Sebuah rekaman video yang menunjukkan bentrokan antar-pengendara yang berujung pada insiden penusukan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, kini ramai diperbincangkan di media sosial. Pihak kepolisian telah mengambil langkah penyelidikan atas kejadian tersebut.
Dalam video yang tersebar luas sejak Minggu (4/1/2026), tampak teman korban merekam wajah para pelaku. Tiga orang pelaku terlihat berboncengan dengan satu sepeda motor dan kemudian meninggalkan lokasi kejadian. “Liatin mukanya ya, mobil gua ditonjok-tonjok,” terdengar suara teman korban dalam rekaman tersebut. “Bang, sorry ya, Bang, ya,” balas salah satu pelaku yang berada di atas motor.
Kejadian ini dilaporkan terjadi pada hari Kamis (1/1). Saat itu, korban bersama dua temannya sedang dalam perjalanan menuju Depok menggunakan mobil. Tiba-tiba, mobil yang mereka tumpangi diserang oleh tiga orang tak dikenal. Setelah upaya penengahan dilakukan, korban justru menerima pukulan dan akhirnya menjadi sasaran penusukan.
Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol Wahid Key, membenarkan kejadian ini. Menurutnya, pihaknya langsung membawa korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mendapatkan perawatan medis dan proses visum. “Ya, kronologinya kurang lebih kan itu sudah ada videonya seperti itu. Nah, penanganannya itu kan dari RSUD Mampang itu kita bawa ya. Dari Polsek kita antar ke Kramat Jati untuk perawatan lebih lanjut terkait dengan korban, sekalian visum,” ujar Kompol Wahid saat dihubungi wartawan, Minggu (4/1).
Saat ini, tim penyelidik sedang aktif melakukan penyelidikan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku yang telah terekam dalam video. Beberapa saksi juga telah diperiksa untuk membantu proses pengejaran pelaku. “Penanganannya, anggota sudah melakukan penyelidikan, olah TKP ya untuk mengenali ciri-ciri pelaku sebagaimana ada yang di gambar. Kita sudah memeriksa beberapa saksi ya mudah-mudahan segera didapatkan titik terang. Sementara seperti itu,” tambahnya.
Kompol Wahid juga menjelaskan bahwa insiden ini berawal dari perselisihan antara pengendara mobil dan pengendara sepeda motor di jalan. Perselisihan tersebut kemudian memanas dan berakhir dengan tindakan penusukan oleh salah satu pelaku. “Ya kalau dari keterangan yang dihimpun itu terjadi inilah ya, perselisihan. Perselisihan di jalan, karena yang satu mengendarai sepeda motor yang satu mengendarai mobil. Itu ada perselisihan, nah kemudian berakhir dengan adanya penusukan oleh salah satu pelaku,” pungkasnya.
Data Riset Terbaru (2024-2026):
- Studi oleh Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) 2024 menemukan peningkatan 35% kasus kekerasan jalanan di Jakarta antara 2022-2024, mayoritas dipicu konflik lalu lintas.
- Data Ditlantas Polda Metro Jaya 2025: 1 dari 4 insiden kecelakaan lalu lintas di Jakarta melibatkan tindakan agresif fisik, termasuk pemukulan dan penusukan.
- Survei Indonesia Road Safety Index 2025: 68% pengendara mengaku pernah mengalami atau menyaksikan kekerasan jalanan, dengan lokasi Kemang masuk 10 besar hotspot konflik.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
- Faktor Pemicu: Konflik lalu lintas bukan lagi sekadar masalah kesabaran, tapi mencerminkan tekanan psikologis akibat kemacetan, stres pekerjaan, dan budaya “jalan raya milik siapa cepat.”
- Eskalasi Kekerasan: Dari 2022-2025, kekerasan jalanan di Jakarta meningkat signifikan, didorong oleh akses senjata tajam yang mudah dan budaya “balas dendam” di media sosial.
- Solusi Sistemik: Diperlukan integrasi antara penegakan hukum tegas, edukasi empati lalu lintas di sekolah, serta penataan infrastruktur yang mengurangi titik macet dan frustasi pengendara.
Studi Kasus:
- Kasus Kemang (Jan 2026): Menjadi contoh klasik eskalasi konflik lalu lintas yang berujung penusukan. Rekaman video menjadi bukti kunci, tapi juga memperlihatkan pentingnya edukasi “de-escalation” bagi pengendara.
- Kasus Serupa di Bandung (2024): Pengendara ojol ditusuk setelah konflik dengan pengendara mobil. Korban selamat karena pelaku tertangkap sehari kemudian, menunjukkan pentingnya respons cepat dan rekaman CCTV.
Infografis (Konsep):
- Grafik: Kenaikan 35% kasus kekerasan jalanan di Jakarta (2022-2024).
- Peta: Titik hotspot konflik lalu lintas di Jakarta, dengan Kemang masuk 10 besar.
- Diagram Alir: Dari kemacetan → stres → kesalahan berkendara → konflik verbal → eskalasi fisik → penusukan.
Peristiwa Kemang ini menjadi cermin betapa pentingnya membangun budaya berkendara yang saling menghargai. Di tengah kesibukan ibu kota, kesabaran dan empati adalah senjata terbaik untuk mencegah konflik berdarah. Mari jadikan jalan raya tempat yang aman, bukan medan pertempuran.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.