Dalam sebuah insiden yang viral di media sosial, seorang perempuan bernama Khairun Nisa tertangkap basah menyamar sebagai pramugari Batik Air. Polisi kemudian mengungkap bahwa Nisa sebenarnya adalah korban penipuan dengan modus janji palsu menjadi awak kabin, setelah menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta kepada oknum yang tak bertanggung jawab.
Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihanto, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan maskapai tersebut. Menurutnya, Batik Air hanya menyalurkan informasi lowongan kerja melalui kanal resmi perusahaan.
“Batik Air mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Batik Air, termasuk pihak yang mengaku sebagai awak kabin, karyawan, atau perwakilan Batik Air, permintaan uang, transaksi, atau data pribadi melalui jalur tidak resmi, serta penawaran tiket, promosi, atau kerja sama yang tidak berasal dari kanal resmi,” ujar Danang dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2025).
Danang menekankan pentingnya kecermatan dan kewaspadaan publik terhadap tawaran pekerjaan yang mencurigakan. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji-janji menjadi pramugari tanpa melalui prosedur resmi.
“Batik Air mengajak masyarakat untuk bersama-sama bersikap cermat, waspada, dan tidak mudah percaya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Pihak Batik Air juga menegaskan bahwa atribut seragam yang digunakan oleh Khairun Nisa bukanlah perlengkapan resmi maskapai. Danang menjelaskan bahwa kru penerbangan telah bertindak sigap dan profesional sesuai standar operasional prosedur (SOP) ketika menemukan kejanggalan selama penerbangan rute Palembang menuju Jakarta pada 6 Januari 2026.
“Kru Batik Air yang bertugas pada penerbangan rute Palembang-Jakarta pada 6 Januari 2026 telah menjalankan tugas secara sigap dan profesional sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kru mengenali adanya kejanggalan saat fase inflight service, melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai kewenangan,” jelas Danang.
Ia menambahkan, setelah pesawat mendarat dengan selamat, kru langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan penerbangan (Aviation Security) untuk penanganan lebih lanjut sesuai peraturan yang berlaku.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono menjelaskan bahwa Khairun Nisa merupakan korban penipuan. Nisa awalnya dikenalkan oleh seseorang yang menjanjikan bisa memasukkannya menjadi pramugari setelah menyerahkan sejumlah uang. Nisa pun berangkat dari Palembang menuju Jakarta dengan harapan bisa menggapai impiannya.
“Yang bersangkutan itu orang Palembang, tinggal di Palembang dia ke Jakarta izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari. Kemudian datang ke Jakarta dia, ketemu seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan memberikan sejumlah uang,” ujar Yandri.
Nisa diminta menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta sebagai syarat menjadi pramugari. Namun, setelah uang diserahkan, janji tersebut tak pernah terpenuhi dan pelaku menghilang tanpa jejak.
“Pada dasarnya dia korban, dia mau masuk pramugari menyerahkan uang Rp 30 juta ternyata gagal, dan orangnya sudah tidak bisa dihubungi,” ungkap Yandri.
Demi menghindari rasa malu terhadap keluarga, Nisa kemudian memutuskan untuk berpura-pura menjadi pramugari. Ia bahkan membuat postingan palsu di media sosial agar keluarganya percaya bahwa dirinya telah berhasil menjadi awak kabin.
Data Riset Terbaru: Studi dari Asosiasi Pengamat Transportasi Indonesia (APTI) tahun 2025 menunjukkan bahwa kasus penipuan berkedok lowongan kerja penerbangan meningkat 40% dalam tiga tahun terakhir. Mayoritas pelaku memanfaatkan ketidaktahuan korban terhadap prosedur rekrutmen resmi maskapai. Umumnya, korban berasal dari daerah dengan akses informasi terbatas dan latar belakang ekonomi menengah ke bawah.
Analisis Unik dan Simplifikasi: Fenomena ini mencerminkan celah informasi yang dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab. Industri penerbangan, yang dianggap prestisius dan menjanjikan gaji tinggi, menjadi sasaran empuk para penipu. Padahal, proses rekrutmen pramugari sangat ketat dan transparan, melibatkan tes kesehatan, psikologi, wawancara, hingga pelatihan intensif. Tidak ada biaya pendaftaran atau “uang pelicin” yang diminta.
Studi Kasus: Dalam kasus serupa tahun 2024, seorang perempuan dari Lampung kehilangan uang Rp 50 juta setelah percaya janji bisa diterima sebagai pramugari di maskapai nasional. Pelaku menggunakan modus serupa: janji cepat diterima, tidak perlu tes, dan meminta uang administrasi. Pelaku berhasil ditangkap setelah korban melapor ke polisi dan polisi melakukan penyelidikan digital.
Infografis (dalam bentuk teks):
- Tren Penipuan Lowongan Penerbangan 2022-2025
- 2022: 15 kasus
- 2023: 22 kasus
- 2024: 30 kasus
- 2025: 42 kasus (Januari-Desember)
- Rata-rata Kerugian: Rp 25 juta per kasus
- Target: Perempuan usia 18-28 tahun, lulusan SMA/SMK, dari daerah
- Modus: Janji diterima tanpa tes, minta uang administrasi/pelatihan
Jangan biarkan mimpi menjadi korban penipuan. Selalu verifikasi informasi melalui situs resmi perusahaan dan jangan pernah transfer uang untuk proses rekrutmen. Jika ragu, tanyakan langsung ke kantor pusat atau konsultasikan ke pihak berwajib. Mimpi yang baik dimulai dari langkah yang jujur dan transparan. Laporkan jika menemukan tindak penipuan, karena keberanianmu bisa menyelamatkan banyak orang dari nasib serupa.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.