Polri Amankan 33.800 Gereja dan 4.277 Objek Wisata Selama Masa Nataru

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Polri telah mengamankan lebih dari 33 ribu gereja selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam Operasi Lilin 2025. Selain gereja, pengamanan juga dilakukan di berbagai lokasi strategis seperti terminal, pelabuhan, bandara, stasiun kereta api, pusat perbelanjaan, objek wisata, serta titik-titik perayaan Tahun Baru.

Kakorsabhara Polri Irjen Mulia Hasadungan Ritonga menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup di seluruh lokasi tersebut. Dalam operasi ini, Polri mengerahkan 312.314 personel yang tersebar di 2.928 pos pengamanan, terdiri dari 1.829 pos pengamanan, 766 pos pelayanan, dan 333 pos terpadu.

Ritonga menekankan bahwa tugas Polri tidak hanya sebatas pengamanan fisik, tetapi juga mencakup dimensi spiritual dan sosial. Polri bertugas menjaga keamanan ibadah dan kegiatan spiritual, suka cita keluarga dan komunitas, mobilitas masyarakat, pusat-pusat keramaian, pusat-pusat perekonomian, serta kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana.

Pengamanan ini bertujuan agar masyarakat dapat merayakan liburan dan menjalankan ibadah dengan aman dan damai. Polri berkomitmen untuk menciptakan suasana yang kondusif selama periode Nataru, sehingga masyarakat dapat menikmati momen penting ini tanpa kekhawatiran.

Ritonga juga memantau langsung arus balik di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas pasca libur panjang.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan data internal Polri, Operasi Lilin 2025 mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah personel yang dikerahkan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pos pengamanan juga bertambah sebesar 15% dari tahun 2024. Analisis menunjukkan bahwa kehadiran Polri yang masif ini berdampak langsung pada penurunan angka kejahatan selama periode Nataru sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Pengamanan Nataru oleh Polri dapat dianalogikan seperti sistem kekebalan tubuh yang bekerja mencegah infeksi. Polri menjadi “sel darah putih” yang menjaga “tubuh” masyarakat dari berbagai “patogen” yang dapat mengganggu ketertiban umum. Dengan penyebaran personel yang strategis di seluruh “organ tubuh” masyarakat (gereja, terminal, pelabuhan, dll), Polri mampu mendeteksi dan menangkal potensi gangguan sejak dini.

Studi Kasus:
Di wilayah Jakarta, Polri berhasil mencegah potensi kerusuhan di sebuah pusat perbelanjaan besar yang menjadi titik kumpul warga saat malam Tahun Baru. Dengan sistem pengamanan terpadu yang melibatkan 500 personel gabungan, termasuk tim khusus anti-teror, Polri mampu mengamankan area seluas 10 hektar tersebut tanpa insiden.

Infografis (dalam bentuk teks):

  • Gereja yang diamankan: 33.800 lokasi
  • Terminal: 659 titik
  • Pelabuhan: 545 titik
  • Bandara: 185 lokasi
  • Stasiun kereta api: 295 titik
  • Pusat perbelanjaan: 2.823 lokasi
  • Objek wisata: 4.277 titik
  • Titik perayaan Tahun Baru: 1.852 lokasi
  • Personel Polri: 312.314 orang
  • Pos pengamanan: 2.928 unit

Operasi Lilin 2025 membuktikan bahwa kehadiran Polri yang masif dan strategis mampu menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Dengan pendekatan holistik yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan ekonomi, Polri tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga menjaga keharmonisan sosial selama periode penting ini. Keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, karena keamanan adalah tanggung jawab kita bersama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan