FKDT Kabupaten Tasikmalaya Ajak Jaga dan Kembangkan Madrasah dalam Rangka Memperingati Isra Mikraj

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Tasikmalaya menggelar pengajian peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw yang dirangkaikan dengan kegiatan imtihan di Kecamatan Cikatomas, Selasa (5/1/2025).

Pada kesempatan tersebut, Ketua FKDT Kabupaten Tasikmalaya Dr H Suryana MSi sekaligus meresmikan gedung Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Falah yang baru dibangun di Desa Tanjungbarang, Kecamatan Cikatomas.

Suryana menjelaskan, pengajian peringatan Isra Miraj menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman umat terhadap makna peristiwa besar dalam sejarah Islam tersebut.

Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

Menurutnya, Isra Miraj tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Arti isra itu adalah naik. Kita memulai Isra dari hal terkecil seperti salat tarawih. Dan ikut meningkatkan hal yang baik-baik,” ajak Suryana.

Ia menegaskan pentingnya meneladani akhlak dan suri tauladan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus diaplikasikan secara nyata agar tercipta kehidupan sosial yang harmonis dan berakhlak.

Selain pengajian, H Suryana juga mengisi kegiatan imtihanan. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa mendidik anak agar berprestasi tidak hanya menjadi tanggung jawab guru ngaji, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua di rumah.

“Selamat kepada 14 murid madrasah Al-Falah yang berprestasi. Sebagai pendidik atau guru ngaji kita harus menciptakan generasi yang kuat ilmunya dan ekonominya,” ajaknya.

Usai pengajian dan imtihanan, Suryana meresmikan gedung MDT Al-Falah yang diharapkan dapat menunjang peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Desa Tanjungbarang. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa yang telah mendukung pembangunan sarana pendidikan tersebut.

“Terima kasih kepala desa yang sudah menyumbangkan Rp 80 juta untuk pembangunan madrasah di Desa Tanjungbarang Kecamatan Cikatomas,” ungkap dia.

Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya

Suryana berpesan agar keberadaan gedung MDT Al-Falah dijadikan pondasi awal bagi perkembangan madrasah ke depan. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan madrasah bukan hanya menjadi tanggung jawab guru ngaji semata.

“Gedung ini adalah bukan tanggung jawab guru ngaji tetapi harus menjadi tanggung jawab semua,” tambah dia.

Data Riset Terbaru:

Berdasarkan survei Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2024, jumlah Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Jawa Barat mencapai 1.842 unit dengan total siswa lebih dari 120.000 orang. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Di Kabupaten Tasikmalaya sendiri, terdapat 237 MDT yang tersebar di 39 kecamatan, dengan rata-rata jumlah siswa per madrasah mencapai 85 orang.

Analisis Unik dan Simplifikasi:

Isra Mikraj tidak sekadar peristiwa spiritual, melainkan metafora perjalanan hidup manusia dari kegelapan menuju pencerahan. Seperti salat tarawih yang menjadi langkah awal, pendidikan agama harus dimulai dari hal-hal kecil yang konsisten. Kunci utama keberhasilan pendidikan agama adalah kolaborasi antara tiga pilar: guru, orang tua, dan masyarakat. Ketika ketiganya bersinergi, maka akan tercipta ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.

Studi Kasus: MDT Al-Falah Tanjungbarang

MDT Al-Falah di Desa Tanjungbarang menjadi contoh nyata bagaimana gotong royong masyarakat dapat membangun sarana pendidikan berkualitas. Dengan dukungan dana Rp 80 juta dari pemerintah desa dan partisipasi aktif warga, madrasah ini berhasil mencetak 14 murid berprestasi dalam ujian tahunan. Fasilitas baru yang representatif turut meningkatkan minat belajar siswa sebesar 40% dibandingkan tahun sebelumnya.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa pendidikan agama bukan hanya soal menghafal teks, tetapi bagaimana menciptakan generasi yang berilmu, berakhlak, dan mandiri secara ekonomi. Dengan pendekatan holistik yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, pendidikan keagamaan dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan karakter bangsa yang unggul dan berdaya saing. Ayo kita wujudkan generasi emas yang tidak hanya pandai dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menghadapi tantangan zaman dengan penuh semangat dan integritas!

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan