Kota Tasikmalaya sedang digegerkan oleh sebuah fenomena yang bukan berupa demam berdarah atau politik, melainkan demam padel. Padel adalah olahraga modern yang menggabungkan unsur tenis, bulu tangkis, dan tren lifestyle. Lapangan padel bermunculan dengan cepat, seolah tumbuh seperti jamur di musim hujan. Namun, berbeda dengan jamur yang bisa tumbuh seenaknya, lapangan padel membutuhkan SLF — Sertifikat Laik Fungsi — untuk menjalani operasionalnya.
Setelah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan inspeksi langsung ke lapangan, ternyata hampir semua fasilitas padel belum memiliki izin operasional yang lengkap. Artinya, legalitas mereka tergolong rapuh, bahkan lebih tipis daripada raket yang digunakan dalam permainan.
Andri Ikbal, seorang Penata Perizinan Ahli Madya yang terdengar seperti tokoh utama dalam drama birokrasi, menjelaskan situasi ini dengan tenang. Awalnya tercatat ada sepuluh lapangan, tapi setelah dicek ulang, jumlahnya bertambah menjadi sebelas. Uniknya, di Tasikmalaya, jumlah lapangan bisa berubah begitu saja hanya karena ada pemeriksaan ulang.
Sayangnya, saat proses pemeriksaan izin berjalan, semua nilai untuk SLF kosong. Tidak satupun yang memenuhi persyaratan. Meski begitu, beberapa sudah memiliki izin lain, seperti siswa yang belum menerima rapor tapi sudah siap dengan seragam batik untuk acara perpisahan.
Secara hukum, olahraga padel dikategorikan sebagai bagian dari sektor pariwisata. Jadi, main padel bukan sekadar berolahraga — itu dianggap sebagai aktivitas wisata. Tak heran jika Satpol PP turut hadir dalam berbagai rapat terkait, mungkin saja untuk memastikan pemain mengenakan sabuk pengaman.
Beberapa lapangan padel sudah berdiri megah, beroperasi penuh, dan ramai dikunjungi. Hanya satu hal yang masih kurang: izin lengkap. Seperti hubungan yang sudah melamar duluan, baru kemudian mengenal keluarga mertua.
Pemerintah, tentu saja, tidak ingin menghambat investasi. Sebab, uang yang masuk seperti tanaman yang perlu dirawat. Meski begitu, jika tanaman tumbuh tanpa izin, paling tidak jangan sampai merusak kebun tetangga.
DPMPTSP pun mengirimkan surat imbauan dengan bahasa yang santun. Intinya jelas: “Silakan bangun lapangan padel, tapi jangan lupa lengkapi izinnya juga.” Jangan sampai izin menjadi bagian akhir, seperti atap dapur tambahan yang selalu tertunda.
Bagi masyarakat, situasi ini terasa lucu sekaligus serius. Di satu sisi, padel membawa harapan baru, meningkatkan gaya hidup sehat, dan menghidupkan olahraga. Di sisi lain, konten Instagram pun semakin beragam karena kehadiran lapangan padel.
Data Riset Terbaru:
Sebuah survei yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Pariwisata dan Olahraga (LPPO) pada 2025 menunjukkan, jumlah penggemar padel di Indonesia meningkat 78% dalam dua tahun terakhir. Kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, dan Makassar telah lebih dulu mengatasi masalah perizinan dengan membuat standar khusus untuk lapangan padel. Dalam studi kasus di Bandung, penerapan izin SLF yang cepat dan transparan mendorong investasi hingga Rp 15 miliar dalam lima tahun terakhir. Infografis yang dirancang LPPO menunjukkan bahwa 80% pemilik lapangan padel setuju jika perizinan bisa dipercepat melalui sistem digital.
Pemerintah kota perlu segera merancang regulasi yang jelas dan mudah diakses agar minat investasi di sektor padel tetap tumbuh. Jangan biarkan potensi ekonomi dan olahraga ini terkendala oleh prosedur birokrasi yang rumit. Dengan perizinan yang terbuka dan transparan, Tasikmalaya bisa menjadi pusat padel yang diminati di Jawa Barat. Jadi, mulailah dari hari ini—bangun lapangan, lengkapi izin, dan rayakan gerakan sehat bersama. Mari ubah tantangan menjadi peluang, dan jadikan padel bukan sekadar tren, tapi bagian dari masa depan kota yang dinamis.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.