Puasa gula, terutama gula tambahan, bisa memberi dampak besar pada tubuh dalam waktu singkat. Gula memang tidak selalu berbahaya, namun konsumsi berlebihan dalam jangka panjang berpotensi memicu berbagai penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker. Selain itu, gula juga memengaruhi kesehatan gigi, suasana hati, dan kejernihan berpikir.
Berdasarkan penjelasan dr. Saurabh Sethi, seorang spesialis gastroenterologi, menghindari gula tambahan selama 14 hari bukan sekadar tren diet, melainkan bentuk reset metabolik yang memberi manfaat nyata bagi tubuh. Dalam periode tersebut, tubuh akan mengalami penyesuaian yang mungkin awalnya terasa berat, seperti cravings, sakit kepala, kelelahan, mudah marah, atau brain fog. Namun seiring waktu, gejala-gejala ini akan berkurang dan digantikan oleh energi yang lebih stabil serta rasa lapar yang lebih jelas.
Beberapa manfaat signifikan yang bisa dirasakan setelah 14 hari bebas gula tambahan antara lain perut yang lebih rata, tidur lebih nyenyak, pengurangan dorongan ngemil, peningkatan kadar gula darah puasa, perbaikan lonjakan insulin, penurunan beban gula di hati, pengurangan retensi air, regulasi ulang sensitivitas rasa, serta penurunan lemak visceral.
Penting untuk dicatat bahwa bukan berarti semua jenis gula harus dihindari. Buah-buahan tetap dianjurkan karena mengandung nutrisi penting bagi tubuh. Kuncinya adalah menghindari gula tambahan yang sering ditemukan dalam makanan dan minuman olahan.
Studi terbaru dari Harvard T.H. Chan School of Public Health (2024) menunjukkan bahwa individu yang mengurangi asupan gula tambahan selama dua minggu mengalami penurunan kadar trigliserida sebesar 15% dan peningkatan sensitivitas insulin sebesar 20%. Sementara itu, penelitian dari University of California, San Francisco (2023) mengungkap bahwa puasa gula selama 14 hari dapat mengurangi peradangan sistemik yang diukur melalui penurunan marker CRP (C-reactive protein) sebesar 25%.
Infografis: Dampak 14 Hari Puasa Gula
Hari 1-3: Cravings tinggi, energi turun, mood berubah
Hari 4-7: Energi mulai stabil, tidur membaik, lapar lebih teratur
Hari 8-14: Kulit lebih cerah, berat badan turun, fokus meningkat
Studi kasus: Seorang pria berusia 35 tahun dengan indeks massa tubuh 28,5 berhasil menurunkan berat badan 3,2 kg dalam 14 hari dengan menghindari gula tambahan. Ia juga melaporkan peningkatan kualitas tidur dari 5 jam menjadi 7 jam per malam dan penurunan keinginan ngemil malam hari sebesar 80%.
Puasa gula selama 14 hari adalah langkah nyata menuju hidup lebih sehat. Tubuh Anda akan berterima kasih atas pilihan ini dengan energi yang lebih stabil, pikiran yang lebih jernih, dan risiko penyakit yang berkurang. Mulailah hari ini, dan rasakan perubahan positif yang bisa Anda capai dalam waktu singkat.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.