Martin Scorsese merupakan seorang sutradara dan produser film ternama yang diakui secara global. Ia telah menghasilkan banyak film yang berkontribusi besar terhadap perkembangan dunia perfilman serta menciptakan momen-momen tak terlupakan bagi penonton. Karyanya seperti “Taxi Driver” mengupas kondisi psikologis seorang mantan prajurit, mencerminkan ketegangan dan keputusasaan di kota New York pada era 1970-an.
Sementara itu, “Goodfellas” menawarkan pengamatan mendalam mengenai kehidupan para gangster, dengan narasi cepat dan penuh intrik yang menggambarkan kompleksitas dunia kriminal. Film lainnya, “The Irishman,” mengeksplorasi tema penyesalan dan refleksi, sekaligus memberikan pendekatan segar dalam genre biografi melalui narasi berlapis dan pemanfaatan teknologi digital yang inovatif.
Dengan dedikasi dan keberaniannya menggali tema-tema rumit serta karakter-karakter mendalam, Scorsese telah menghasilkan film-film berkualitas tinggi yang meninggalkan warisan sinematik berharga.
Film Terbaik Martin Scorsese
1. Mean Streets (1973)

Mean Streets (1973) adalah film gangster dengan pendekatan unik, menonjolkan gaya visual kasar dan realisme yang menggambarkan dunia kriminal di New York. Disutradarai oleh Martin Scorsese, film ini mengikuti kehidupan Charlie (Harvey Keitel), seorang pemuda terperangkap antara tanggung jawab moral dan pengaruh negatif sahabatnya, Johnny Boy (Robert De Niro). Alur cerita singkat namun penuh detail menggali dilema etis dan emosional, menciptakan pengalaman sinematik energik dan mencekam.
2. Alice Doesn’t Live Here Anymore (1974)

Film ini berfokus pada Alice Hyatt (Ellen Burstyn), seorang wanita yang berjuang membangun kembali hidupnya setelah pernikahan yang gagal. Berlatar kota kecil Amerika Serikat, film ini menyajikan situasi emosional realistis dan menyoroti tema harapan, ketahanan, serta tantangan perempuan dalam masyarakat. Scorsese berhasil menciptakan karakter kompleks dengan dialog natural.
3. Taxi Driver (1976)

Travis Bickle (Robert De Niro), seorang supir taksi di New York, merasa terasing dan terobsesi. Ia menghadapi pergulatan emosional, terjebak dalam siklus insomnia dan kebencian terhadap lingkungan yang dirasakannya kotor dan korup. Perjalanan psikologis Travis mengungkap bagaimana keputusasaan dapat memicu perilaku ekstrem. Film ini mengeksplorasi tema kekerasan, ketidakadilan, dan pencarian identitas.
4. The Last Waltz (1978)

Film dokumenter ini menampilkan konser terakhir The Band, digabungkan dengan wawancara mendalam, memberikan gambaran komprehensif tentang penampilan di Winterland Ballroom. Dengan kehadiran musisi ternama seperti Bob Dylan dan Eric Clapton, film ini merayakan perjalanan musik dan warisan para artisnya.
5. Raging Bull (1980)

Robert De Niro memerankan Jake LaMotta, seorang petinju dengan kehidupan pribadi penuh emosi intens, kemarahan, dan kecemburuan. Sinematografi hitam-putih menciptakan nuansa dramatis, sementara transformasi fisik De Niro memberikan karakter yang rumit. LaMotta berkonfrontasi dengan lawan di ring dan konflik internal, mencerminkan kompleksitas manusia.
6. The King of Comedy (1983)

Rupert Pupkin (Robert De Niro) adalah penggemar komedi yang terobsesi dengan pengakuan dan ketenaran. Dalam pencariannya yang konyol dan penuh tantangan, ia terlibat dalam serangkaian tindakan berani yang melanggar norma. Scorsese merangkai nuansa tragis dan komedik, menciptakan pengalaman sinematik yang menggugah.
7. Goodfellas (1990)

Henry Hill (Ray Liotta) terjerat pesona kehidupan kriminal di bawah naungan mafia. Karakter-karakter seperti Jimmy Conway (Robert De Niro) dan Tommy DeVito (Joe Pesci) membawa keberanian dalam perilaku serta pilihan moral yang rumit. Ketegangan yang terbangun menciptakan sensasi yang menggugah empati sekaligus rasa takut.
8. Casino (1995)
Sam “Ace” Rothstein (Robert De Niro) adalah pengelola kasino yang cerdas, tetapi terjebak dalam intrik dan korupsi di Las Vegas tahun 70-an. Ginger McKenna (Sharon Stone) berjuang dengan masalah kecanduan dan ketidakpastian, sementara Nicky Santoro (Joe Pesci) menghadirkan sisi kekerasan. Film ini mengeksplorasi ambisi, keserakahan, dan konsekuensi dari pilihan-pilihan karakter.
9. After Hours (1985)

Paul Hackett (Griffin Dunne) mencari sedikit kebahagiaan di tengah hiruk-pikuk Manhattan, tetapi terperangkap dalam serangkaian peristiwa absurd dan sulit dipercaya. Setiap sudut malam itu, Paul bertemu dengan karakter-karakter eksentrik, menciptakan ketakutan dan rasa keterasingan yang menyelimuti kehidupan di kota besar.
10. The Color of Money (1986)

Eddie Felson (Paul Newman) telah beranjak tua, tetapi masih memiliki keinginan kuat untuk mencapai kesuksesan di arena permainan kolam. Vincent Lauria (Tom Cruise) adalah sosok energik dan ambisius. Film ini mengeksplorasi dinamika hubungan antara mentor dan murid, serta tema cinta, ego, dan pencarian identitas dalam konteks dunia perjudian.
11. The Age of Innocence (1993)

Film ini ngajak kita untuk melihat betapa rumitnya pertentangan antara norma sosial yang kaku dan hasrat pribadi yang mendalam. Ceritanya berlatar di New York pada tahun 1870-an dan membongkar bagaimana hubungan antar karakter bisa sangat rumit karena sejarah dan kelas sosial. Scorsese pakai sinematografi yang luar biasa dan desain produksi yang sangat detail untuk menciptakan suasana nostalgia yang kuat.
12. The Last Temptation of Christ (1988)

Film ini mengangkat tema perjuangan batin Yesus yang menghadapi godaan untuk menjalani kehidupan yang lebih manusiawi, menyoroti konflik antara sifat ilahi dan kemanusiaan yang ada dalam dirinya. Film ini memberikan ruang untuk refleksi mengenai makna pengorbanan dan pencarian identitas, terutama dalam konteks keyakinan.
13. Gangs of New York (2002)

Amsterdam Vallon (Leonardo DiCaprio) kembali ke kampung halamannya untuk menjalani misi balas dendam terhadap Bill the Butcher (Daniel Day-Lewis). Film ini menyoroti konflik antargeng, serta memberikan wawasan tentang kompleksitas dalam perjuangan identitas dan posisi dalam masyarakat yang terus berubah.
14. The Aviator (2004)

Howard Hughes (Leonardo DiCaprio) adalah tokoh penting dalam sejarah penerbangan dan dunia bisnis. Film ini menyoroti perjalanannya dari seorang pengusaha sukses dan ikon Hollywood menjadi individu yang menjalani perjuangan melawan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan paranoia.
15. The Departed (2006)

“The Departed” adalah film thriller yang menggambarkan ketegangan dan intrik dalam dunia kriminal di Boston. Film ini mengeksplorasi tema identitas serta pengkhianatan melalui narasi yang kompleks.
16. Shine a Light (2008)

Film dokumenter ini memberikan gambaran mendalam tentang perjalanan dan dinamika kelompok musik rock legendaris, The Rolling Stones. Tidak hanya menampilkan rekaman konser, tetapi juga mengeksplorasi hubungan antar anggota band yang telah terbentuk selama lebih dari lima dekade.
17. Shutter Island (2010)

Detektif Teddy Daniels (Leonardo DiCaprio) menyelidiki hilangnya seorang pasien dari rumah sakit jiwa yang terpencil. Film ini penuh liku-liku dan ada banyak elemen psikologis yang bikin kita lebih terlibat. Ini bukan sekadar thriller biasa, tapi juga sebuah perjalanan yang mengeksplorasi tema trauma, realitas, dan identitas.
18. Hugo (2011)

Hugo Cabret adalah seorang bocah yatim piatu yang tinggal di dalam stasiun kereta yang megah di Paris. Ia berjumpa dengan Isabelle, seorang gadis penasaran yang bikin perjalanan mereka semakin seru. Mereka berdua berusaha mengungkap misteri dari raksasa otomatis yang jadi simbol harapan dan cita-cita.
19. The Wolf of Wall Street (2013)

Jordan Belfort (Leonardo DiCaprio) adalah seorang broker saham yang terjebak dalam ambisi yang tak ada habisnya dan kejahatan korporasi yang merajalela. Film ini mengajak kita untuk merenungkan nilai-nilai moral di balik keserakahan manusia.
20. Silence (2017)
Baca juga games lainnya di Info game terbaru atau cek review mobile legends lainnya.

Penulis Berpengalaman 5 tahun.