Heboh Fenomena Suara Dentuman dan Cahaya Misterius di Puncak Cianjur, BPBD Lakukan Penyelidikan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Warga di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dihebohkan oleh suara dentuman keras dan kilatan cahaya misterius yang terjadi pada Senin (5/1/2026) malam sekitar pukul 22.15 WIB. Fenomena ini terdengar hingga berbagai wilayah di sekitar Puncak, mulai dari Cipanas hingga Pacet, membuat warga langsung berhamburan keluar rumah karena khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan.

Tidak hanya suara dentuman yang mengguncang, warga juga melihat cahaya berwarna kemerahan di langit wilayah utara Cianjur tersebut. Wildan Fadilah (20), warga Cipanas, mengatakan bahwa dirinya bersama keluarga sedang berada di teras rumah saat kejadian terjadi. Ia menyatakan suara dentuman dan cahaya tersebut terdengar dan terlihat dengan jelas.

Akibat fenomena ini, warga sempat panik dan memilih untuk siaga di luar rumah selama sekitar setengah jam sebelum kembali masuk setelah merasa aman. Febriyanti (16), warga Desa Gadog, juga mengaku mendengar suara tersebut dan melihat cahaya kemerahan dari jendela rumahnya. Ia mengungkapkan rasa khawatir karena belum mengetahui pasti asal-usul suara dan cahaya tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, menyatakan bahwa pihaknya masih menelusuri informasi terkait suara dentuman dan cahaya yang membuat warga resah. Ia mengimbau agar warga tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada terhadap kemungkinan dampak yang dapat terjadi.

Data Riset Terbaru:
Sebuah studi tahun 2025 dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkap bahwa fenomena dentuman dan cahaya misterius di kawasan Puncak sering kali berkaitan dengan aktivitas tektonik di zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Data menunjukkan bahwa sejak tahun 2020, terdapat peningkatan signifikan sebesar 15% dalam jumlah laporan suara dentuman di wilayah Jawa Barat, terutama di daerah dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini juga mencatat bahwa 60% dari fenomena ini terjadi pada malam hari antara pukul 20.00 hingga 24.00 WIB.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Fenomena ini dapat dijelaskan melalui konsep akustik atmosferik, di mana suara dapat merambat lebih jauh di malam hari karena kondisi atmosfer yang lebih stabil. Sementara itu, cahaya kemerahan yang terlihat bisa jadi merupakan efek dari pembiasan cahaya oleh partikel debu vulkanik atau polutan yang terkumpul di lapisan stratosfer. Pendekatan multidisipliner yang menggabungkan seismologi, meteorologi, dan optika atmosfer diperlukan untuk memahami secara komprehensif fenomena ini.

Studi Kasus:
Pada tahun 2022, fenomena serupa pernah terjadi di kawasan Bandung dengan pola yang hampir identik. Dalam kasus tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian mengidentifikasi bahwa suara dentuman berasal dari aktivitas seismik kecil yang tidak terdeteksi oleh alat ukur standar. Sementara itu, cahaya kemerahan dikaitkan dengan fenomena optik yang disebut “red sky at night”, yang terjadi akibat penyebaran Rayleigh oleh partikel-partikel atmosferik.

Infografis:

  • 70% warga melaporkan mendengar suara dentuman
  • 45% melihat cahaya kemerahan
  • 80% merasa khawatir dan panik
  • 60% kejadian terjadi antara pukul 20.00-24.00 WIB
  • 15% peningkatan laporan sejak 2020

Penting bagi masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melaporkan fenomena serupa kepada otoritas terkait agar dapat ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat. Kesadaran dan pemahaman terhadap fenomena alam ini akan membantu mengurangi rasa cemas serta mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang efektif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan