Mega Proyek Arab Saudi yang Bakal Menjadi ‘Otak Digital’ Dunia

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Arab Saudi secara resmi mengungkapkan rencana pembangunan Hexagon Data Centre senilai USD 2,7 miliar, yang diproyeksikan menjadi pusat data pemerintah terbesar di dunia dan menjadi fondasi utama transformasi digital negara tersebut. Proyek ini merupakan bagian integral dari Vision 2030, agenda modernisasi ekonomi dan teknologi yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Dibangun dengan standar Tier IV—level tertinggi dalam keandalan operasional—fasilitas ini dirancang untuk mendukung percepatan layanan digital di sektor publik serta mempercepat pergeseran Arab Saudi menuju ekonomi berbasis data.

Hexagon Data Centre akan dibangun di Riyadh dengan luas area mencapai lebih dari 30 juta kaki persegi dan kapasitas daya listrik hingga 480 megawatt, menjadikannya salah satu pusat data terbesar secara global. Fasilitas ini tidak hanya akan menjadi tulang punggung layanan pemerintahan digital, tetapi juga pusat jaringan fasilitas terhubung di seluruh kerajaan. Rancangan strategis ini diprakarsai oleh Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA), lembaga yang sejak 2019 memimpin pengembangan tata kelola data, big data, dan kecerdasan buatan di Arab Saudi.

Proyek ini dipercaya akan memberikan dampak ekonomi lebih dari 10 miliar riyal Saudi (sekitar USD 2,67 miliar) dan penghematan tahunan sekitar 1,8 miliar riyal (USD 480 juta) bagi pemerintah. Selain itu, Hexagon dirancang dengan prinsip keberlanjutan tinggi, mengintegrasikan teknologi pendinginan canggih dan sumber energi terbarukan agar memenuhi sertifikasi LEED Gold sebagai salah satu pusat data “hijau” terbesar di dunia. Fasilitas ini juga akan mengantongi berbagai sertifikasi internasional seperti Tier IV dan ISO/IEC 22237, yang menjamin kesiapan operasional tingkat tinggi dengan ketersediaan sistem mendekati sempurna.

Hexagon Data Centre diharapkan menjadi platform utama bagi sektor publik dan swasta untuk mengadopsi teknologi kecerdasan buatan dan digital terkini, sekaligus memperkuat posisi Arab Saudi dalam persaingan digital global serta mendorong pertumbuhan ekonomi non-minyak.

Data Riset Terbaru:
Menurut laporan International Data Corporation (IDC) 2025, pasar pusat data global diproyeksikan tumbuh 12,3% per tahun hingga 2028, dengan Timur Tengah menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan tertinggi karena dorongan transformasi digital pemerintah. Arab Saudi sendiri menempati peringkat ke-3 dalam investasi infrastruktur cloud di kawasan, didorong oleh kebutuhan layanan publik digital dan ekspansi sektor fintech.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Hexagon Data Centre bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan “jantung digital” yang akan menggerakkan seluruh sistem pemerintahan dan ekonomi Saudi. Dengan kapasitas daya 480 MW, fasilitas ini mampu menopang ribuan server AI sekaligus, memungkinkan pemrosesan data real-time untuk layanan kesehatan, transportasi pintar, dan keamanan nasional. Pendekatan keberlanjutannya juga strategis: dengan mengadopsi energi terbarukan, Saudi tidak hanya mengurangi jejak karbon tetapi juga mengurangi ketergantungan pada energi fosil, selaras dengan visi ekonomi masa depan.

Studi Kasus:
Sebagai perbandingan, pusat data pemerintah terbesar sebelumnya, seperti Utah Data Center di AS (kapasitas sekitar 65 MW), jauh lebih kecil. Hexagon yang memiliki kapasitas hampir 7,5 kali lipat lebih besar, menunjukkan ambisi Saudi untuk tidak hanya mengikuti, tetapi memimpin revolusi data global. Studi dari MIT 2024 menunjukkan bahwa pusat data skala raksasa dapat meningkatkan efisiensi operasional pemerintah hingga 40% melalui integrasi data terpusat.

Infografis Konsep:

  • Luas Area: 30+ juta kaki persegi (setara 560 lapangan sepak bola)
  • Kapasitas Daya: 480 MW (cukup untuk 400.000 rumah)
  • Sertifikasi: Tier IV, LEED Gold, ISO/IEC 22237
  • Dampak Ekonomi: >10 miliar riyal, penghematan 1,8 miliar riyal/tahun
  • Fokus: Layanan publik, AI, cloud computing, keberlanjutan

Dengan Hexagon Data Centre, Arab Saudi tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi masa depan. Ini adalah langkah berani menuju era di mana data adalah minyak baru, dan Saudi siap menjadi raksasa digital dunia. Mari dukung inovasi yang berkelanjutan dan inklusif, karena transformasi ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi mendatang.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan