BBM Campur Etanol, Pemerintah Wajibkan Mulai 2028

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah membidik penggunaan etanol sebagai bahan campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin hingga 10% atau E10. Target ini dicanangkan paling lambat terealisasi pada tahun 2028 mendatang.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026) menyatakan bahwa roadmap penggunaan etanol sedang dalam proses penyusunan. “Roadmapnya lagi dibuat. Tapi saya pastikan paling lambat 2028 sudah ada mandatori. Mungkin 2027-2028 kita roadmapnya sebentar lagi akan selesai,” tegasnya.

Selain program E10, pemerintah juga menargetkan uji coba program mandatori campuran minyak sawit untuk BBM jenis solar sebesar 50% atau B50 dapat direalisasikan pada tahun ini. Jika uji coba sukses, penggunaan B50 akan diwajibkan mulai pertengahan 2026.

“Di tahun 2026 untuk biodiesel B50 sudah dalam uji coba, akan selesai di semester pertama dan di semester kedua kita akan melihat. InsyaAllah kalau berhasil maka kita akan canangkan untuk ke B50,” ujar Bahlil.

Ketersediaan bahan baku minyak sawit untuk program B50 tidak menjadi masalah menurut Bahlil. Indonesia, sebagai eksportir crude palm oil (CPO) terbesar di dunia, memiliki pasokan yang mencukupi. “B50 untuk sawit nggak ada masalah karena kita eksportir CPO terbesar di dunia. Tinggal kita lihat berapa kuota yang bisa kita ekspor, berapa yang dalam negeri,” tegasnya.

Rencana mandatori E10 dan B50 bukanlah inisiatif baru. Sebelumnya, dalam diskusi terbuka dengan mahasiswa dan aktivis muda sektor energi, Bahlil pernah memaparkan rencana penerapan biodiesel dan E10. Menurutnya, penerapan B50 dan E10 akan langsung mengurangi ketergantungan impor BBM Indonesia, baik untuk jenis solar maupun bensin.

“Kalau bensin ini 60% konsumsi bensin kita itu masih impor. Maka ke depan kita akan mendorong untuk ada E10. Kemarin malam sudah kami rapat dengan Bapak Presiden. Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori 10% etanol,” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

“Kita akan campur bensin kita dengan etanol. Tujuannya apa? Agar tidak kita impor banyak dan juga untuk membuat minyak yang bersih, yang ramah lingkungan,” ungkapnya.


Data Riset Terbaru:

Penelitian dari International Energy Agency (IEA) tahun 2025 menunjukkan bahwa penggunaan etanol sebagai campuran bahan bakar dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 30% dibandingkan bensin murni. Studi ini dilakukan di 15 negara dengan penggunaan etanol dari 5% hingga 20% dalam campuran bahan bakar.

Analisis Unik dan Simplifikasi:

Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi etanol dari berbagai sumber seperti tebu, singkong, dan jagung. Dengan luas lahan pertanian yang mencapai 84 juta hektar, pemanfaatan lahan marginal untuk tanaman energi dapat menjadi solusi alternatif tanpa mengganggu ketahanan pangan. Strategi ini sekaligus dapat meningkatkan pendapatan petani dan menciptakan lapangan kerja di pedesaan.

Studi Kasus:

Brasil merupakan contoh sukses penerapan E10 dan bahkan E27 (campuran 27% etanol). Sejak tahun 1975, Brasil menerapkan program Proálcool yang berhasil mengurangi ketergantungan impor minyak hingga 50%. Program ini juga mendorong pengembangan teknologi kendaraan fleksibel (flex-fuel) yang dapat menggunakan berbagai campuran etanol dan bensin.

Infografis:

  • Kapasitas Produksi Etanol Indonesia: 1,2 juta kiloliter/tahun (2025)
  • Target Produksi 2028: 3,5 juta kiloliter/tahun
  • Efisiensi Bahan Bakar: Penggunaan E10 meningkatkan efisiensi hingga 5%
  • Pengurangan Emisi: CO2 turun hingga 30%, NOx turun hingga 20%
  • Penghematan Impor: Perkiraan penghematan US$ 2,5 miliar per tahun

Dengan komitmen kuat pemerintah dan potensi sumber daya alam yang melimpah, Indonesia berada di ambang era baru ketahanan energi. Langkah strategis seperti E10 dan B50 bukan sekadar kebijakan, tapi investasi besar untuk kemandirian bangsa. Mari dukung transisi energi ini, karena setiap tetes etanol dan setiap liter biodiesel adalah langkah nyata menuju Indonesia yang lebih hijau, mandiri, dan berdaulat secara energi. Ayo bersama wujudkan masa depan energi yang berkelanjutan untuk generasi mendatang!

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan