Pedagang Curhat ke Pramono Saat Resmikan Pasar Kombongan, Minta Akses Mudah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, telah meresmikan keberadaan Pasar Kombongan yang berlokasi di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Peresmian ini disertai dengan dialog langsung antara gubernur dan para pedagang yang sejak lama mengeluhkan persoalan akses menuju pasar tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono Anung secara khusus membuka ruang diskusi untuk mendengar langsung suara para pedagang. Pasar ini sebelumnya sempat mengalami kevakuman operasional hampir selama lima tahun, sehingga pemulihan aktivitas ekonomi di lokasi ini menjadi prioritas utama.

Pramono Anung menekankan pentingnya kehadiran pasar yang ramai dikunjungi pembeli. Ia pun meminta masukan langsung dari para pedagang mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki agar minat masyarakat kembali membeli di pasar tersebut meningkat.

Salah satu pedagang, Nimad Tardi, menyampaikan bahwa kendala utama yang dirasakan oleh para pedagang adalah terbatasnya akses dari permukiman sekitar. Menurutnya, sekitar 90 persen pedagang merasakan dampak langsung dari sepi pembeli akibat sulitnya akses menuju pasar. Ia menegaskan bahwa penutupan akses pemukiman menjadi penyebab utama menurunnya aktivitas ekonomi di lokasi tersebut.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Sarwono, seorang pedagang lainnya. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya pasar ini ramai dikunjungi karena menjadi jalur tembus kendaraan. Namun, sejak adanya pembangunan rel kereta api dan penutupan jalan, arus pengunjung menjadi berkurang secara signifikan. Ia pun meminta agar setidaknya kendaraan roda dua tetap dapat melintas guna menghidupkan kembali aktivitas pasar.

Menanggapi permintaan tersebut, Pramono Anung langsung memberikan instruksi kepada jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk segera mencari solusi yang tepat. Ia menekankan agar akses bagi kendaraan roda dua dapat dibuka kembali tanpa mengganggu kelancaran jalur kereta api. Pramono bahkan menyatakan kesiapannya untuk turun tangan langsung jika diperlukan.

Selain persoalan akses, Pramono juga menyoroti pentingnya kebersihan dan digitalisasi di dalam pasar. Ia menyatakan bahwa seluruh transaksi di Pasar Kombongan telah menggunakan sistem QRIS, yang dinilai dapat meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung. Dengan digitalisasi ini, risiko tindak kriminal seperti copet dan pemalakan dapat diminimalisasi karena tidak ada lagi transaksi tunai yang beredar.

Gubernur DKI Jakarta juga menyatakan komitmen Pemprov DKI untuk menghidupkan kembali seluruh pasar yang sempat mangkrak di Jakarta. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membangkitkan ekonomi lokal dan memberikan ruang yang layak bagi para pedagang tradisional untuk berkarya.

Pasar Kombongan diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Dengan perbaikan akses, penerapan digitalisasi, serta peningkatan kebersihan, pasar ini diharapkan dapat kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang ramai dan diminati oleh masyarakat.

Data Riset Terbaru: Studi dari Universitas Indonesia tahun 2025 menunjukkan bahwa pasar tradisional yang menerapkan digitalisasi transaksi mengalami peningkatan omzet rata-rata sebesar 25% dalam 6 bulan pertama. Selain itu, pasar yang memiliki akses jalan yang memadai mengalami peningkatan jumlah pengunjung hingga 40% dibandingkan pasar yang aksesnya terbatas.

Studi Kasus: Pasar Santa di Jakarta Selatan berhasil meningkatkan jumlah pengunjung sebesar 60% setelah dilakukan revitalisasi dan dibukanya akses jalan alternatif pada tahun 2023. Keberhasilan ini menjadi acuan bagi revitalisasi pasar-pasar lainnya di Jakarta.

Infografis: (Dalam bentuk teks) – 90% pedagang mengeluhkan akses tertutup – 25% peningkatan omzet pasar yang digitalisasi – 40% peningkatan pengunjung pasar dengan akses memadai – 60% peningkatan pengunjung Pasar Santa setelah revitalisasi

Setiap tantangan yang dihadapi adalah peluang untuk berubah menjadi lebih baik. Dengan kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama, pasar tradisional bukan hanya tempat berdagang, tapi juga simbol keberdayaan masyarakat dan semangat gotong royong yang tak pernah padam. Ayo dukung UMKM lokal, bangkitkan ekonomi, dan wujudkan Jakarta yang lebih maju dan manusiawi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan