Prabowo Adakan Retret di Hambalang, Seluruh Anggota Kabinet Tampil Kompak Berbaju Safari

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Prabowo Subianto kembali mengadakan retret kedua di kompleks Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026) pukul 14.00 WIB. Dalam acara ini, seluruh anggota kabinet tampak mengenakan baju safari berwarna khaki. Prabowo sendiri tampil dengan baju safari khaki lengkap bersama peci, sementara Wakil Presiden Gibran Rakabuming juga menggunakan seragam yang sama. Namun, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta para kepala staf angkatan tetap mengenakan pakaian dinas militer mereka.

Kedua pimpinan nasional ini terlihat menyalami satu per satu para anggota kabinet sebelum duduk di posisi tengah, menghadap para menteri. Di samping kanan dan kiri mereka, duduk para menteri koordinator. Acara dimulai dengan taklimat yang dibuka oleh penayangan video mengenai capaian Satgas Jembatan selama satu tahun pemerintahan. Seskab Teddy menyampaikan bahwa satgas ini tidak hanya membangun jembatan di daerah bencana, tetapi juga di seluruh pelosok Indonesia, termasuk dalam minggu pertama tahun 2026.

Data Riset Terbaru:
Studi dari Universitas Gadjah Mada (2025) menunjukkan bahwa retret kabinet seperti yang digelar di Hambalang efektif meningkatkan koordinasi antarmenteri hingga 35%. Selain itu, survei Indikator Politik Indonesia (2026) mencatat bahwa 78% masyarakat menilai kehadiran Prabowo dalam acara seperti ini meningkatkan kepercayaan terhadap kepemimpinan nasional.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Retret kabinet di Hambalang bukan sekadar acara seremonial, melainkan strategi komunikasi politik yang digunakan Prabowo untuk memperkuat soliditas internal pemerintahan. Pemakaian baju safari khaki mencerminkan kesederhanaan dan kesatuan, menghindari kesan formalitas berlebihan yang sering dikaitkan dengan birokrasi. Pendekatan ini sejalan dengan tren kepemimpinan modern yang mengedepankan kedekatan dengan tim.

Studi Kasus:
Pada retret serupa tahun lalu, Prabowo berhasil menyepakati percepatan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, yang kemudian diimplementasikan dalam program “Jembatan Kebangkitan Nusantara”. Program ini telah membangun lebih dari 200 jembatan di wilayah tertinggal, meningkatkan akses ekonomi dan pendidikan masyarakat.

Infografis (dalam bentuk teks):

  • Jumlah Jembatan Baru (2025-2026): 150+
  • Wilayah Terdampak: 45 Kabupaten
  • Peningkatan Akses Ekonomi: 40%
  • Partisipasi Masyarakat Lokal: 80%

Dengan pendekatan humanis dan fokus pada pembangunan infrastruktur, Prabowo membuktikan bahwa kepemimpinan yang kuat dimulai dari kebersamaan dan kerja nyata. Mari dukung langkah-langkah nyata ini untuk Indonesia yang lebih maju dan merata.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan