Sampah Menumpuk di Jalan Pasar Cimanggis Tangsel, Bau Busuk Mengganggu Warga

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Warga di sekitar Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah yang menumpuk tinggi dan mengeluarkan bau busuk. Tumpukan sampah ini telah menumpuk sejak kemarin dan belum juga diangkut oleh petugas kebersihan.

Dana, seorang warga Tangsel, mengatakan bahwa dia sempat melewati lokasi tersebut kemarin sore dan kembali melewati pagi tadi saat mengantar istrinya. Menurutnya, tumpukan sampah masih berada di tempat yang sama tanpa ada tindakan pengangkutan.

“Sampah itu terlihat seperti sampah rumah tangga karena kebanyakan dibungkus dengan plastik kresek,” ujar Dana saat dihubungi pada Selasa (6/1/2026).

Tumpukan sampah yang membusuk tersebut berada di pinggir jalan dan bahkan terlihat alat berat buldozer di lokasi. Bau busuk yang menyengat membuat warga sekitar merasa terganggu, apalagi sampah sudah menumpuk selama beberapa hari. Dana menduga penyebab penumpukan ini adalah adanya permasalahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Harusnya ada penanganan yang lebih baik, tidak hanya dibiarkan menumpuk begitu saja,” tegasnya.

Warga lain juga melaporkan adanya tumpukan sampah serupa di titik-titik lain di sekitar wilayah tersebut. Dana berharap agar pihak terkait segera menangani permasalahan ini, mengingat dampaknya terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Segera dituntaskan karena ini mengganggu kesehatan dan merusak tata kota,” tambahnya.

Sementara itu, kondisi serupa juga dirasakan oleh para pengguna jalan yang melintas di lokasi. Mereka terpaksa menutup hidung karena bau busuk yang sangat menyengat.

Pemerintah Kota Tangsel sendiri telah mengambil langkah darurat dengan mengirimkan sampah-sampah tersebut ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kota Serang. Dalam upaya penanganan darurat ini, sebanyak 10 truk sampah dari Tangsel telah dikirim ke TPAS Cilowong pada malam sebelumnya.

Wahyu Nurjamin, Satgas Investasi Kota Serang, menjelaskan bahwa pengiriman sampah ke TPAS Cilowong merupakan uji coba sementara mengingat kondisi darurat yang terjadi di Tangsel.

Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pemkot Tangsel terkait pengangkutan sampah ini. Salah satunya adalah truk pengangkut sampah harus dilengkapi alat khusus agar tidak meneteskan air lindi selama perjalanan. Selain itu, hanya sampah timbulan atau sampah baru yang diperbolehkan dibuang, bukan sampah timbunan lama.

Pemkot Tangsel juga diminta untuk mempekerjakan warga sekitar TPAS Cilowong sebagai sopir truk pengangkut sampah, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal.

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan permasalahan sampah di Tangsel dapat segera teratasi dan tidak lagi mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga setempat.

Permasalahan sampah di Tangsel menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak terkait akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan cepat tanggap terhadap kondisi darurat. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan dan kenyamanan bersama. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, permasalahan sampah dapat diatasi secara efektif dan berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan