Kawasan Situjuah Batua di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, kembali menjadi sorotan setelah munculnya lubang besar atau sinkhole di area persawahan Jorong Tepi. Fenomena ini bukanlah hal baru bagi masyarakat setempat, yang kerap menyebutnya dengan istilah Sawah Luluih. Menurut Ade Edwar, ahli geologi dari Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, kejadian ini kemungkinan besar berkaitan dengan keberadaan batuan kapur yang merupakan bagian dari bukit kapur di Halaban dan kawasan PLTA Agam.
Lokasi ini memang rawan mengalami sinkhole karena berada di atas formasi batuan kapur atau gamping. Meskipun tertutup oleh material erupsi Gunung Sago yang membuat tanah menjadi subur dan ideal untuk pertanian, sifat batuan kapur yang mudah larut ketika terkena air hujan menjadi faktor utama terbentuknya lubang-lubang besar tersebut. Proses pelarutan secara alami ini dapat menyebabkan retakan pada lapisan tanah di atasnya, yang pada akhirnya runtuh dan menciptakan fenomena sinkhole.
Fenomena ini sebenarnya dapat terjadi secara perlahan tanpa disadari, namun dalam beberapa kasus bisa terjadi secara tiba-tiba dengan dampak yang cukup dramatis, terutama jika terjadi di kawasan yang padat aktivitas manusia. Selain faktor alam seperti jenis batuan dan sirkulasi air tanah, aktivitas manusia seperti konstruksi dan pembangunan juga dapat memicu terjadinya sinkhole lebih cepat dari kondisi alami. Profesor Shimon Wdowinski dari Florida International University menjelaskan bahwa aktivitas manusia yang mengganggu lapisan bawah permukaan dapat meningkatkan risiko terjadinya keruntuhan tanah dan sinkhole.
Untuk mencegah kecelakaan dan meminimalkan risiko, Ade Edwar menyarankan agar pemerintah setempat atau masyarakat segera menutup atau menimbun lubang tersebut dengan material tanah, pasir, batu, dan melakukan pengecoran. Upaya ini penting untuk menjaga keselamatan warga sekitar dan mencegah terjadinya keruntuhan lebih lanjut.
Sinkhole paling sering terjadi di daerah karst, yaitu wilayah di mana batuan di bawah permukaan tanah dapat larut secara alami oleh air yang mengalir melaluinya. Proses pelarutan ini terjadi ketika air hujan meresap ke dalam tanah dan mulai melarutkan batuan kapur atau gamping. Jika lapisan tanah di atas tidak cukup kuat untuk menahan beban, maka secara tiba-tiba dapat runtuh dan menciptakan lubang besar di permukaan.
Selain faktor alam, perubahan hidrologi seperti penurunan permukaan air tanah, perubahan gradien air tanah, dan gangguan terhadap sistem hidrologi alami juga dapat memicu terjadinya sinkhole. Department of Environmental Protection menjelaskan bahwa aktivitas manusia seperti pembangunan infrastruktur, penggalian tanah, dan perubahan pola penggunaan lahan dapat menyebabkan ketidakstabilan dalam sistem hidrologi, yang pada akhirnya memicu terjadinya runtuhan.
Data Riset Terbaru:
Studi terbaru dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan bahwa frekuensi kejadian sinkhole di Indonesia meningkat 30% dalam dekade terakhir. Penelitian ini memetakan 15 wilayah rawan sinkhole di Indonesia, dengan Sumatera Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan menjadi tiga provinsi dengan risiko tertinggi. Faktor utama yang menyebabkan peningkatan ini adalah eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dan perubahan tata guna lahan yang tidak terkendali.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Sinkhole sebenarnya adalah proses alamiah yang telah terjadi selama jutaan tahun. Namun, kecepatan dan frekuensinya yang meningkat dewasa ini justru dipicu oleh aktivitas manusia. Analoginya seperti es krim yang mencair di bawah sinar matahari – prosesnya alami, tetapi jika kita meniupkan udara panas (aktivitas manusia), proses pencairan akan jauh lebih cepat dan tidak terduga.
Studi Kasus:
Kasus sinkhole di Situjuah Batua menjadi pelajaran penting tentang pentingnya memahami kondisi geologi sebelum melakukan aktivitas pembangunan. Sebuah studi kasus oleh Universitas Andalas menunjukkan bahwa sejak tahun 2015, telah tercatat 12 kejadian sinkhole di kawasan ini, dengan diameter lubang yang bervariasi dari 2 meter hingga 15 meter. Yang menarik, 8 dari 12 kejadian tersebut terjadi setelah musim hujan yang intensif, menunjukkan korelasi langsung antara curah hujan dan aktivitas geologi di daerah karst.
Infografis:
- Wilayah Rawan Sinkhole di Indonesia: Sumatera Barat (35%), Jawa Timur (25%), Kalimantan Selatan (20%), Sulawesi Selatan (10%), Daerah Lainnya (10%)
- Faktor Pemicu: Aktivitas Manusia (60%), Curah Hujan Tinggi (30%), Getaran Seismik (10%)
- Dampak Ekonomi: Kerugian rata-rata Rp 2,5 miliar per kejadian akibat kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian
Dengan meningkatnya frekuensi kejadian sinkhole, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam menghadapi fenomena alam ini. Pemahaman yang baik tentang kondisi geologi, perencanaan tata ruang yang bijaksana, serta penerapan teknologi mitigasi bencana dapat membantu mengurangi risiko dan kerugian yang ditimbulkan. Mari kita jadikan alam sebagai mitra, bukan musuh, dengan memahami dan menghormati proses-proses alamiah yang terjadi di sekitar kita.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.