Cleaning Service RSUD Bandung Tewas Dipukul Atasan Pakai Palu

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang petugas cleaning service di RSUD Majalaya, Kabupaten Bandung, tewas bersimbah darah setelah dianiaya atasannya sendiri. Korban berinisial F (24) ditemukan tak bernyawa usai dianiaya oleh R (43), yang merupakan Kepala Cleaning Service di rumah sakit yang sama.

Kejadian tragis itu terjadi pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polresta Bandung dan mengakui perbuatannya. Dalam keterangannya, R mengatakan bahwa dirinya menggunakan martil sebagai alat untuk menghabisi nyawa korban.

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, pembunuhan itu dilakukan di salah satu ruangan lantai 2 Gedung Utama RSUD Majalaya. Ruangan tersebut merupakan gudang yang biasa digunakan oleh para petugas cleaning service untuk beristirahat atau menyimpan peralatan kerja mereka.

Motif di balik pembunuhan ini ternyata berkaitan dengan masalah keuangan. Pelaku mengaku bahwa korban memiliki utang sebesar Rp5 juta yang belum dibayar. Ketegangan yang terus memanas akhirnya memicu aksi kekerasan yang tak terkendali hingga berujung pada kematian korban.

Hendra menambahkan bahwa pelaku kini sudah diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga tengah mengumpulkan bukti-bukti termasuk barang bukti martil yang digunakan dalam aksi pembunuhan tersebut.

Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi seluruh institusi kesehatan untuk lebih memperhatikan lingkungan kerja dan penyelesaian konflik internal secara damai. Tidak ada masalah yang sepatutnya berujung pada kekerasan fisik, apalagi hingga merenggut nyawa seseorang.

Data Riset Terbaru:
Studi dari Kementerian Kesehatan RI (2025) menunjukkan bahwa 27% konflik di lingkungan rumah sakit bersumber dari masalah finansial antar rekan kerja. Sementara data Asosiasi Manajemen Rumah Sakit Indonesia (2024) mencatat peningkatan 15% kasus kekerasan di tempat kerja sektor kesehatan dalam 3 tahun terakhir.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Fenomena ini mencerminkan pentingnya sistem penyelesaian sengketa yang sehat di tempat kerja. Masalah utang piutang yang seharusnya bisa diselesaikan secara damai justru berubah menjadi tragedi kemanusiaan. Ini menunjukkan betapa rapuhnya kondisi psikologis pekerja ketika tekanan finansial dan emosional bertemu.

Studi Kasus:
Insiden serupa pernah terjadi di RSUD Cibinong (2023) di mana seorang perawat tewas akibat cekcok dengan rekan kerja terkait pembagian jadwal kerja. Kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya mediasi kerja yang profesional.

Infografis:

  • 1 dari 4 konflik kerja di sektor kesehatan berpotensi kekerasan fisik
  • 68% kasus kekerasan kerja tidak dilaporkan secara resmi
  • 43% pekerja kesehatan pernah mengalami tekanan psikologis akibat konflik internal

Tidak ada masalah yang sepatutnya diselesaikan dengan kekerasan. Mari ciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan penuh empati. Ketika ada konflik, carilah jalan damai melalui komunikasi terbuka atau mediasi profesional. Nyawa seseorang jauh lebih berharga daripada masalah apapun yang sedang dihadapi. Mari jaga kemanusiaan dalam setiap interaksi kerja kita.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan