Polres Rohil Terima Penghargaan Bupati atas Pengungkapan 79 Kg Sabu oleh 10 Personel

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Sebanyak sepuluh anggota Polres Rokan Hilir (Rohil) diberi penghargaan oleh Bupati H Bistamamam. Pemberian tanda jasa ini dilakukan atas keberhasilan mereka dalam mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti sebanyak 79,9 kilogram sabu pada akhir tahun 2025.

Upacara pemberian penghargaan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Rohil Jhony Charles yang mewakili bupati di Mapolres Rohil pada pagi hari ini. Turut hadir dalam acara tersebut Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni beserta jajaran pejabat utama (PJU) Polres Rohil.

“Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengapresiasi besar atas keberhasilan yang diraih dalam menyelesaikan kasus tindak pidana khususnya narkoba dengan jumlah terbanyak di tahun 2025, sekaligus menjadi yang terbesar se-Polda Riau yaitu sebanyak 79,970 kilogram oleh Tim Polres Rokan Hilir,” ujar Jhony di Mapolres Rohil, Senin (5/1/2026).

Jhony menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Polres Rohil dan jajarannya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif selama tahun 2025. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Polres Rohil karena telah membangun sinergitas yang baik dengan pemerintah daerah.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Satresnarkoba Polres Rohil yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba tersebut.

“Momen ini merupakan kebanggaan yang mendalam sebagai bentuk penghargaan atas prestasi kerja dan kerja keras yang telah dilakukan selama ini,” kata Isa.

Menurutnya, menjaga keamanan, memelihara kamtibmas, serta menegakkan hukum adalah tugas pokok dan kewajiban setiap anggota Polri. Dengan adanya pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh anggota untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi ke depannya.

“Hal ini tidak lepas dari tanggung jawab pribadi sebagai insan bhayangkara sekaligus bentuk penghargaan atas prestasi, dedikasi, dan pengabdian yang telah ditunjukkan. Ini juga menjadi contoh bagi kita semua agar dapat lebih baik dalam menjalankan tugas ke depannya,” pungkas Isa.

Penghargaan ini diberikan kepada sepuluh personel yang terlibat langsung dalam pengungkapan kasus narkoba terbesar di wilayah hukum Polres Rohil, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam memerangi peredaran gelap narkoba.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2025, Provinsi Riau menempati peringkat keenam nasional dalam kasus narkoba dengan total barang bukti sebanyak 1.234 kilogram sabu dan 23.500 butir pil ekstasi. Wilayah pesisir seperti Rokan Hilir menjadi jalur utama penyelundupan narkoba dari luar negeri karena letak geografisnya yang strategis.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Fenomena peningkatan kasus narkoba di wilayah pesisir menunjukkan kompleksitas permasalahan yang melibatkan faktor geografis, ekonomi, dan keamanan. Rokan Hilir yang memiliki garis pantai panjang dan banyak pulau kecil menjadi celah bagi jaringan internasional untuk melakukan penyelundupan. Namun, keberhasilan Polres Rohil dalam mengungkap kasus 79,9 kilogram sabu membuktikan bahwa kerja sama antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah sangat efektif dalam memutus rantai peredaran gelap.

Studi Kasus:
Pengungkapan kasus 79,9 kilogram sabu di Rohil pada akhir 2025 merupakan salah satu operasi terbesar di Sumatera. Modus operandi yang digunakan pelaku adalah dengan menyembunyikan sabu dalam kemasan makanan ringan yang dikirim melalui jalur laut. Operasi ini melibatkan koordinasi antara Satresnarkoba Polres Rohil, Ditresnarkoba Polda Riau, dan Bea Cukai. Dari pengungkapan ini, setidaknya 15 pelaku berhasil diamankan dan 3 jaringan internasional berhasil diputus.

Infografis:
[Data tidak dapat ditampilkan dalam format teks, namun dapat dijelaskan bahwa infografis akan menampilkan: 1) Jumlah 10 personel yang menerima penghargaan, 2) Total barang bukti 79,9 kilogram sabu, 3) Peringkat pertama di Polda Riau, 4) Perbandingan dengan kasus narkoba tahun sebelumnya yang menunjukkan peningkatan 65%, 5) Wilayah operasi di sepanjang garis pantai Rokan Hilir sepanjang 180 kilometer]

Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam memerangi narkoba. Dukungan pemerintah daerah terhadap aparat penegak hukum harus terus ditingkatkan, termasuk dalam hal fasilitas dan pelatihan. Mari kita jadikan Rokan Hilir sebagai contoh nyata bahwa dengan kerja keras dan komitmen bersama, peredaran narkoba bisa dicegah dan generasi muda bisa diselamatkan dari bahaya narkoba.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan