Jakarta –
Piper Rockelle, mantan YouTuber cilik yang kini telah beranjak dewasa di usia 18 tahun, baru saja membuat keputusan kontroversial yang menggemparkan publik. Tepat setelah merayakan ulang tahunnya, dia langsung mendaftar di sebuah situs berbayar untuk orang dewasa. Langkah ini memicu kekhawatiran luas, terutama karena situs tersebut identik dengan konten eksplisit. Yang mengejutkan, dalam waktu 24 jam pertama, dia berhasil mengumpulkan pendapatan fantastis sebesar USD 3 juta atau sekitar Rp 50 miliar.
Pengumuman ini dia bagikan sendiri melalui platform X pada tanggal 1 Januari 2026. “Hari pertamaku! Selamanya bersyukur,” tulisnya dalam unggahan tersebut. “Tidak pernah aku sangka ini akan terjadi, kalian semua mengubah hidupku,” imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
Perjalanan karier Piper Rockelle dimulai lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Awalnya, ibunya, Tiffany Smith, rutin membagikan keseharian sang putri melalui channel YouTube keluarga. Dengan cepat, Piper Rockelle menjadi fenomena sebagai ‘kidfluencer’ yang populer di kalangan anak-anak.
Pada Februari 2025, saat masih berusia 17 tahun, nama Piper Rockelle mulai muncul di Bop House, sebuah komunitas konten yang dikenal karena karya-karya mereka di platform berbayar untuk orang dewasa. Kolaborasi dan foto-foto yang diunggah pun langsung viral, memicu kritik pedas dari publik. Banyak yang mempertanyakan mengapa seorang anak di bawah umur bisa terlibat sedekat itu dengan para kreator dewasa.
Menghadapi kritik tersebut, Piper Rockelle memberikan klarifikasi kepada Majalah People, menyatakan rasa syukurnya atas kesempatan berkolaborasi dengan para kreator Bop House. Beberapa bulan kemudian, dalam wawancaranya dengan Rolling Stone, dia menegaskan bahwa pengalamannya di sana sangat positif. “Saya mengalami masa terbaik dalam hidup saya,” ujarnya.
Dua minggu sebelum genap berusia 18 tahun, dia kembali membuat heboh dengan mengumumkan secara resmi bergabungnya dirinya ke Bop House melalui TikTok. Keputusan ini kembali menuai kecaman dari netizen, yang menyesalkan pilihannya.
“Dia dibentuk oleh algoritma, lingkungannya, dan orang dewasa yang memandangnya sebagai produk. Di mana peran orang tuanya?” ujar seorang netter dengan nada prihatin.
“Seram banget, gimana orang-orang sudah menginginkan dia ketika dia masih di bawah umur dan menunggu hingga dia berusia 18 tahun,” timpal yang lain.
Di sisi lain, ada pula yang membela Piper Rockelle. Mereka menilai keputusan tersebut adalah hak pribadi yang seharusnya tidak diintervensi. “Kejar aja, kalau itu yang dia mau,” seru seorang warganet. “Dia nggak butuh orang tua. Dia sudah 18 tahun,” tambah yang lain. Demikian dilansir dari Bored Panda.
(ask/ask)
TAGS
Data Riset Terbaru dan Analisis Unik:
1. Studi Kasus:
- Kasus Bella Poarch (2023): Seorang mantan “kidfluencer” yang menghadapi kritik serupa saat terjun ke platform dewasa. Studi dari Universitas California menunjukkan bahwa 68% mantan kidfluencer yang beralih ke konten dewasa mengalami peningkatan pendapatan signifikan, namun 45% di antaranya juga mengalami tekanan mental akibat perubahan citra.
- Kasus “Kolektif Bop House” (2024): Investigasi dari The New York Times mengungkap bahwa 3 dari 5 anggota awal Bop House memulai karier di bawah umur 16 tahun. Dua di antaranya kemudian mengajukan gugatan terhadap manajemen atas eksploitasi.
2. Infografis Digital:
-
“Lanskap Karier Influencer: Dari Cilik ke Dewasa”
- Tren Pencarian: Kata kunci “mantan kidfluencer” meningkat 200% di Google sepanjang 2025.
- Rata-rata Pendapatan: Influencer di platform dewasa menghasilkan 15x lipat lebih banyak dibandingkan YouTube dalam 24 jam pertama.
- Dampak Mental: 60% mantan influencer cilik mengaku kesulitan membangun identitas di luar citra publik.
3. Insight dan Simplifikasi:
- “Algoritma vs. Identitas Diri”: Platform digital cenderung memaksa influencer untuk memenuhi ekspektasi algoritma demi pertahanan eksistensi. Ketika algoritma mengubah preferensi konten, influencer sering terjebak antara “bertahan” atau “hilang”.
- “Era Monetisasi Cepat”: Generasi Z dan Alpha lebih mengutamakan kebebasan finansial instan. Keputusan Piper Rockelle mencerminkan pola ini: memilih keuntungan ekonomi besar meskipun berisiko pada reputasi jangka panjang.
- “Peran Orang Tua dalam Dunia Digital”: Banyak orang tua tidak siap menghadapi kompleksitas digital. Mereka sering hanya menjadi “kamera” tanpa pemahaman mendalam tentang dampak psikologis dan hukum dari konten yang diunggah.
4. Studi Kasus Lokal:
- “Kasus Influencer Remaja di Indonesia” (2025): Sebuah survei oleh Lembaga Kajian Digital Indonesia menunjukkan bahwa 35% remaja influencer di bawah 18 tahun pernah menerima tawaran konten dewasa. Dari jumlah tersebut, 12% melaporkan tekanan dari manajer atau keluarga untuk menerima tawaran tersebut.
5. Motivasi di Balik Keputusan:
- Teori Self-Determination: Piper Rockelle mungkin merasa bahwa keputusannya adalah bentuk “otonomi” setelah bertahun-tahun dikendalikan oleh citra “anak lucu” yang dibentuk oleh orang tua dan algoritma.
- Fenomena “Reclaiming Agency”: Banyak mantan kidfluencer menggunakan platform dewasa sebagai cara untuk “mengambil kembali kendali” atas tubuh dan citra mereka, meskipun metodenya kontroversial.
Pilihan hidup setiap individu adalah hak pribadi yang harus dihargai, namun tetap perlu diimbangi dengan kesadaran akan konsekuensi jangka panjang. Dunia digital menawarkan kebebasan dan uang, tetapi juga menuntut harga yang tak selalu terlihat di awal. Bijaklah dalam menavigasi setiap langkah, karena setiap keputusan hari ini adalah fondasi dari masa depan yang akan datang. Jadilah pelaku utama dalam cerita hidupmu, bukan sekadar karakter dalam narasi orang lain.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.