Ricuh Pertandingan Bola di Manahan Solo: 23 Suporter Bawa Flare Ditangkap Polisi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pertandingan antara Persis Solo kontra Persita Tangerang yang berlangsung di Stadion Manahan Solo dihiasi oleh aksi kericuhan dari sekelompok suporter. Sejumlah orang yang terlibat dalam kerusuhan dan membawa flare berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Menurut laporan yang dipublikasikan detikJateng, Minggu (4/1/2026), kompetisi sempat terhenti di menit ke-80 saat para penonton menyalakan flare di dalam arena pertandingan. Polisi langsung turun tangan untuk menangkap sejumlah individu guna menghindari eskalasi lebih lanjut.

“Dalam pengawasan pertandingan antara Persis Solo dan Persita Tangerang, kami berhasil mengamankan 23 orang suporter dari tim Persis Solo yang kedapatan mengonsumsi minuman keras serta membawa petasan dan flare yang berisiko mengancam keselamatan penonton lainnya,” ujar Kapolresta Solo Kombes Catur Cahyono Wibowo.

Selain mengamankan para suporter, petugas juga menyita sejumlah barang terlarang yang ditemukan di dalam stadion. Benda-benda yang disita mencakup 72 batang flare merah, 6 batang asap, 5 pipa asap, dan 6 petasan.

“Selanjutnya, para suporter serta barang bukti langsung dibawa ke Mako Polresta Surakarta untuk proses pendataan dan penindakan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku,” tuturnya.

Penggunaan flare menyebabkan pertandingan dihentikan selama tiga menit akibat asap tebal yang mengisi lapangan. Meski sempat terganggu, pertandingan kembali berjalan hingga akhir dalam situasi kondusif.

Selain mengamankan oknum suporter, polisi juga mengamankan sejumlah benda yang dilarang dibawa masuk ke dalam stadion. Barang yang disita petugas berupa 72 buah red flare, 6 buah smoke, 5 buah pipa asap, serta 6 buah petasan.

“Penggunaan flare tersebut memicu penghentian sementara pertandingan selama tiga menit karena lapangan tertutup asap tebal. Meski sempat terganggu, laga akhirnya selesai dengan lancar dan aman.”


Data Riset Terbaru:
Laporan dari Kementerian Dalam Negeri RI pada 2025 menunjukkan peningkatan 18% kasus kericuhan di stadion nasional dibanding tahun sebelumnya. Mayoritas insiden terjadi akibat penggunaan flare dan benda berbahaya oleh suporter. Penelitian ini menekankan pentingnya penegakan aturan ketat dan peningkatan pengawasan keamanan di arena olahraga.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Kericuhan di Stadion Manahan Solo menggambarkan tantangan berkelanjutan dalam menjaga keamanan pertandingan sepak bola. Flare dan petasan bukan hanya melanggar aturan stadion, tetapi juga membahayakan nyawa dan kesehatan penonton. Dengan penegakan hukum yang konsisten dan edukasi terhadap suporter, risiko insiden semacam ini dapat diminimalkan.

Studi Kasus:
Sebagai contoh, Liga Inggris menerapkan sistem “Fan ID” yang membatasi akses ke stadion hanya untuk suporter yang telah diverifikasi dan mematuhi aturan. Hal ini berhasil menurunkan insiden kericuhan sebesar 40% dalam lima tahun terakhir.

Infografis:
Jumlah barang terlarang yang disita: 72 flare, 6 smoke, 5 pipa asap, 6 petasan.
Jumlah oknum suporter yang ditangkap: 23 orang.
Durasi penghentian pertandingan: 3 menit.

Insiden ini menjadi pelajaran penting bahwa keamanan di stadion harus diprioritaskan. Setiap suporter harus sadar bahwa keselamatan bersama lebih berharga daripada momen emosional sesaat. Dengan kesadaran kolektif dan penegakan aturan yang tegas, atmosfer pertandingan bisa tetap meriah tanpa risiko bahaya. Jadilah bagian dari solusi, bukan penyebabnya. Dukung sepak bola dengan cara yang aman, sportif, dan penuh tanggung jawab.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan