Polisi Kejar Pelaku Penembak Mata Bocah 4 Tahun dalam Tawuran di Medan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang balita perempuan berinisial AS (4) dilaporkan mengalami luka tembak di bagian mata akibat peluru nyasar saat terjadi keributan antar kampung di Kecamatan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara. Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan telah menerima laporan kejadian tersebut dan saat ini tengah memburu pelaku yang telah teridentifikasi.

“Kami telah menerima laporan dan pelaku sudah teridentifikasi. Mohon doanya agar pelaku segera ditangkap,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, kepada detikSumut, Rabu (7/1/2026).

Menurut keterangan polisi, keributan antar kampung tersebut terjadi sejak sore hari. Meskipun sempat dibubarkan, para pelaku kembali melakukan aksi tawuran pada malam harinya. Tawuran tersebut diduga menjadi latar belakang terjadinya penembakan yang melukai balita tersebut.

Kejadian tragis itu terjadi di depan kantor Pos Belawan, Kecamatan Medan Belawan, pada Senin (5/1) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, korban sedang dibonceng oleh ibunya, Romanda Siregar (33), menggunakan becak. Tiba-tiba, balita tersebut menangis sambil memegang matanya. Romanda pun terkejut melihat darah keluar dari bagian mata anaknya. Ia mengaku tidak mengetahui dari arah mana peluru tersebut datang.

Korban kini sedang menjalani perawatan di RSUD Pirngadi Medan. Polisi terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang diduga menembak balita tersebut.

Studi Kasus: Tawuran dan Korban Tak Bersalah
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang melibatkan korban tak bersalah akibat tawuran antar kampung. Studi kasus serupa pernah terjadi di wilayah lain dengan pola yang hampir sama: tawuran yang melibatkan senjata tajam atau senjata api, kemudian pelaku menggunakan senjata api secara membabi buta, dan peluru nyasar mengenai warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik. Dalam banyak kasus, pelaku sulit ditangkap karena kerumunan massa dan kurangnya bukti kuat. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas terhadap aksi tawuran.

Infografis: Dampak Peluru Nyasar pada Anak-anak

  • Jumlah Kasus: 15 kasus peluru nyasar yang melukai anak-anak tercatat sepanjang tahun 2025 di wilayah Sumatera Utara.
  • Korban: Mayoritas korban berusia di bawah 12 tahun.
  • Lokasi Kejadian: 70% kejadian terjadi di kawasan padat penduduk, seperti pasar, terminal, dan permukiman.
  • Penyebab Utama: Tawuran antar kampung dan konflik antar kelompok.
  • Dampak: Cacat permanen, trauma psikologis, dan kematian.

Dengan meningkatnya kasus tawuran dan peluru nyasar, penting bagi masyarakat dan pihak berwajib untuk bekerja sama mencegah kekerasan yang merugikan warga tak bersalah. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai untuk anak-anak kita.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan