Polisi Periksa 10 Saksi dalam Kasus Tewasnya Satu Keluarga di Jakarta Utara

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tiga orang dari satu keluarga ditemukan tewas di sebuah rumah di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian mereka yang diduga akibat keracunan. Hingga saat ini, tim penyidik telah memeriksa 10 saksi terkait kasus tersebut.

Jasad para korban pertama kali ditemukan di dalam rumah di Warakas III Gang 10 pada Jumat (2/1/2026). Seorang korban lainnya berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit. Ketiga jenazah telah menjalani proses autopsi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, sebelum kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso, mengatakan bahwa hasil autopsi masih dalam proses dan belum dapat dipastikan. “Belum bisa kita pastikan penyebab kematian mereka saat ini karena proses analisa dan pemeriksaan masih berlangsung,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga masih mendalami temuan fisik pada tubuh korban, termasuk ruam merah dan busa di mulut. “Secara kasatmata memang terdapat ruam merah, namun penyebab dan sejauh mana kondisi tersebut masih diperiksa oleh dokter forensik yang menangani,” tambah Onkoseno.

Tim dokter forensik terus melakukan analisis untuk mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan kematian ketiga korban. Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan adanya zat berbahaya atau racun yang menjadi penyebab insiden tragis ini.

Dalam proses penyelidikan, polisi tidak menutup kemungkinan akan memeriksa lebih banyak saksi dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan di lokasi kejadian. Semua kemungkinan masih dibuka dan diteliti secara mendalam.

Masyarakat sekitar juga diminta untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Polisi berjanji akan memberikan informasi resmi secepatnya setelah proses penyelidikan selesai.

Data Riset Terbaru menunjukkan bahwa kasus keracunan massal di lingkungan permukiman padat masih menjadi ancaman serius. Faktor kebersihan lingkungan, kualitas makanan, dan akses terhadap fasilitas kesehatan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.

Studi kasus serupa di wilayah perkotaan menunjukkan bahwa keterlambatan penanganan medis dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap gejala keracunan dapat memperburuk kondisi korban. Infografis kesehatan masyarakat menyarankan agar setiap keluarga memiliki pengetahuan dasar tentang penanganan pertama keracunan.

Jangan pernah mengabaikan gejala-gejala awal keracunan seperti mual, muntah, ruam di kulit, atau kesulitan bernapas. Segera cari pertolongan medis dan laporkan kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib. Kewaspadaan dan pengetahuan yang cukup bisa menjadi penentu antara hidup dan mati.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan