Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta Pusat terus menjadi sorotan setelah kedatangan Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Tempat ini masih dipadati pengunjung, bahkan hingga hari ini. Antrean panjang terlihat, tak hanya dari mereka yang telah memesan tiket, tetapi juga dari mereka yang datang spontan, meski tahu tiket pertunjukan sudah habis terjual.
Pantauan Thecuy.com pada Selasa (6/1/2025), area depan Planetarium dipenuhi pengunjung sejak siang. Mereka tertib mengantre, sementara sebagian lainnya duduk menunggu di tempat yang disediakan. Petugas terus memantau jumlah penonton yang datang secara langsung. Hanya 400 orang pertama yang masuk dalam kuota tiket on the spot, dan bisa langsung masuk hingga pertunjukan dimulai.
Namun, antrean tetap mengular meski kuota penuh. Beberapa pengunjung tetap memilih bertahan, berharap ada kesempatan terakhir. Salah satunya adalah Ugan (48) dari Pondok Labu, Jakarta Selatan, yang datang bersama dua anaknya. Ugan terkejut mengetahui tiket untuk empat sesi show hari ini telah habis.
“Saya baru tiba, dan dengar kabar kalau kuota harian 400 penonton sudah penuh,” ucapnya di lokasi.
Ia sempat meminta petugas untuk menghitung ulang jumlah penonton guna memastikan apakah masih ada sisa tempat. Meskipun peluangnya kecil, Ugan memilih tetap antre, berharap ada solusi dadakan.
“Iya saya tanya ke petugas, katanya nanti kita hitung bersama, kalau masih ada kuota, akan dimasukkan lagi,” jelasnya.
“Lihat antrean begini, ya sudah, main tebak-tebakan saja,” tambahnya.
Untuk diketahui, pengunjung yang membeli tiket online wajib datang dan menukarkan tiket paling lambat 15 menit sebelum pertunjukan dimulai. Jika terlambat atau tidak hadir, maka tiket tersebut akan diberikan kepada calon penonton lain yang sedang mengantre.
Riset Terbaru: Tren Kunjungan Tempat Edukasi di Jakarta
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, jumlah kunjungan ke tempat edukasi seperti Planetarium, Museum Sejarah, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) meningkat 35% sejak awal tahun 2025. Peningkatan ini dipicu oleh kebijakan Gubernur Pramono Anung yang membuka kembali akses gratis bagi pelajar dan menggratiskan tiket untuk kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Survei daring yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Kebijakan Publik (LK2P) pada Januari 2025 terhadap 2.500 responden menunjukkan bahwa 78% masyarakat Jakarta menginginkan lebih banyak fasilitas edukasi yang dapat diakses secara gratis atau murah. Mayoritas responden (65%) menyatakan bahwa kehadiran Gubernur Pramono Anung di Planetarium memberi dampak positif terhadap minat masyarakat untuk mengunjungi tempat-tempat edukasi.
Studi Kasus: Antusiasme Warga di Planetarium TIM
Planetarium TIM menjadi studi kasus menarik karena mampu menarik perhatian publik setelah kunjungan Gubernur Pramono Anung. Dalam tiga hari pertama setelah kunjungan tersebut, jumlah pengunjung meningkat hingga 200%. Antrean tiket on the spot yang biasanya terisi dalam waktu 30 menit, kini habis hanya dalam 10 menit.
Sebuah infografis yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta menunjukkan bahwa sebanyak 60% pengunjung Planetarium TIM adalah pelajar dari sekolah negeri di Jakarta. Sisanya terdiri dari mahasiswa, keluarga, dan wisatawan domestik. Data ini menunjukkan bahwa kebijakan akses pendidikan yang terbuka mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan edukatif.
Sudut Pandang Unik: Mengapa Planetarium Menjadi Magnet Baru?
Planetarium bukan sekadar tempat menonton bintang. Ia menjadi simbol kebangkitan minat masyarakat terhadap sains dan pengetahuan alam. Dalam era digital yang serba cepat, kehadiran tempat seperti Planetarium memberi ruang bagi masyarakat untuk kembali merenung, belajar, dan terhubung dengan alam semesta. Gubernur Pramono Anung, dengan kebijakan pro-edukasinya, seolah membuka pintu bagi masyarakat untuk kembali mencintai ilmu pengetahuan.
Kesimpulan
Kehadiran Gubernur Pramono Anung di Planetarium TIM bukan sekadar kunjungan biasa. Ia menjadi simbol kebangkitan minat masyarakat terhadap pendidikan dan sains. Antusiasme warga yang tinggi, meski harus mengantre panjang, menunjukkan bahwa masyarakat haus akan ruang edukasi yang terbuka dan terjangkau. Dengan kebijakan yang pro-rakyat, Jakarta bisa menjadi kota pembelajaran yang sesungguhnya. Ayo terus dukung inisiatif edukatif seperti ini, karena masa depan cerah dimulai dari minat belajar yang tinggi.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.