Maman Suherman, seorang tokoh politik PKS, harus kehilangan anaknya setelah terjadi peristiwa pembunuhan di Cilegon, Banten. Polisi berhasil menahan pelaku berinisial HA (31) di sebuah rumah mewah. PKS menyatakan komitmennya untuk mendampingi proses hukum hingga ke tahap persidangan.
Nurul Amalia, selaku Ketua DPP Bidang Advokasi PKS, mengatakan bahwa pihaknya akan mendampingi keluarga korban secara hukum. Ia menegaskan bahwa kuasa hukum dari DPP PKS sudah ditunjuk oleh keluarga untuk mengawal perkara ini ke tahap selanjutnya. “PKS akan terus mengawal dengan pendampingan hukum terhadap keluarga korban sampai proses hukum ke tahap selanjutnya,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu (4/1/2026).
PKS juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja kepolisian yang berhasil menangkap pelaku. Namun, mereka meminta agar penegakan hukum dilakukan secara transparan dan profesional. “Dengan ditangkapnya pelaku tentu saja kami mengapresiasi kinerja kepolisian dan berharap agar proses hukum terhadap pelaku dapat dilakukan secara profesional dan transparan,” kata Nurul.
Kasus ini menimpa seorang anak berusia 9 tahun, sehingga PKS mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya. “Kami pun mengandalkan aparat penegak hukum dari tingkat kepolisian, tahap penuntutan oleh kejaksaan dan proses peradilan agar dapat menghukum pelaku dengan seberat-beratnya karena telah menghilangkan nyawa anak berusia 9 tahun yang menurut kami memiliki hak asasi untuk hidup sebagaimana hak asasi orang dewasa yang dilindungi oleh Undang-undang,” ujarnya.
HA, pelaku pembunuhan, ternyata seorang karyawan swasta di Cilegon. Ia ditangkap saat melakukan pencurian di rumah mantan anggota DPRD Cilegon, Roisudin Sayuri, pada Jumat (3/1). Setelah diamankan, diketahui bahwa pelaku berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, dan tinggal di kawasan Bumi Rakata. “Pelaku inisial HA, umur 31 tahun, karyawan swasta di Cilegon,” kata Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Darmawan, seperti dikutip pada Sabtu (3/1). “Orang ini orang Palembang, tinggal Bumi Rakata,” tambah Kapolsek Cilegon, AKP Firman Al Hamid.
Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama karena korbannya masih anak-anak. Masyarakat berharap agar proses hukum berjalan adil dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya. PKS, sebagai partai yang mendukung penuh keluarga korban, akan terus memberikan pendampingan hingga proses peradilan selesai.
Dengan adanya dukungan dari PKS dan penanganan serius dari pihak kepolisian, diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap kejahatan yang dapat terjadi di lingkungan sekitar. Perlindungan terhadap anak-anak harus menjadi prioritas utama, mengingat mereka adalah generasi penerus bangsa yang perlu dijaga dan dilindungi dari segala bentuk ancaman kejahatan.
Data Riset Terbaru:
Menurut survei Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tahun 2025, kasus kejahatan terhadap anak di Indonesia meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 68% kasus terjadi di lingkungan rumah atau tempat tinggal korban, menunjukkan pentingnya pengawasan dan keamanan di lingkungan terdekat.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Kasus pembunuhan anak politikus PKS ini mencerminkan kompleksitas keamanan di lingkungan perumahan mewah yang seharusnya terlindungi. Pelaku yang merupakan karyawan swasta menunjukkan bahwa latar belakang ekonomi bukan jaminan terhadap perilaku kriminal. Faktor psikologis dan tekanan hidup bisa menjadi pemicu utama.
Studi Kasus:
Studi kasus serupa terjadi di Bandung tahun 2024, di mana seorang anak berusia 10 tahun menjadi korban pembunuhan oleh tetangganya sendiri. Pelaku ternyata memiliki riwayat gangguan mental yang tidak ditangani secara serius oleh keluarga dan pihak berwenang.
Infografis:
- Angka kejahatan terhadap anak di Indonesia: 12.500 kasus (2025)
- Lokasi kejadian: 68% di rumah, 22% di sekolah, 10% di tempat umum
- Usia korban: 70% usia 6-12 tahun
- Hubungan pelaku-korban: 45% tetangga, 30% keluarga, 25% orang tak dikenal
Kejadian ini harus menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem keamanan di lingkungan sekitar. Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban bersama sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap generasi penerus bangsa. Mari kita jadikan lingkungan kita tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak tumbuh dan berkembang.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.