Fraksi Partai Gerindra Tegaskan Dukungan Kepemimpinan Dwitunggal Cecep-Asep demi Perubahan Kabupaten Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan refleksi akhir tahun atas perjalanan pemerintahan daerah sepanjang 2025.

Gerindra menegaskan harapan agar kinerja Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat melangkah lebih maju dan menghadirkan perubahan yang nyata bagi masyarakat pada tahun 2026.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana, menyampaikan bahwa sebagai partai pengusung utama, Gerindra menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi agar mampu memberikan kontribusi konkret dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

β€œPemerintahan yang diusung oleh Partai Gerindra ini harus benar-benar terasa kehadirannya di tengah masyarakat, terlihat hasilnya, dan memberi manfaat nyata,” ujar Usman, Senin 5 Januari 2026.

Menurutnya, tahun 2026 harus menjadi momentum perubahan dengan menghadirkan terobosan-terobosan strategis, terutama program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Ia mengakui bahwa dalam perjalanan pemerintahan Cecep–Asep masih terdapat berbagai tantangan, permasalahan, serta kekurangan yang perlu segera dibenahi.

Usman juga menekankan pentingnya kepemimpinan dwitunggal antara Bupati dan Wakil Bupati. Ia berharap keduanya dapat menunjukkan kekompakan dan sinergi dalam menjalankan roda pemerintahan.

β€œKami tidak ingin melihat kepemimpinan ini berjalan sendiri-sendiri. Jangan sampai bupati melangkah sendiri sementara wakilnya tertinggal. Kepemimpinan Cecep–Asep harus benar-benar dwitunggal,” tegasnya.

Ia menambahkan, Partai Gerindra berharap selalu dilibatkan dalam komunikasi strategis pemerintahan daerah, mengingat sejak awal perjuangan politik dilakukan secara bersama-sama.

Lebih lanjut, Usman menyampaikan bahwa Gerindra memiliki konsep dan desain besar untuk mendorong kemajuan Kabupaten Tasikmalaya, mulai dari perbaikan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, hingga penguatan sektor ekonomi masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya

β€œKami berharap relasi antara Bupati dan Wakil Bupati ini linier, saling menguatkan, serta mampu membangun hubungan yang baik dengan DPRD sebagai mitra kerja,” katanya.

Menurut Usman, hubungan antara eksekutif dan legislatif harus dibangun dalam satu tarikan napas. Hal itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar yang menempatkan keduanya sebagai bagian dari pemerintahan daerah.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada akhir Desember 2025, sebanyak 68% masyarakat Kabupaten Tasikmalaya menilai kinerja pemerintah daerah masih perlu ditingkatkan, terutama di bidang pelayanan publik dan penyerapan anggaran. Sementara itu, indeks kepuasan masyarakat terhadap infrastruktur jalan mencapai 55%, menunjukkan bahwa masih banyak ruas jalan yang membutuhkan perbaikan. Di sektor ekonomi, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Tasikmalaya mencatatkan angka 7,2% pada kuartal IV 2025, sedikit menurun dari tahun sebelumnya namun masih di atas rata-rata nasional.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Fenomena dualisme kepemimpinan yang diingatkan oleh Fraksi Gerindra bukanlah isu baru dalam tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia. Namun, kunci keberhasilan terletak pada kemampuan Bupati dan Wakil Bupati untuk membangun sistem kerja yang saling melengkapi, bukan bersaing. Dalam konteks Kabupaten Tasikmalaya, potensi besar terdapat pada sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM yang masih belum tergarap secara optimal. Penerapan teknologi digital dalam pelayanan publik dan sistem penganggaran partisipatif dapat menjadi terobosan strategis untuk mempercepat perubahan.

Studi Kasus:
Kabupaten Banyuwangi menjadi contoh sukses bagaimana sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati mampu mengangkat potensi daerah. Melalui program “Banyuwangi Festival” yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, sektor pariwisata tumbuh pesat dan mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal. Pola serupa dapat diterapkan di Kabupaten Tasikmalaya dengan memaksimalkan potensi wisata alam seperti Gunung Galunggung dan budaya Sunda yang kaya.

Infografis Konsep:

  • Pilar Utama Pembangunan:

    1. Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan
    2. Peningkatan Kualitas SDM melalui Pendidikan dan Pelatihan
    3. Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan
    4. Penguatan Ekonomi Kerakyatan melalui UMKM dan Koperasi
    5. Pelestarian Lingkungan dan Budaya Lokal
  • Target 2026:

    • Penurunan angka kemiskinan menjadi di bawah 8%
    • Penyerapan anggaran di atas 90%
    • Peningkatan jumlah wisatawan domestik sebesar 25%
    • Penambahan 10.000 lapangan kerja baru

Pemerintahan yang solid dan visioner bukanlah tentang siapa yang paling banyak berbicara, melainkan tentang siapa yang paling banyak bekerja nyata. Tahun 2026 harus menjadi bukti nyata bahwa kerja sama yang harmonis antara Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh stakeholder mampu menciptakan perubahan yang bermakna bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Mari bersama-sama menjadikan tahun ini sebagai momentum kebangkitan dan kemajuan yang berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan