Tidur Berkualitas Tidak Selalu 8 Jam: Fakta Sebenarnya Menurut Pelatih Tidur

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Ternyata selama ini banyak dari kita terjebak oleh mitos bahwa kualitas tidur yang optimal hanya bisa diraih dengan durasi tidur tepat 8 jam setiap malamnya. Anggapan ini telah mengakar kuat dalam masyarakat, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Seorang pakar tidur bersertifikasi internasional, Vishal Dasani, yang telah menangani ratusan klien dari berbagai latar belakang, mengungkap fakta mengejutkan tentang kebutuhan tidur manusia.

Dalam sesi wawancara eksklusif dengan Thecuy.com, Coach Vishal dengan tegas menyatakan bahwa standar 8 jam tidur bukanlah ukuran mutlak. “Memang ada sebagian orang yang memang membutuhkan tidur 8 jam penuh, tapi kenyataannya tidak semua manusia memiliki kebutuhan yang sama persis,” jelasnya dengan nada tegas. Ia menekankan bahwa kebutuhan tidur setiap individu sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, usia, aktivitas fisik harian, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Berdasarkan penelitian ilmiah terkini yang telah dilakukan selama puluhan tahun, Coach Vishal menjelaskan bahwa rentang durasi tidur ideal untuk orang dewasa berkisar antara 7 hingga 9 jam per malam. “Fokusnya bukan pada angka 8 jam, tapi pada rentang 7-9 jam tersebut. Ada orang yang sudah merasa segar bugar dengan tidur 7 jam, sementara yang lain justru membutuhkan 9 jam atau bahkan lebih,” paparnya.

Rentang waktu ini bukan tanpa alasan. Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian yang berbeda-beda, dan kebutuhan regenerasi sel pun bervariasi antar individu. “Kuncinya adalah mendengarkan tubuh sendiri. Jika Anda bangun dengan perasaan segar, berenergi sepanjang hari, dan konsentrasi yang baik, itu pertanda durasi tidur Anda sudah tepat, meskipun mungkin tidak persis 8 jam,” tambahnya.

Tapi bagaimana jika durasi tidur terlalu singkat? Coach Vishal mengingatkan bahwa kuantitas tetap menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas tidur. “Tidak mungkin ada tidur berkualitas jika durasinya terlalu pendek. Minimal harus mencapai batas bawah dari rentang ideal, yaitu 7 jam,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa dalam 7 jam tersebut, tubuh minimal harus melewati 4-5 siklus tidur lengkap, yang masing-masing siklusnya berlangsung sekitar 90 menit.

Selain durasi, Coach Vishal menekankan tiga pilar utama lainnya dalam menentukan kualitas tidur. Pertama adalah kedalaman tidur atau “pulas”. Banyak orang beranggapan bahwa tidur pulas berarti tidak boleh terbangun sama sekali sepanjang malam. “Ini adalah kesalahpahaman besar,” kata Coach Vishal. “Sangat normal jika terbangun di tengah malam, asalkan tidak terlalu sering dan bisa kembali tertidur dengan cepat.”

Pilar kedua adalah konsistensi. “Kualitas tidur juga ditentukan oleh keteraturan pola tidur. Tidur larut malam di hari kerja lalu mencoba mengganti dengan tidur seharian di akhir pekan tidak akan memberikan kualitas tidur yang optimal,” jelasnya. Ia menyarankan untuk menjaga jadwal tidur yang konsisten, bahkan di hari libur sekalipun.

Pilar ketiga yang paling penting adalah efek restoratif tidur. “Tidur yang berkualitas harus mampu memulihkan seluruh fungsi tubuh dan pikiran. Ciri-cirinya adalah bangun dengan mood yang baik, energi yang stabil sepanjang hari, konsentrasi yang tajam, dan kemampuan berempati yang baik,” papar Coach Vishal.

Ia juga mengungkapkan bahwa kualitas tidur tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental dan hubungan sosial. “Orang yang tidurnya berkualitas cenderung lebih sabar, lebih empatik, dan lebih mampu mengelola stres,” tambahnya.

Dalam praktiknya, Coach Vishal selalu menyarankan kliennya untuk melakukan self-assessment terhadap pola tidurnya. “Catat berapa jam Anda tidur, kapan Anda bangun, dan bagaimana perasaan Anda sepanjang hari. Dari situ Anda bisa menemukan pola yang paling sesuai dengan tubuh Anda,” sarannya.

Untuk mendukung tidur berkualitas, Coach Vishal juga memberikan beberapa tips praktis. Pertama, hindari paparan layar elektronik minimal 1 jam sebelum tidur. Kedua, ciptakan rutinitas malam yang menenangkan seperti membaca buku atau meditasi. Ketiga, pastikan kamar tidur dalam kondisi gelap, dingin, dan sunyi. Keempat, hindari konsumsi kafein dan alkohol di malam hari.

Data riset terbaru dari National Sleep Foundation (2025) menunjukkan bahwa hanya 35% penduduk Indonesia yang mendapatkan tidur berkualitas sesuai standar. Sisanya mengalami berbagai gangguan tidur, mulai dari insomnia ringan hingga sleep apnea. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan data tahun 2020 yang hanya 22%.

Studi kasus yang ditangani Coach Vishal menunjukkan pola yang menarik. Seorang eksekutif muda berusia 32 tahun yang sebelumnya memaksakan diri tidur 8 jam setiap malam, ternyata hanya membutuhkan 7 jam 15 menit untuk merasa optimal. Setelah menyesuaikan pola tidurnya, produktivitas kerjanya meningkat 40% dan kualitas hubungan pribadinya juga membaik.

Sebaliknya, seorang ibu rumah tangga berusia 45 tahun justru membutuhkan 9 jam tidur untuk bisa berfungsi optimal. Selama bertahun-tahun ia merasa lelah dan mudah marah karena memaksakan diri tidur 7 jam seperti kebanyakan orang di sekitarnya.

Dalam era modern yang serba cepat ini, kualitas tidur sering kali diabaikan demi mengejar produktivitas. Padahal, tidur yang berkualitas justru menjadi fondasi utama untuk mencapai performa terbaik dalam segala aspek kehidupan. Daripada terpaku pada angka 8 jam, lebih baik fokus pada bagaimana tubuh dan pikiran Anda merespons durasi tidur yang Anda dapatkan. Dengarkan kebutuhan unik tubuh Anda, karena setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda. Mulailah hari ini dengan komitmen untuk memahami dan memenuhi kebutuhan tidur Anda secara personal, bukan berdasarkan standar umum yang mungkin tidak sesuai. Ingat, tidur bukanlah waktu yang terbuang, melainkan investasi terbaik untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan Anda di masa depan.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan