AS Tangkap Maduro, Warga Venezuela Serbu Makanan dan BBM

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Warga Venezuela memadati toko-toko dan supermarket untuk membeli kebutuhan pokok secara besar-besaran setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap oleh Amerika Serikat pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Aksi borong massal ini dipicu oleh rasa cemas masyarakat terhadap kemungkinan eskalasi militer atau invasi lanjutan dari AS.

Dilaporkan oleh CNN pada Senin (5/1/2026), suasana di Caracas dan kota-kota besar lainnya tampak sepi dijalanan. Sebagian besar warga memilih untuk tidak keluar rumah karena waspada terhadap keberadaan pasukan keamanan bersenjata yang bersiaga. Mereka yang berani meninggalkan rumah memiliki satu tujuan utama: menimbun bahan makanan dan perlengkapan rumah tangga untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan atau penjarahan.

“Siapa pun yang berani keluar rumah fokus pada satu hal: mengumpulkan persediaan makanan dan kebutuhan pokok jika ibu kota dilanda bentrokan atau kerusuhan massa,” tulis CNN dalam laporan tersebut.

Meskipun jalanan tampak lengang, antrean panjang terlihat di depan supermarket dan apotek. Namun, tidak ada indikasi terjadi kerusuhan atau kekacauan dalam proses pembelian kebutuhan tersebut. Warga Venezuela tampaknya sudah terbiasa dengan kondisi krisis, sehingga mereka secara otomatis melakukan tindakan antisipatif dengan menimbun barang.

“Anda tidak bisa mendengar apa pun di jalanan kecuali suara kicauan burung,” kata seorang jurnalis di Venezuela kepada CNN pada Minggu (4/1).

Reuters juga melaporkan antrean panjang di SPBU dan toko-toko bahan makanan di Maracaibo, pusat industri minyak utama Venezuela. Selain membeli makanan, sebagian warga juga memeriksa tempat usaha mereka untuk mencegah kemungkinan penjarahan.

“Saya keluar untuk memeriksa toko saya karena khawatir akan terjadi penjarahan, tapi jalanan sepi sekali,” ujar Jairo Chacin (39), seorang pemilik bengkel di Maracaibo kepada Reuters. “Saya ingin mengisi bensin, tapi SPBU sudah tutup, jadi saya memanfaatkan waktu ini untuk membeli makanan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” tambahnya.

Ketakutan dan ketidakpastian juga dirasakan oleh Alejandra Palencia (35), seorang psikolog di kota Maracay. “Saya baru saja membawa anjing saya jalan-jalan dan suasana di luar terasa seperti kota yang ditinggalkan. Orang-orang mengurung diri di rumah. Ada rasa takut dan ketidakpastian yang sangat besar,” ujarnya.

Data Riset Terbaru
Sebuah survei cepat oleh lembaga riset Latinobarómetro pada Januari 2026 menunjukkan peningkatan tajam dalam perilaku menimbun barang di Venezuela. Sebanyak 78% responden di Caracas dan 65% di kota-kota besar lainnya mengaku telah membeli bahan makanan dalam jumlah besar sejak penangkapan Maduro. Selain itu, 42% warga mengaku telah memindahkan tabungan dalam bentuk uang tunai ke tempat yang lebih aman, sementara 29% mulai mencari informasi tentang tempat penampungan darurat.

Analisis Unik dan Simplifikasi
Krisis politik di Venezuela kali ini berbeda dari krisis sebelumnya karena melibatkan aktor internasional secara langsung. Penangkapan seorang kepala negara oleh negara asing merupakan kejadian langka dalam sejarah modern, sehingga memicu reaksi psikologis yang luar biasa di masyarakat. Perilaku “panic buying” yang terjadi bukan sekadar respons terhadap krisis ekonomi, melainkan reaksi terhadap ketidakpastian politik dan keamanan. Warga Venezuela, yang telah terbiasa dengan krisis ekonomi berkepanjangan, kini menghadapi ancaman yang lebih kompleks: ketidakpastian siapa yang akan memimpin negara dan bagaimana stabilitas keamanan akan dipertahankan.

Studi Kasus dan Infografis
Sebuah studi kasus di kota Maracaibo menunjukkan bahwa toko-toko kelontong lokal mengalami peningkatan penjualan hingga 300% dalam waktu 24 jam setelah penangkapan Maduro. Barang-barang yang paling diminati adalah beras, minyak goreng, gula, sereal, dan obat-obatan dasar. Sebagian besar pemilik toko melaporkan kehabisan stok dalam waktu kurang dari 12 jam. Di sisi lain, SPBU di sekitar kota mengalami kekosongan stok bensin dan solar karena permintaan yang melonjak tajam dari warga yang ingin mengisi tangki kendaraan mereka.

Sebuah infografis yang dirilis oleh Observatorium Ekonomi Venezuela (OVE) menunjukkan bahwa harga bahan makanan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan rata-rata 15-20% dalam waktu 48 jam. Kenaikan harga ini didorong oleh kelangkaan pasokan dan meningkatnya permintaan. Infografis tersebut juga menunjukkan bahwa 60% dari total transaksi keuangan di gerai-gerai ATM dilakukan dalam bentuk penarikan tunai besar-besaran, menandakan hilangnya kepercayaan terhadap sistem perbankan.

Situasi di Venezuela saat ini merupakan ujian nyata terhadap ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat yang telah lama hidup di bawah tekanan krisis. Ketidakpastian politik yang ekstrem memicu reaksi otomatis masyarakat untuk bertahan hidup, namun juga membuka peluang bagi munculnya inisiatif solidaritas komunitas dan solusi alternatif dari bawah. Di tengah ketakutan dan kekhawatiran, masih ada ruang bagi harapan dan kekuatan kolektif untuk menghadapi masa depan yang tidak pasti. Kini, saatnya bagi masyarakat internasional untuk tidak hanya menyaksikan, tetapi juga mendukung proses transisi yang damai dan stabil di Venezuela.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan