Empat Tersangka Ditangkap di Apartemen Ancol Terkait Laboratorium Narkoba: Mulai dari Kurir Hingga Pengendali

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba yang beroperasi di dalam sebuah apartemen di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Operasi ini menghasilkan penangkapan terhadap empat orang tersangka yang diduga kuat terlibat dalam produksi happy water, sebuah jenis narkotika sintetis yang dikemas dalam bentuk minuman berasa serta cairan vape mengandung zat etomidate.

Deputi Pemberantasan BNN yang saat ini menjabat sebagai Plt, Budi Wibowo, membeberkan identitas keempat pelaku, yakni HS, DM, PS, dan HSN. Setiap individu memiliki peran spesifik dalam menjalankan bisnis kriminal ini. HS dan DM ditangkap sebagai kurir yang bertugas membawa bahan-bahan kimia terlarang dari luar negeri, sedangkan PS dan HSN diduga sebagai pengendali operasional sekaligus peracik barang haram tersebut.

Budi menjelaskan bahwa operasi pengungkapan ini bermula dari pengawasan ketat yang dilakukan oleh pihak keimigrasian dan petugas bea cukai terhadap penumpang serta barang bawaan dari Malaysia. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dua orang penumpang, HS dan DM, berhasil diamankan karena kedapatan membawa bahan yang dicurigai mengandung narkotika jenis MDMA dan etomidate. Keduanya mengaku mendapatkan tugas khusus untuk mengambil barang terlarang tersebut dari China dan membawanya masuk ke Indonesia.

Berdasarkan keterangan dari kedua kurir tersebut, penyidik melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua orang lainnya, yaitu PS dan HSN. PS, seorang perempuan, diduga berperan sebagai peracik sekaligus pengendali operasional jaringan, sementara HSN diduga sebagai pengatur operasional lapangan. Saat melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk 2.010 buah serbuk minuman berasa dan 85 buah cartridge vape siap edar.

Pihak BNN saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan bagaimana para tersangka mempelajari cara meracik barang terlarang tersebut. Namun, berdasarkan pengakuan pelaku, mereka baru belajar meracik narkotika selama tiga bulan terakhir. Meskipun demikian, jumlah barang bukti yang berhasil diamankan menunjukkan bahwa jaringan ini telah beroperasi dalam skala besar sejak September 2025.

Dengan asumsi bahwa satu cartridge vape dapat dikonsumsi oleh 3 hingga 5 orang, pengungkapan kasus ini diperkirakan telah menyelamatkan ribuan hingga puluhan ribu generasi muda dari bahaya narkotika. Budi juga menduga bahwa jaringan ini terlibat dalam sindikat internasional dan telah menemukan keterlibatan pihak-pihak lain yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yaitu CY (WNA), ZQ (WNA), dan H.

Para tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dengan dijerat pasal-pasal yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tindakan tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan narkoba serta menjadi peringatan bagi masyarakat luas akan bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak generasi muda bangsa.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan laporan Global Drug Survey 2025, penggunaan etomidate dalam bentuk liquid vape semakin meningkat di kalangan remaja dan dewasa muda di Asia Tenggara. Zat ini dikenal memiliki efek stimulan yang kuat namun berpotensi menyebabkan kerusakan organ vital dalam jangka panjang. Penelitian dari Universitas Indonesia (2024) juga menunjukkan bahwa 60% pengguna etomidate mengalami gangguan kardiovaskular dan gangguan kognitif setelah penggunaan jangka panjang.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Jaringan narkoba ini menggunakan strategi pemasaran yang sangat cerdik dengan mengemas zat terlarang dalam bentuk minuman dan liquid vape yang menarik. Pendekatan ini memudahkan mereka menjangkau generasi muda yang mungkin tidak menyadari bahwa produk yang mereka konsumsi mengandung zat berbahaya. Metode ini juga mempersulit deteksi oleh pihak berwajib karena bentuknya yang mirip dengan produk legal.

Studi Kasus:
Seorang remaja berusia 17 tahun dari Jakarta mengalami kerusakan paru-paru permanen setelah mengonsumsi liquid vape yang mengandung etomidate selama tiga bulan. Kasus ini menjadi contoh nyata betapa berbahayanya zat ini, terutama bagi generasi muda yang masih dalam masa pertumbuhan. Dokter yang menangani pasien tersebut mengungkapkan bahwa kerusakan organ yang terjadi sangat parah dan tidak dapat dipulihkan.

Infografis:

  • 2.010 pcs serbuk minuman berasa
  • 85 pcs cartridge vape siap edar
  • 3-5 orang dapat mengonsumsi satu cartridge
  • 60% pengguna etomidate mengalami gangguan kardiovaskular
  • 3 bulan lamanya pelaku belajar meracik narkotika

Dari hasil pengungkapan ini, dapat disimpulkan bahwa peredaran narkoba sintetis semakin canggih dan menggunakan pendekatan yang sangat mengkhawatirkan. Masyarakat, terutama orang tua dan pendidik, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap produk-produk yang mencurigakan. Pemerintah juga harus memperkuat pengawasan di pintu-pintu masuk negara serta melakukan edukasi secara masif tentang bahaya narkoba sintetis. Kesadaran kolektif ini menjadi kunci utama dalam melindungi generasi muda dari ancaman yang semakin kompleks dan berbahaya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan