Hujan Picu Ambruknya Tembok Penahan Tanah di Lebak, Satu Rumah Rusak Berat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pada permulaan tahun 2026, Kabupaten Lebak, Banten, masih diguncang cuaca ekstrem yang ganas. Hujan lebat disertai angin kencang terus mengguyur wilayah tersebut. Akibat kondisi cuaca yang tidak menentu ini, tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Cibenyer Tengah, Desa Parakanbeusi, Kecamatan Bojongmanik, roboh. Dua keluarga menjadi korban langsung dari peristiwa tersebut.

“Rumah milik saudara dan Bapak saya yang ikut ambruk,” ujar warga setempat, Odah, saat ditemui wartawan pada Senin (5/1/2026). Menurutnya, curah hujan yang sangat tinggi telah mengguyur kampungnya sejak siang hingga malam hari. “Warga langsung merasa panik saat kejadian,” imbuh Odah.

Akibat kejadian ini, dapur rumah orang tua Odah mengalami kerusakan parah. Ia pun menyarankan keluarganya untuk segera mengungsi karena khawatir terjadi longsor susulan. “Dapur rumah Bapak saya hancur dan rusak cukup berat. Kami terpaksa mengungsi ke rumah kakek karena khawatir longsor kembali terjadi,” paparnya.

Plt Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Lebak, Irman Utharman, mengonfirmasi adanya laporan tersebut. Pihaknya telah mengerahkan tim ke lokasi kejadian. “Laporan memang masuk ke kami kemarin. Tim kami saat ini sedang melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi dan dampaknya,” tutur Irman.

Studi kasus menunjukkan bahwa daerah rawan longsor seperti Lebak rentan terhadap kejadian serupa terutama saat musim hujan. Infografis yang dirilis oleh BNPB menampilkan data bahwa 30% dari bencana hidrometeorologi di Jawa Barat dan Banten terjadi di wilayah pegunungan.

Faktor risiko utamanya adalah curah hujan yang intensif dalam waktu singkat, ditambah tanah yang labil akibat penebangan liar dan ketidakseimbangan ekosistem. Upaya mitigasi yang telah dilakukan BPBD meliputi pemetaan zona rawan, pelatihan warga tentang evakuasi, serta perbaikan infrastruktur penahan tanah.

Para ahli menyarankan agar pemerintah daerah meningkatkan investasi dalam sistem peringatan dini berbasis teknologi, seperti sensor curah hujan real-time dan aplikasi mobile untuk masyarakat. Selain itu, perluasan cakupan penanaman pohon peneduh dan penahan erosi di kawasan lereng perlu dipercepat.

Penting bagi masyarakat di kawasan rawan seperti Lebak untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca. Dengan kesiapan, kesadaran, dan kolaborasi antara pemerintah dan warga, risiko bencana bisa diminimalkan. Ayo tingkatkan kesadaran, siapkan diri, dan bangun komunitas yang lebih tangguh menghadapi tantangan alam!

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan