Makassar – Pemerintah Kota Makassar melanjutkan pengembangan area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Tamangapa untuk mengatasi krisis sampah yang tengah terjadi. Proyek perluasan ini dianggap sebagai tindakan strategis dalam mengurangi beban limbah yang terus meningkat di kota tersebut. Tujuan utamanya adalah memastikan kapasitas TPA mampu menampung volume sampah yang terkumpul hingga batas maksimal.
Saat ini, TPA Antang Tamangapa sudah mencapai kapasitas maksimum, sehingga pemerintah merasa perlu segera menambah luas area pengolahan limbah. Perluasan lahan dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan, agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem sekitarnya. Pemerintah juga berencana mengintegrasikan sistem pengelolaan limbah yang lebih efisien untuk mendukung kebijakan zero waste.
Selain itu, proyek ini diharapkan dapat mengurangi risiko pencemaran tanah dan air akibat penumpukan sampah yang tidak terkontrol. Dengan peningkatan kapasitas, pihak pengelola berupaya menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat di wilayah sekitar TPA. Langkah ini juga selaras dengan target nasional dalam pengurangan limbah rumah tangga.
Dalam studi kasus kota-kota besar di Asia Tenggara, penambahan area TPA selalu diikuti dengan program daur ulang dan pengomposan yang lebih masif. Infografis terbaru menunjukkan bahwa 60% sampah di kota-kota seperti Makassar masih bisa dimanfaatkan kembali. Jika 40% dari total sampah bisa diproses melalui daur ulang, maka kebutuhan lahan TPA bisa berkurang hingga 30%.
Sebagai contoh, Bandung berhasil mengurangi volume sampah organik hingga 50% dalam 2 tahun setelah menerapkan program pengomposan komunal. Pemetaan digital yang digunakan pemerintah kota menunjukkan bahwa kepadatan populasi di kawasan sekitar TPA Antang Tamangapa mencapai 80.000 jiwa. Dengan angka tersebut, pengelolaan limbah harus dilakukan secara lebih terstruktur dan partisipatif.
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, pengelolaan sampah bukan hanya soal kapasitas lahan, tetapi juga kesadaran masyarakat. Edukasi lingkungan yang sering diabaikan, justru menjadi kunci utama dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Program “Satu Keluarga, Satu Komposter” di Yogyakarta berhasil mengurangi limbah rumah tangga hingga 45% dalam setahun.
Data riset terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa setiap kilogram sampah yang didaur ulang dapat mengurangi emisi karbon hingga 1,5 kg CO₂ per tahun. Jika diterapkan secara nasional, potensi penghematan energi bisa mencapai 12% dari total kebutuhan listrik kota besar. Selain itu, pemanfaatan biogas dari limbah organik bisa menghasilkan energi listrik untuk 2.000 rumah tangga per hari di kawasan industri Makassar.
Analisis unik menunjukkan bahwa integrasi teknologi IoT dalam sistem pengumpulan sampah bisa meningkatkan efisiensi hingga 35%. Dengan sensor pintar, armada pengangkut bisa diarahkan secara real-time ke titik penumpukan maksimum, sehingga mengurangi emisi gas buang kendaraan. Penerapan konsep smart waste management ini mulai diuji di Surabaya dan Malang.
Simplifikasi topik ini menunjukkan bahwa masalah sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Setiap individu bisa berkontribusi dengan memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Edukasi sederhana, seperti poster di sekolah atau media sosial, bisa meningkatkan partisipasi hingga 70% dalam program daur ulang.
Bergerak bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah awal menuju kota yang lebih hijau dan sehat. Setiap tindakan kecil dari kita berdampak besar dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang. Mari mulai dari diri sendiri, ubah kebiasaan, dan ciptakan perubahan nyata.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.