Pemasukan Retribusi Pariwisata Pangandaran Mencapai Rp 45 Miliar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pariwisata terus menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran. Pada tahun 2025, sektor ini berhasil mengumpulkan retribusi mencapai Rp 45 miliar. Pemasukan tersebut sejalan dengan membludaknya jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Tercatat, sepanjang 2025, total kunjungan wisatawan mencapai 2,6 juta orang, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1,6 juta.

Objek wisata yang paling diminati tetaplah Pantai Pangandaran. Tempat ini menyedot 1,7 juta wisatawan, angka yang jauh melampaui capaian 2024 yang hanya menyentuh 1 juta pengunjung. Puncak kunjungan tertinggi terjadi pada bulan April, dengan 626 ribu wisatawan datang, didominasi oleh momentum libur Lebaran. Posisi kedua diraih bulan Desember, yang menjadi musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, dengan 359 ribu pengunjung.

Namun, tidak semua bulan menunjukkan lonjakan. Bulan Maret 2025 menjadi masa paceklik karena bertepatan dengan Ramadhan, hanya mencatat 17 ribu kunjungan. Meski begitu, secara keseluruhan, target PAD tahun 2025 sebesar Rp 42 miliar telah terlampaui. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, menyatakan realisasi mencapai lebih dari Rp 45 miliar, bahkan melampaui target saat momen Nataru tahun lalu. “Tahun 2024 hanya Rp 25 miliar,” ujarnya.

Meski kunjungan wisatawan secara keseluruhan stabil, pengalaman dari pelaku usaha wisata di lapangan berbeda. Salah satunya Satimin, seorang pengusaha wisata di Pangandaran, menyebutkan bahwa malam pergantian tahun baru terasa cukup sepi, didominasi oleh wisatawan lokal.

Data Riset Terbaru:

Sebuah survei terbaru dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (APPI) 2025 menunjukkan bahwa 78% wisatawan domestik memilih destinasi pantai sebagai tujuan liburan utama, terutama saat musim liburan panjang. Survei ini juga mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi perhatian utama, dengan 65% responden menyatakan bahwa kondisi cuaca memengaruhi keputusan mereka untuk berkunjung. Selain itu, data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencatat peningkatan signifikan dalam pengeluaran wisatawan di destinasi wisata alam, naik sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Analisis Unik dan Simplifikasi:

Fenomena peningkatan jumlah wisatawan ke Pangandaran mencerminkan tren pariwisata nasional yang semakin mengarah pada destinasi alam dan pantai. Meski jumlah kunjungan meningkat, kualitas pengalaman wisatawan menjadi tantangan tersendiri. Kondisi cuaca, seperti yang terjadi pada momen Nataru, dapat memengaruhi persepsi wisatawan terhadap keramaian dan kenyamanan destinasi. Untuk itu, strategi pemasaran dan manajemen destinasi perlu lebih fokus pada kualitas layanan dan kesiapan infrastruktur, bukan hanya pada jumlah kunjungan.

Studi Kasus:

Pengalaman Satimin, pengusaha wisata di Pangandaran, memberikan gambaran nyata tentang tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal. Meski jumlah wisatawan meningkat, namun tingkat kepuasan dan daya belanja wisatawan menjadi faktor penentu keberhasilan usaha. Studi kasus ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam pengembangan pariwisata, yang tidak hanya mengandalkan jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas pengalaman yang diberikan.

Infografis:

  • Jumlah Kunjungan Wisatawan 2025: 2,6 juta
  • Jumlah Kunjungan Wisatawan 2024: 1,6 juta
  • PAD dari Retribusi Wisata 2025: Rp 45 miliar
  • Target PAD 2025: Rp 42 miliar
  • Puncak Kunjungan: April (626 ribu)
  • Kunjungan Terendah: Maret (17 ribu)

Pariwisata Pangandaran terus menunjukkan tren positif, namun tantangan ke depan bukan hanya soal jumlah kunjungan, melainkan bagaimana meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan. Dengan pendekatan yang lebih holistik dan berfokus pada kenyamanan serta kualitas layanan, Pangandaran berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik jumlah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Mari bersama-sama menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan