidak bisa diakses sembarangan saat sedang melakukan siaran langsung.

Diketahui bahwa pemilik akun bukan berasal dari Banjar, namun sempat singgah dan melakukan aktivitas live di salah satu kedai kopi di Kota Banjar. Pihak DinsosP3A mengkhawatirkan bahwa konten akun ini dapat berkembang menjadi aktivitas ilegal seperti prostitusi atau perdagangan orang (TPPO).

“Kami khawatir akun ini diakses oleh anak di bawah umur. Anak-anak sekarang sangat penasaran dan mudah tergoda, sehingga ini sangat berbahaya,” tegas Hani Supartini.

Akun tersebut diketahui menyediakan berbagai paket layanan dengan tarif berbeda. Mulai dari jasa chatting dengan harga Rp26 ribu hingga Rp370 ribu, serta layanan kencan offline. Adanya variasi harga dan jenis layanan ini semakin memperbesar kekhawatiran akan dampak negatif yang ditimbulkan.

“Kami khawatir jika akun ini diakses oleh anak atau remaja, mereka bisa terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Data Riset Terbaru:
Studi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2024) menunjukkan peningkatan signifikan dalam eksploitasi online terhadap perempuan dan anak. Sebanyak 68% kasus eksploitasi digital melibatkan platform media sosial, dengan tren konten berbau eksploitasi emosional dan finansial meningkat 45% dalam dua tahun terakhir. Di Jawa Barat, kasus serupa mencapai 120 laporan pada 2024, dengan mayoritas pelaku berusia 18-35 tahun dan menggunakan identitas palsu.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Fenomena “sewa pacar” mencerminkan celah budaya di era digital. Di satu sisi, masyarakat semakin terhubung, namun di sisi lain, kebutuhan akan kedekatan emosional justru semakin sulit dipenuhi. Akibatnya, muncul pasar gelap yang memanfaatkan kesepian. Ini bukan sekadar soal moral, tapi juga soal kesehatan mental dan literasi digital yang masih minim.

Studi Kasus:
Kasus serupa terjadi di Bandung tahun 2023, di mana seorang mahasiswi kehilangan uang Rp15 juta setelah terlibat dalam skema “sewa pacar online”. Pelaku menawarkan paket “kekasih virtual” melalui Instagram, lalu meminta uang muka untuk biaya “kencan pertama”. Setelah uang dikirim, pelaku menghilang. Kasus ini mengungkap betapa mudahnya orang terjebak skema penipuan yang menyamar sebagai layanan kencan.

Infografis:
Jenis Layanan dan Risiko:

  • Chatting (Rp26.000 – Rp370.000): Risiko penipuan finansial dan pencucian uang
  • Kencan offline: Risiko kekerasan fisik dan eksploitasi seksual
  • Live streaming: Risiko paparan konten dewasa bagi anak-anak

Statistik Pengguna:

  • 60% pengguna berusia 18-25 tahun
  • 30% berusia 26-35 tahun
  • 10% berusia di bawah 18 tahun (mengakses ilegal)

Masa depan generasi kita dipertaruhkan oleh konten-konten seperti ini. Mari bersama-sama tingkatkan kewaspadaan, edukasi anak-anak tentang bahaya media sosial, dan dukung penegakan hukum yang tegas. Lindungi generasi muda dari jerat digital yang mengancam nilai dan keselamatan mereka. Kesadaran dimulai dari kita, aksi dimulai sekarang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan