Danantara Alihkan Saham Seri B Perusahaan Pelat Merah ke BP BUMN

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM telah melakukan pengalihan sejumlah saham Seri B perusahaan milik negara kepada Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Aksi ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 19 Tahun 2003 mengenai BUMN.

Berdasarkan informasi yang diungkapkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat 13 perusahaan pelat merah yang saham Seri B-nya dialihkan oleh DAM ke BP BUMN. Pengalihan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, keuangan, transportasi, hingga teknologi.

Salah satu contohnya adalah pengalihan saham Seri B di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebanyak 362.917.027 lembar, setara dengan 0,91% hak suara. Tindakan serupa juga dilakukan terhadap PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dengan jumlah 217.056.333 lembar atau 0,75% hak suara.

Selain itu, DAM juga mengalihkan saham Seri B di PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) sebanyak 54.087.737 lembar (0,64% hak suara) dan di PT PP (Persero) Tbk (PTPP) sejumlah 31.629.477 lembar (0,51% hak suara).

Di sektor perbankan, DAM menyerahkan saham Seri B di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sebanyak 84.206.665 lembar (0,60% hak suara). Selain itu, saham Seri B di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sejumlah 485.333.332 lembar (0,52% hak suara) juga dialihkan.

Pengalihan juga mencakup saham Seri B di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebanyak 806.109.768 lembar (0,53% hak suara) dan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebanyak 223.783.877 lembar (0,60% hak suara).

Di sektor transportasi, DAM mengalihkan 3.746.490.443 saham Seri B PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kepada BP BUMN, setara dengan 0,92% hak suara. Sementara itu, di sektor telekomunikasi, saham Seri B PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebanyak 516.023.535 lembar (0,52% hak suara) juga dialihkan.

DAM juga menyerahkan saham Seri B di PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) sebanyak 50.805.097 lembar, yang merupakan sekitar 1% dari total kepemilikan saham Seri B DAM di perusahaan tersebut. Di sektor industri, saham Seri B di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) sejumlah 34.570.229 lembar (0,51% hak suara) juga dialihkan, begitu pula dengan saham Seri B di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) sebanyak 154.771.174 lembar.

Data Riset Terbaru:
Studi terbaru dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menunjukkan bahwa pengalihan saham Seri B BUMN ke BP BUMN berpotensi meningkatkan efisiensi tata kelola perusahaan. Dengan pengelolaan yang lebih terpusat, diharapkan BUMN dapat lebih fokus pada pencapaian target strategis dan peningkatan nilai perusahaan secara jangka panjang.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Pengalihan saham Seri B ini dapat dilihat sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat struktur pengawasan terhadap BUMN. Dengan BP BUMN mengendalikan saham Seri B, pemerintah memiliki kendali lebih besar dalam pengambilan keputusan strategis, terutama dalam hal penunjukan direksi dan kebijakan perusahaan. Pendekatan ini bertujuan mengurangi intervensi politik langsung dan memastikan BUMN dijalankan secara profesional.

Studi Kasus:
Sebagai studi kasus, pengalihan saham Seri B di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menarik perhatian. Sebagai bank terbesar di Indonesia, pengalihan ini diharapkan dapat meningkatkan tata kelola perusahaan dan memperkuat posisi bank dalam menghadapi persaingan regional. Dengan BP BUMN sebagai pemegang saham Seri B, keputusan strategis seperti ekspansi ke pasar luar negeri atau pengembangan layanan digital dapat diambil dengan lebih cepat dan fokus.

Infografis:

  • Jumlah BUMN yang dialihkan saham Seri B: 13 perusahaan
  • Sektor terbanyak: Infrastruktur dan Keuangan
  • Total saham dialihkan: Lebih dari 7 miliar lembar
  • Dampak: Peningkatan tata kelola dan efisiensi pengambilan keputusan

Transformasi pengelolaan BUMN melalui pengalihan saham Seri B ke BP BUMN merupakan langkah strategis yang berpotensi membawa perubahan signifikan dalam kinerja perusahaan pelat merah. Dengan tata kelola yang lebih baik dan pengambilan keputusan yang lebih cepat, BUMN diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Mari dukung langkah ini dengan harapan BUMN semakin kompetitif dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan