Pedagang di Pangandaran Akan Menjadi Sasaran Petugas BPS

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

PANGANDARAN, Thecuy.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi pada tahun 2026. Salah satu target utama dalam kegiatan ini adalah para pelaku usaha, termasuk para pedagang di pasar tradisional.

Sensus Ekonomi 2026 ini merupakan bagian dari pendataan menyeluruh terhadap seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BPS dengan tujuan memperbarui basis data ekonomi nasional setelah masa pandemi. Proses pengumpulan data akan berlangsung selama tiga bulan, mulai dari 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

Yudi M Nur Rakhmatillah, selaku Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kabupaten Pangandaran, menjelaskan bahwa sensus ini akan mencakup berbagai sektor usaha. Namun, sektor pertanian, jasa pemerintahan, pertahanan, serta kegiatan rumah tangga tidak termasuk dalam cakupan pendataan. Ia juga menyampaikan bahwa proses sosialisasi telah dimulai sejak Januari hingga Februari 2026, dilanjutkan dengan persiapan rekrutmen petugas pada Maret.

Seluruh petugas sensus yang akan ditugaskan nanti diharapkan berasal dari warga setempat, sesuai dengan domisili atau kecamatan masing-masing. Dalam pelaksanaannya, petugas akan menerima pelatihan pada bulan Mei mendatang. Syarat menjadi petugas meliputi domisili sesuai wilayah tugas, memiliki perangkat handphone sesuai ketentuan BPS, berusia maksimal 50 tahun, serta memiliki pendidikan minimal SLTA.

Proses pengumpulan data dalam Sensus Ekonomi 2026 akan menggunakan metode CAPI (Computer-Assisted Personal Interviewing), yaitu wawancara langsung menggunakan perangkat digital. Dengan metode ini, petugas akan melakukan pendataan secara langsung di lokasi usaha para responden.

Yudi berharap agar masyarakat Kabupaten Pangandaran dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus ini. Ia mengajak para pelaku usaha untuk menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi seakurat mungkin terkait kondisi usaha mereka. Data yang akurat sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan ekonomi di masa depan.

Di sisi lain, Sumini (40), seorang pedagang di Pasar Tradisional Pananjung, mengungkapkan bahwa dirinya belum menerima sosialisasi terkait rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada petugas atau pihak yang datang untuk memberikan informasi mengenai kegiatan tersebut.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan data BPS, sektor ekonomi non-pertanian di Kabupaten Pangandaran mengalami pertumbuhan signifikan pasca-pandemi. Sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai dinamika sektor-sektor tersebut.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan biasa, melainkan alat strategis untuk memahami struktur ekonomi daerah secara komprehensif. Dengan menggunakan teknologi digital, proses pengumpulan data menjadi lebih efisien dan akurat. Namun, tantangan utama terletak pada tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat, terutama di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah.

Studi Kasus:
Sebuah survei cepat yang dilakukan di wilayah Kecamatan Pangandaran menunjukkan bahwa sekitar 60% pelaku usaha mikro masih belum mengetahui tentang Sensus Ekonomi 2026. Hal ini menunjukkan perlunya intensifikasi sosialisasi yang lebih masif dan terstruktur.

Infografis (dalam bentuk teks):

  • Jumlah pelaku usaha di Kabupaten Pangandaran: sekitar 15.000 unit
  • Sektor dominan: perdagangan (40%), jasa (30%), pariwisata (20%)
  • Target partisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026: 100% pelaku usaha non-pertanian
  • Metode pengumpulan data: CAPI (Computer-Assisted Personal Interviewing)

Dukungan aktif dari seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Data yang akurat dan komprehensif akan menjadi dasar penting dalam merancang kebijakan ekonomi yang tepat sasaran. Mari bersama-sama memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan ekonomi daerah melalui partisipasi penuh dalam sensus ini. Keberhasilan pembangunan dimulai dari data yang benar.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan