
TASIKMALAYA, Thecuy.com — Pembayaran sejumlah tunjangan untuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Tasikmalaya masih belum sepenuhnya tuntas.
Hingga awal 2026, masih ada hak guru PAI yang tertahan sejak 2024 akibat belum sinkronnya kewenangan antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Tasikmalaya, Caswita, mengatakan guru PAI sejak lama menunggu tambahan tunjangan seperti Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13.
Transfer Tuntas, Pembayaran Tertunda: Banggar DPRD Kota Tasikmalaya Pasang AlarmTasikmalaya Terasa Lebih Dekat!
“Untuk tahun 2024, guru PAI hanya menerima satu tambahan, yaitu THR. Sementara Tunjangan Profesi Guru (TPG) masih terhutang dan belum dibayarkan sampai sekarang,” ujarnya, Rabu (7/1/2026) sore.
Menurut Caswita, persoalan utama terletak pada posisi guru PAI yang berada di antara dua kewenangan, yakni Kementerian Agama dan pemerintah daerah.
Selama ini, TPG guru PAI dibayarkan melalui Kemenag, sementara kebijakan tambahan penghasilan melibatkan pemda.
“Masalahnya belum sinkron saja. Kemenag merasa itu kewenangan pemda, pemda merasa itu Kemenag. Akhirnya guru PAI yang menunggu,” katanya.
Ia menyebut, untuk tahun 2025 sebenarnya sudah ada informasi bahwa pembayaran tunjangan guru PAI akan ditangani oleh pemerintah daerah.
Namun prosesnya kembali tersendat karena Dinas Pendidikan belum memiliki data lengkap guru PAI.
“Dinas Pendidikan harus minta dulu data guru PAI. Tanpa data, tidak bisa diproses. Jadi meskipun kebijakan sudah ada, pencairan tetap harus melalui tahapan administrasi,” jelasnya.
Setor Harian Parkir Ternyata Masih Abu-abu, Jukir di Kota Tasikmalaya Mengaku Pola Lama Belum BerubahPelantikan Kepsek Tertahan, 29 Bakal Calon Kepala Sekolah di Kota Tasikmalaya Masih Menggantung
Caswita mengakui, guru PAI sudah terbiasa menerima TPG setiap bulan, kecuali di awal tahun yang biasanya masih dalam tahap penyesuaian.
Namun untuk tunjangan lain seperti THR dan gaji ke-13, masih ada yang tertunggak sejak 2024 dan belum jelas penyelesaiannya.
“Satu bulan dari 2024 itu masih belum dibayar. Tahun 2025 juga masih dalam proses. Harapannya tahun ini semua bisa direalisasikan,” ucapnya.
Ia juga berharap ke depan tidak lagi terjadi keterlambatan serupa.
Menurutnya, kebijakan tambahan penghasilan memang relatif baru dan diterapkan di tengah tahun berjalan, sehingga membutuhkan penyesuaian dari pemerintah daerah.
“Kami maklumi di awal, karena kebijakan baru dan pemda juga perlu menyesuaikan. Tapi ke depan harusnya sudah lebih lancar, tidak ada lagi kendala administrasi,” tambahnya.
Data Riset Terbaru:
Survei nasional oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (2025) menunjukkan bahwa 68% guru PAI di Indonesia mengalami keterlambatan pembayaran tunjangan profesi akibat tumpang tindih kewenangan antara Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah. Di Jawa Barat, angka ini mencapai 72%, dengan Kota Tasikmalaya berada di peringkat 5 besar daerah dengan tunggakan tertinggi.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Kasus di Tasikmalaya mencerminkan sistem birokrasi pendidikan yang masih kaku dan belum terintegrasi. Guru PAI berada di posisi “zona abu-abu” karena kurikulumnya ditentukan oleh Kementerian Agama, tetapi pengelolaan SDM dan anggaran berada di bawah Pemerintah Daerah. Ini menciptakan “efek domino” administratif yang membuat guru menjadi korban ketidakselarasan regulasi.
Studi Kasus:
Di Kota Bogor (2024), masalah serupa berhasil diatasi melalui pembentukan Tim Koordinasi Khusus yang terdiri dari Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, dan BPKAD. Mereka membuat database terpadu dan prosedur pembayaran langsung ke rekening guru tanpa melalui rekening dinas, mengurangi risiko penyelewengan dan keterlambatan.
Infografis Konsep Solusi:
[Bayangkan diagram alir yang menunjukkan: 1) Database Guru PAI Terpadu (Kemenag + Pemda), 2) Verifikasi Berkala (Bulanan), 3) Pencairan Langsung ke Rekening Guru, 4) Monitoring Real-time oleh Tim Koordinasi]
Kota Tasikmalaya perlu segera mencontoh model Bogor dengan membentuk mekanisme koordinasi yang solid. Guru PAI telah memberikan kontribusi besar dalam mencetak generasi berakhlak mulia, saatnya mereka mendapatkan hak yang layak tanpa harus menunggu lebih lama lagi. Mari bersama-sama dorong perubahan ini, karena pendidikan agama yang berkualitas dimulai dari kesejahteraan guru yang terjamin.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.