Patung Macan Kediri yang Awalnya Dicibir Kini Diburu Pembeli dengan Harga Tawaran Rp180 Juta

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Patung macan putih di Desa Balungjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, yang viral karena bentuknya yang mirip kuda nil ternyata sempat ditawar sebesar Rp 180 juta oleh seorang warga asal Bali. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh pembuat patung, Suwarni. Suwarni, yang dikenal sebagai pematung berbagai hewan, tidak menyangka bahwa patung yang viral tersebut akan menjadi fenomena dan membawa berkah bagi warga setempat.

Sejak viral, Desa Balungjeruk menjadi ramai dikunjungi wisatawan dadakan, dan geliat ekonomi di desa tersebut pun tumbuh. Kawasan di sekitar patung dipenuhi pedagang dari berbagai daerah, dan pengunjung tidak hanya berasal dari desa setempat, tetapi juga dari luar daerah. Kepala Desa Balungjeruk, Safi’i, bersyukur dengan dampak positif keberadaan patung tersebut, karena mampu membangkitkan roda ekonomi warganya. Safi’i berharap agar patung macan putih ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama untuk peningkatan kesejahteraan warga dan pelaku UMKM.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2025, sektor pariwisata di Kabupaten Kediri mengalami pertumbuhan sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke objek-objek wisata baru seperti patung macan putih di Desa Balungjeruk. Selain itu, data dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa jumlah pelaku UMKM di wilayah tersebut meningkat sebesar 8% pada tahun 2025, salah satunya karena adanya objek wisata baru yang mampu menarik minat wisatawan.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Patung macan putih di Desa Balungjeruk bukan hanya sekadar karya seni, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi di desa tersebut. Dengan viralnya patung tersebut di media sosial, Desa Balungjeruk berhasil menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Hal ini membuka peluang bagi warga setempat untuk mengembangkan usaha di sektor pariwisata, seperti berjualan makanan, minuman, dan souvenir. Selain itu, keberadaan patung tersebut juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian seni dan budaya lokal.

Studi Kasus:
Desa Balungjeruk menjadi contoh nyata bagaimana sebuah karya seni dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian suatu daerah. Sebelum viralnya patung macan putih, Desa Balungjeruk relatif sepi dari kunjungan wisatawan. Namun, setelah viral, desa tersebut menjadi ramai dikunjungi wisatawan, dan geliat ekonomi di desa tersebut pun tumbuh. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah pedagang di sekitar patung, serta meningkatnya pendapatan warga setempat dari sektor pariwisata.

Infografis:

  • Jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Balungjeruk sebelum viralnya patung macan putih: 50 orang/hari
  • Jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Balungjeruk setelah viralnya patung macan putih: 500 orang/hari
  • Pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Kediri pada tahun 2025: 12%
  • Peningkatan jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Kediri pada tahun 2025: 8%

Dampak positif dari viralnya patung macan putih di Desa Balungjeruk tidak hanya dirasakan oleh warga setempat, tetapi juga oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Kediri. Hal ini membuktikan bahwa seni dan budaya lokal memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata, sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus mendukung dan mengembangkan potensi seni dan budaya lokal yang ada di wilayah masing-masing.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan